Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Posma Siahaan

Bapak Matius Siahaan, Markus Siahaan dan Lukas Siahaan.

Cara Terbaik Menghindari Keluarga Penghutang, Ya Berhutang Duluan

OPINI | 28 March 2011 | 16:28 Dibaca: 1090   Komentar: 34   2

1301325476763767203

from google

“Lae, pinjam dulu uang kalian XX juta, bisnisku sedang macet pembayaran dari client, sedangkan ada orderan lain, tetapi dana untuk modal beli bahan sedang tidak ada. Tolonglah ya Lae. Cuma dua minggu nantiĀ  pasti kami kembalikan!” Itulah janji keluarga dekat yang memiliki sebuah usaha sejenis pertukangan.

Karena kasihan dan masih keluarga dekat, dan tidak mau berbohong bilang tak punya uang, kami pun sepakat meminjamkan.

Dan seperti diduga sebelumnya, 2 minggu lewat tak ada kabar. Dua bulan masih pura-pura tidak tahu. Bulan ketiga ditanya, masih banyak kebutuhan lain dan uangnya terpakai katanya. Dan bulan keenam, kami minta bantuan orang tua si keluarga dekat ini untuk membujuk membayar hutangnya, akhirnya mereka membayar sambil ngomel-ngomel.

“Ah, uang sedikit begitu saja sudah sombong sekali diceritakan ke sana-sini. Nah, sudahlah kami transfer uangnya. Begitu rupanya cara kalian memperlakukan keluarga dekatmu, ya?” Nah, lho. Malah kita dimarahi dan seperti orang yang bersalah, kok terbalik, ya?

Dan ini bukan sekali, ada 2 sampai 3 keluarga lain yang suka berhutang, terkadang kita tolak permintaannya yang mau minjam puluhan juta dan berikan bantuan seadanya, ada yang kita berikan hutangan tetapi sudah 1,6 tahun tidak bayar-bayar dan ditagih nangis-nangis minta maaf belum punya uangnya, jadi tidak tegaan. Padahal terdengar kabar di kesehariannya suami yang berhutang itu masih suka mabuk-mabukan dan berjudi. Wah, keki deh jadinya.

“Kita berdua dokter spesialis dan dokter gigi. Mengaku tidak punya uang lebih di tabungan tidak mungkin, itu bohong dan berdosa. Orang batak keluarga besar banyak. Daripada kita terus dirongrong keluarga yang hobby berhutang, bagusnya kita berhutang duluan di bank, supaya ada alasan kita tidak meminjamkan uang kepada keluarga karena kita sendiri pun sedang banyak hutang.” Usulku pada istri dan dia pun setuju.

Akhirnya kami cari property yang cocok untuk tempat praktek dengan harga lumayan mahal. Lalu berhutang ke bank dengan lumayan banyak, tetapi masih dalam batas kemampuan bayar untuk jangka waktu 10 tahunan.

Nah, sejak 1 tahun ini kalau ada keluarga dekat yang mau minjam uang dengan segala rayuannya kami pun berani menolak dengan alasan yang jujur, “Bagaimana mungkin kami memberi kamu hutangan, sementara kami sedang mempunyai hutang ratusan jutaan?” Kalau perlu akad kreditnya diperlihatkan dan muka mereka pun lunglai dan maklum bahwa kami sudah lebih gila penghutang dari dia.

Ya, untuk anda yang masih memiliki tingkat kekerabatan yang tinggi dan sepertinya masih memiliki penghasilan yang berlebih. Sementara keluarga besar anda banyak yang gemar berhutang gali lobang tutup lobang, pilihannya cuma dua saja. Pertama, cuek dengan keluarga besar dan menerima gelar pelit, atau kedua jangan banyak tabungan, malah bikinlah sebuah hutang yang prospektif bagus untuk waktu panjang 10 tahunan, supaya dapat menangkal segala rengekan para keluarga gemar menghutang.

Berhutanglah sebelum engkau dirongrong para penghutang gentayangan…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hati-Hati Meletakkan Foto Rahasia di …

Pical Gadi | | 02 September 2014 | 15:36

Yohanes Surya Intan yang Terabaikan …

Alobatnic | | 02 September 2014 | 10:24

Plus Minus kalau Birokrat yang Jadi …

Shendy Adam | | 02 September 2014 | 10:03

Mereka Sedang Latihan Perang …

Arimbi Bimoseno | | 02 September 2014 | 10:15

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 4 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 7 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 10 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Mengenal dan Mengenang IH Doko, Pahlawan …

Blasius Mengkaka | 8 jam lalu

Kenormalan yang Abnormal …

Sofiatri Tito Hiday... | 8 jam lalu

Aku Akan Pulang …

Dias | 8 jam lalu

Terpenuhikah Hak Kami, Hak Anak Indonesia? …

Syifa Aslamiyah | 8 jam lalu

UUD 1945 Tak Sama dengan Jakarta …

Adinda Agustaulima ... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: