
seseorang yang selalu diberi keindahan yang semu...
Dibaca: 308
Komentar: 2
Nihil
juli lalu pekerja buruh freeport menuntut kenaikan gaji dari 1,5 us dolar per jam ke 3 us dolar perjam. tuntutan serupa diajukan hari-hari ini, perubahan dari 3 us dolar ke 17 us dolar per jam. hal inilah yang membuat mereka melakukan mogok kerja.
freeport selalu menjadi isu menarik. tambang emas terbesar di asia yang konon menyimpan 190 triliun ini menjadi rebutan perusahaan-perusahaan besar. ya iyalah, gila apa. sesuatu banget, tambang emas!. penambangannya pun tinggal garuk, tidak perlu kita turun ke dasar bumi sejauh satu kilometer lebih untuk mendapatkan emas, seperti tambang-tambang di afrika.
jadilah freeport sebuah tambang potensial yang biaya operasionalnya murah. tanpa perlu jauh-jauh mengambil di dasar bumi, dan limbah yang dihasilkan dibuang langsung ke sungai. pembagian saham freport pun timpang, mcmoran 96 persen dan pemerintah indonesia sekian persen saja.
rasanya kita perlu simpati sama tuntutan kenaikan gaji buruh/pekerja freeport. namun bukan berarti kita mendukung tuntutan mereka. bukankah untuk ukuran saat sekarang ini nilai 3 dolar ukuran tertinggi dalam pertambangan di indonesia? 17 dolar adalah ukuran untuk pekerja di negara maju seperti amerika. nah masalahnya muncul jika 17 dolar itu benar diberikan. apakah 17 us dolar itu terlalu tinggi sehingga menyebabkan masalah baru di daerah?. hal ini perlu jawaban serius. setidaknya economic chalenges di metrotv saat ini memberi gambaran masalah ini.
sebenarnya kenaikan upah itu diukur dari harga pasar, kenaikan inflasi, dan daya tawar perusahaan tersebut. saya tidak paham masalah ini. apa pula kaitannya dengan kepentingan investasi nasional, saya benar-benar tidak paham masalah ini. lalu, freeport indonesia sebenarnya milik siapa?
yang jelas, freeport bukan hanya milik freeport, bukan milik pekerja freeport, tapi milik kita bangsa indonesia. harusnya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk rakyat indonesia.