Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Sairin Al Brebesiy

..... Menulis itu Indah ...... MUSLIM YANG BAIK IALAH YANG SUKA MEMBACA DAN MENULISKANNYA

Apa Kabar Pencatatan BMD di Daerah??

OPINI | 08 July 2011 | 08:20 Dibaca: 161   Komentar: 2   0

Saat ini, saya lagi rame ramenya menerima tamu satuan kerja untuk melakukan rekonsiliasi BMN. Sudah merupakan kewajiban dari setiap satker untuk rekon BMN. Salah satu visi pertama dari kegiatan itu adalah untuk memperbaiki LKPP K/L. Karena memang salah satu tolak ukur penilaian LKPP rekon BMN itu tadi.

Rekonsiliasi BMN merupakan pencocokan data antara BMN dengan keuangan setiap satker. Sederhananya, setiap satker tentu telah menerima dana APBN yang dituangkan dalam setiap DIPA. Nah, dengan kegiatan rekon, itu sebagai bukti pertanggungjawaban kira kira spend of money nya itu bentuk BMN nya apa saja.

Tentu banyak belanja yang dilakukan oleh satker, salah satunya belanja modal. Ketika satker melakukan realisasi belanja modal tentu akan menghasilkan BMN disana. Barang Milik Negara, karena salah satu asal pembentuknya adalah dari pembelian menggunakan dana APBN.

Syukurlah, pencatatan dan rekonsiliasi BMN sudah dilaksanakan secara aplikasi dan pengawasannya untuk keuangan tiap bulan dan untuk BMN semester sekali. Dari situ paling tidak, pencatatan barang yang dibeli melalui dana APBN akan tercatat dengan baik. Dan tentu akan sulit untuk disalahgunakan, karena ada rekonsiliasi setiap bulan dan setiap semesternya.

Bagaimana dengan BMD - Barang Milik Daerah?? Terus terang saya tidak tahu persis model pencatatannya, apa setiap bulan dan setiap semesternya rekonsiliasi atau tidak, apa dicatat masih manual atau sudah aplikatif. Entah kenapa dari setiap satker, yang menerima dana APBN maupun APBD sekaligus untuk pencatatan belanja modalnya lebih teratur penggunaan dana dari APBN dibanding APBD. Dan itu pengakuan langsung dari mereka dari satker yang saya jumpai. Kalau pencatatan BMD nya masih acak kadut, maka jangan disalahkan kalau ternyata disana ada penyalahgunaan. Lha wong tidak dicatat kok.

Atas dasar itulah, menurut saya bagi Anda yang mengelola BMD alangkah baiknya baca baca dan mencoba menerapkan aplikasi pencatatan BMN. Untuk awal awal tak mengapalah sambil menunggu adanya aplikasi BMD.

Kalau memang sudah ada aplikasi BMDnya, segera inputkan dan lakukan pencatatanya…….

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seluk Beluk Industri Plastik …

Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 11 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 13 jam lalu

ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

Jonny Hutahaean | 14 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: