Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Sairin Al Brebesiy

..... Menulis itu Indah ...... MUSLIM YANG BAIK IALAH YANG SUKA MEMBACA DAN MENULISKANNYA

Apa Kabar Pencatatan BMD di Daerah??

OPINI | 08 July 2011 | 08:20 Dibaca: 163   Komentar: 2   0

Saat ini, saya lagi rame ramenya menerima tamu satuan kerja untuk melakukan rekonsiliasi BMN. Sudah merupakan kewajiban dari setiap satker untuk rekon BMN. Salah satu visi pertama dari kegiatan itu adalah untuk memperbaiki LKPP K/L. Karena memang salah satu tolak ukur penilaian LKPP rekon BMN itu tadi.

Rekonsiliasi BMN merupakan pencocokan data antara BMN dengan keuangan setiap satker. Sederhananya, setiap satker tentu telah menerima dana APBN yang dituangkan dalam setiap DIPA. Nah, dengan kegiatan rekon, itu sebagai bukti pertanggungjawaban kira kira spend of money nya itu bentuk BMN nya apa saja.

Tentu banyak belanja yang dilakukan oleh satker, salah satunya belanja modal. Ketika satker melakukan realisasi belanja modal tentu akan menghasilkan BMN disana. Barang Milik Negara, karena salah satu asal pembentuknya adalah dari pembelian menggunakan dana APBN.

Syukurlah, pencatatan dan rekonsiliasi BMN sudah dilaksanakan secara aplikasi dan pengawasannya untuk keuangan tiap bulan dan untuk BMN semester sekali. Dari situ paling tidak, pencatatan barang yang dibeli melalui dana APBN akan tercatat dengan baik. Dan tentu akan sulit untuk disalahgunakan, karena ada rekonsiliasi setiap bulan dan setiap semesternya.

Bagaimana dengan BMD - Barang Milik Daerah?? Terus terang saya tidak tahu persis model pencatatannya, apa setiap bulan dan setiap semesternya rekonsiliasi atau tidak, apa dicatat masih manual atau sudah aplikatif. Entah kenapa dari setiap satker, yang menerima dana APBN maupun APBD sekaligus untuk pencatatan belanja modalnya lebih teratur penggunaan dana dari APBN dibanding APBD. Dan itu pengakuan langsung dari mereka dari satker yang saya jumpai. Kalau pencatatan BMD nya masih acak kadut, maka jangan disalahkan kalau ternyata disana ada penyalahgunaan. Lha wong tidak dicatat kok.

Atas dasar itulah, menurut saya bagi Anda yang mengelola BMD alangkah baiknya baca baca dan mencoba menerapkan aplikasi pencatatan BMN. Untuk awal awal tak mengapalah sambil menunggu adanya aplikasi BMD.

Kalau memang sudah ada aplikasi BMDnya, segera inputkan dan lakukan pencatatanya…….

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 10 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 12 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 13 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 14 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 11 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 11 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 11 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 12 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: