Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Cecep Y Pramana

Panggil ajah Cepy | Tulislah, walaupun dunia tidak membacamu | blogmotivasionline.blogspot.com | Fb: Cepy Pramana selengkapnya

Harta Halal Harus Dijaga

OPINI | 08 June 2011 | 06:08 Dibaca: 432   Komentar: 2   0

Menjaga harta yang halal dapat dilakukan dengan bersikap menjauhi pendapatan atau penghasilan yang tidak diridhoi Allah SWT yaitu menjauhi riba, judi dengan macam-macamnya, menjauhi penipuan, korupsi, maka akan terbentuk pribadi yang mampu mendapatkan pendapatan atau penghasilan yang halal dan baik.

Rizki berupa harta untuk tiap hambanya telah ditetapkan Allah SWT. Rasulullah SAW mengatakan bahwa rizki tiap hamba telah ditetapkan sejak ditiupkannya ruh ke dalam janin dalam kandungan. Dan tugas seorang hamba adalah berusaha maksimal guna menyongsong sampainya bagian rizki tersebut kepadanya.

Berarti seorang muslim harus memiliki semangat dan motivasi kerja yang tinggi dalam mencari rizki dengan tetap memperhatikan ketentuan Allah SWT berkaitan dengan kehalalan harta. Rasulullah mengingatkan kita semua tentang harta, bahwa akan ditanya tentang dari mana dan bagaimana harta diperoleh dan ke mana serta bagaimana harta dikeluarkan. Seorang muslim harus menempatkan kecintaannya pada harta pada tempat yang semestinya.

Cinta harta hanyalah salah satu bentuk cinta dunia (QS Ali Imron: 14). Kecintaan kita terhadap dunia adalah dengan menggunakan atau memanfaatkan apa yang dicintainya itu sebagai sarana untuk beribadah. Karena itu ketentuan Allah SWT harus diperhatikan dalam kaitannya dengan harta, terutama dengan menjaga halalnya harta.

Ada empat hal yang perlu diperhatikan seorang muslim dalam menjaga halalnya harta. Rasulullah SAW bersabda, “Semua jasad (tubuh) yang tumbuh dari penghasilan yang haram, maka nerakalah yang lebih cocok untuknya”.

Allah SWT telah mengharamkan riba (QS Al Baqarah: 275) dan melarang orang yang beriman memakan riba (QS Ali Imron: 130). Rasulullah SAW bersadba, “Allah SWT akan melaknat pemakan riba, penulisnya, dan kedua saksinya”. Rasulullah SAW juga melarang kaum muslim melakukan tindak penipuan, bahkan beliau bersabda, “…barangsiapa yang menipu kami, bukanlah dari golongan kami”.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Produk Indonesia di Tengah Konflik Rusia dan …

Syaripudin Zuhri | | 02 September 2014 | 08:42

Koalisi Merah-Putih Terus Berjuang Kalahkan …

Musni Umar | | 02 September 2014 | 06:45

Serunya Berantas Calo Tiket KA …

Akhmad Sujadi | | 02 September 2014 | 05:55

Tepatkah Memutuskan Jurusan di Kelas X? …

Cucum Suminar | | 01 September 2014 | 23:08

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 1 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya ,serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 6 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Yakitori, Sate ala Jepang Yang Menggoyang …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

Sebuah Cinta Berusia 60 Tahun dari …

Harris Maulana | 8 jam lalu

Yohanes Surya Intan Terabaikan …

Alobatnic | 8 jam lalu

Mengukur Kepolisian RI Dari Kuching …

Abah Pitung | 8 jam lalu

Xiaomi RedMi 1S “Hajar” Semua Brand …

Andra Nuryadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: