Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Hendra Cahya

Saat ini adalah karyawan swasta di PT Asuransi Umum Bumiputeramuda 1967 sebagai Marketing Manager, jadi selengkapnya

Cara Mudah Buat Bank Garansi atau Surety Bond untuk Jaminan Proyek

OPINI | 23 May 2011 | 06:20 Dibaca: 3766   Komentar: 3   2

Bulan-bulan ini, khususnya sejak bulan April 2011 kegiatan di berbagai instansi pemerintah sangat padat sekali. Hiruk pikuk kegiatan pengadaan seakan telah dimulai Gong nya. Sesuai Kepmen 54/2010 khusus untuk kegiatan tender diperlukan jaminan berupa Surety Bond yang dikeluarkan oleh perusahaan Asuransi atau Bank Garansi yang dikeluarkan oleh Bank umum non BPR, baik bank skala nasional maupun bank BPD.

Pembuatan Surety Bond melalui asuransi, kontraktor tidak banyak mengalami kendala. Banyaknya perusahaan asuransi yang memiliki ijin menjadi salah satu faktor banyak nya pilihan, kemudahan dan biaya murah menjadi pembeda. Namun apabila sudah diminta berupa jaminan Bank Garansi, maka keluhan dan teriakan Kontraktor seakan menjadi biasa didengar.Keharusan menaruh uang jaminan sebesar nilai jaminan seakan menjadi kartu mati bagi para calon penyedia jasa untuk cepat mendapatkan Bank Garansi yang diinginkan.

Pembuatan Bank Garansi melalui Asuransi

Melalui peran asuransi, para kontraktor bisa mendapatkan Bank Garansi yang diinginkan dengan mengesampingkan kendala jaminan uang sebesar nilai jaminan, karena asuransi disini berfungsi sebagai penjamin kontraktor kepada bank. Asuransi Bumida sebagai asuransi yang memiliki ijin operasional untuk menerbitkan Kontra Bank Garansi dapat membantu para calon penyedia jasa/kontraktor/principal untuk mendapatkan Bank Garansi.

PT. Asuransi Bumiputeramuda 1967 (Bumida) yang bergerak dalam jasa asuransi umum, khususnya asuransi Surety Bond, Kontra Bank Garansi, Contractor All Risk, asuransi Kecelakaan Diri, Asuransi Pengangkutan/Marine, dll. Melalui tulisan ini kami bemaksud memberikan informasi peluang pembuatan Bank Garansi (BG) melalui Bumida. Seperti disampaikan di atas, apabila melakukan pembuatan BG langsung ke Bank, maka harus menempatkan dana sebesar nilai jaminan yang dibuat dalam bentuk Blokir dana Giro atau Blokir deposito yang menyebabkan tidak dapat dipergunakan Dana tersedia untuk putaran bisnis Bapak/Ibu. Namun apabila memalui asuransi mekanisme di atas tidak sepenuhnya dilakukan.

Dengan rate (bank + asuransi) indikasi sebesar sekian % per tahun untuk BG Jaminan Pelaksanaan dan Pemeliharaan dan sekian % untuk BG Jaminan Uang Muka plus biaya administrasi, maka kontraktor sudah mendapatkan BG yang diperlukan untuk kelancaran proyek.

2 Bulan ini saya selaku pemasar surety bond dan bank garansi cukup mendapat berkah dari kegiatan tender dan pembuatan bank garansi yang diminta oleh para kontraktor. Semoga tulisan ini bisa menjadi referensi bagi para pelaku tender dan praktisi tender untuk mempermudah pembuatan surety bond dan bank garansi untuk kelancaran proyek Anda. Bahwa pembuatan surety bond dan Bank Garansi khususnya tidaklah sesulit dan serumit yang dibayangkan dan tidak diperlukan biaya mahal asalkan pemilihan pembuatan tidak diperlukan jasa perantara. Kemudahan pembuatan adalah hak Anda.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 10 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 12 jam lalu

Anies Baswedan Sangat Pantas Menjadi …

S. Suharto | 12 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: