
Seniman perempuan, sahabat BMI Hong Kong, Singapore, Macau, Taiwan. Aktivis FLp, Pembincang Karya Bilik Sastra VOI RRI. Motivator, konsultan kepenulisan.Buku terbaru: Orang Bilang Aku Teroris (Jendela)
Dibaca: 1267
Komentar: 75
2 dari 2 Kompasianer menilai aktual
Ilustrasi/Admin (Shutterstock)
Ini pengalaman nyata, Sodara….
Bulan Februari 2010, tepatnya 17-02-2010, saya terpaksa pinjam dana ke KTA SCB sejumlah 6 juta rupiah untuk dana pengobatan. Prosesnya mudah, sekitar dua pekan sudah cair, ditransfer ke rekening BCA sejumlah 5,7 juta, artinya dipotong 300 ribu untuk, entahlah….
Per bulan sejak Maret 2010, saya bayar via BCA ke rekening atas nama Etty Hadiwati 30607420887 sejumlah 612.808.500. Dengan pikiran harus tambah 7500, maka (kelirunya saya!) saya bayar menjadi sejumlah 612.809, kecuali bulan Juli ketika saya berada di Hong Kong, dibayarkan 620.309 oleh teman saya. Belakangan baru diberitahu telat bayar tanggal 24, Senin 31 Januari 2011, pukul empat sore.
Namun, setiap bulannya saya tak pernah telat bayar, selalu berkisar antara tanggal 15 dan 17. Bukti ada di buku BCA, sesuai dengan surat pemberitahuan awal yang saya pegang.
Bulan Desember 2010, ada yang meberitahukan saya bahwa saya kurang bayar 165 ribu, maka saya buru-buru transfer ke rekening tersebut di atas.
Bulan yang lalu, Januari ada yang memberitahukan pula bahwa saya banyak menunggak akumulasi. Entah bagaimana hitungannya, pokoknya yang menurut saya tinggal satu kali cicilan lagi, ternyata ditagih 620.309 ditambah denda akumulasi sekitar 715 ribu!
CS yang saya hubungi menjelaskan bahwa itu merupakan denda dari denda yang dibungaka?!
Saya kaget setengah mati, itu uang yang sangat besar bagi saya. Pasien seumur hidup, bulan inipun belum ditransfusi karena harus menanti pemasukan dari jualan buku online.
Padahal, rasanya hati sudah lega, saya akan bisa melunasi bulan Februari 2011 ini dan tidak punya hutang lagi ke KTA SCB.
Ternyata, ternyata….ya Allah, bahkan itu denda yang kurang 7500 mengapa harus membengkak sampai 715 ribu?
Melalui surat terbuka ini, mohon kepada pihak KTA Standard Chartered, tolong, janganlah mencekik leher begitu. Hanya karena kurang 7500 kalaupun dikalikan 12 totalnya 90 ribu, bukan? Oh, ternyata tidak demikian!
Bahwa ada keterlambatan 8 kali, entahlah, pokoknya ini denda administrasi yang sangat mencekik! Ajaibnya dunia bunga berbunga, aduh apa istilahnya ini?
Mohon kebijaksanaan, ini penulis menjelang sepuh, penyakitan harus wara-wiri cari nafkah sendiri, pliiiiissss….aaaah!
Catatan ini ternyata ada lanjutannya, Sodara!
Saya sudah menghubungi CS (susahnya setengah mati, pulsa habis 30 ribuan!) dan menyampaikan keluhan ini, meminta agar tagihan dendanya bisa dicicil, CS tersebut mengatakan nanti akan dikabari. Kemudian, per Februari 2011 saya setor 214 ribu via BCA, dengan pemikiran Maret akan saya lunasi sisanya.
Nah, Selasa, 15 Maret 2011, sekitar pukul 09.20, saya ditelepon seorang bernama Ali Jiko, menagih utang saya sejumlah 715 ribu!
Jadi, setoran yang 214 ribu bulan Februari itu sama sekali tidak diperhitungkan. Ali Jiko mengatakan kalau ini tidak dilunasi, maka tagihannya akan terus membengkak tiap bulannya.
Saya bilang; “Baik, hari ini juga akan saya lunasi, tapi saya akan menuliskan hal ini di media.”
Ali Jiko membalas dengan nada mengancam: “Eh, Ibu jangan macam-macam dengan SCB, ya. Ibu malah akan dituntut balik SCB! Ibu hanya akan mempermalukan diri Ibu sendiri!”
Bergegas saya mencari ATM Bersama. Hari ini, Selasa, 15 Maret 2011, pukul 10.00, saya mentransfer 720 ribu ke rekening 30607420887 atas nama Etty Hadiwati, harus ditambah 5000, karena setor via Mandiri.
Sedianya uang sekitar 1 jutaan di ATM Mandiri itu dianggarkan untuk dana USG Abdomen, dana pengobatan pasca operasi splenektomi, kandung empedu. Semoga masih ada rezeki dari Langit untuk saya.
Melalui postingan ini, saya ingin mengingatkan kepada masyarakat luas; Berhati-hatilah berurusan dengan KTA, Multiguna atau apapun istilahnya itu. Apalagi dari SCB, sungguh terasa mencekik, tak ubahnya rentenir berkedok Bank!