Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Mohamad Sholihan

Selain sebagai reporter, saya juga menggeluti dunia pengobatan alternatif tenaga dalam supra natural jarak jauh selengkapnya

Manusia Setengah Dewa dan Kisah Ikan Salmon

REP | 07 November 2011 | 21:02 Dibaca: 678   Komentar: 1   0

13206518461143754325

Kakanwil dan mantan Kakanwil DJP WP Besar dan Tenaga Pengkaji.

Kanwil DJP Wajib Pajak Besar mengadakan acara Temu Pamit Pejabat Eselon II di Aula Kanwil ini pada 3 November 2011. Ada tiga pejabat eselon II yang meninggalkan Kanwil ini: mantan Kakanwil DJP Wajib Pajak Besar, Amri Zaman yang kini menempati pos barunya sebagai Direktur PKP, mantan Kepala KPP Wajib Pajak Besar Satu, Mekar Satria Utama yang kini menempati pos barunya sebagai Tenaga Pengkaji Bidang SDM, dan mantan Kepala KPP Wajib Pajak Besar Dua, Isnaeni yang kini menempati pos barunya sebagai Kakanwil DJP Kaltim.

Sebagai anak buahnya, Isnaeni merasa terkesan dengan kepemimpinan Amri Zaman yang telah memberikan motivasi dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. “Di mata saya, Pak Amri saya anggap seperti manusia setengah dewa. Dalam usia yang sudah tua (59 tahun), yang seharusnya sudah udzur, tetapi masih punya semangat kerja yang tinggi. Saya yang lebih muda jadi malu,” katanya.

Di KPP Wajib Pajak Besar Dua menurutnya, tidak banyak yang ia lakukan, karena anak buahnya merupakan pegawai pilihan dengan keterampilan individu yang luar biasa, yang membawa ia dalam pusaran yang baik. Ia terbawa pusaran yang bagus dari anak buahanya. “Siapa pun yang akan menjadi kepala kantor, akan dengan mudah melaksanakan tugas yang diembannya,” tambahnya.

Menanggapi dirinya yang dinilai seperti manusia setengah dewa, Amri dengan rendah hati menolaknya. Dengan tegas ia mengatakan, tidak seperti itulah. Tapi intinya karena ia telah melakukan pendekatan yang baik dengan seluruh stafnya, maka ia bisa diterima. Di antaranya ia menekankan pentingnya banyak belajar, Ia mengaku sebenarnya banyak tidak tahunya ketimbang tahunya. Tapi kalau ia tidak tahu, tidak segan-segan untuk bertanya kepada stafnya.

Kenapa ia tetap bersemangat dalam usianya yang sudah tidak muda lagi? Lalu ia menceritakan kisah nelayan orang Jepang dengan ikan Salmon. Ikan Salmon itu menurutnya, kalau digoreng atau dibakar, enaknya saat masih segar. Kalau sudah tidak segar, tidak enak lagi kalau digoreng atau dibakar.

Berdasarkan pengalaman nelayan orang Jepang, ikan Salmon hasil tangkapannya diletakkan di kolam kecil di dalam kapal, banyak yang mati. Kalau sampai di darat sudah mati, ikan salmon itu tidak enak dimakannya. Akhirnya mereka menemukan inovasi kecil, dimasukkan ikan hiu kecil di dalam kolamnya. Kalau ada hiu kecilnya, sesampai di darat ikan Salmon yang mati sedikit.

Jadi pelajaran yang didapat, ikan Salmon kalau dikejar-kejar terus oleh ikan hiu, dia hidup, karena bergerak terus. “Saya tetap semangat bekerja dalam usia tua karena terinspirasi dengan ikan Salmon. Dalam hidup ini tantangannya harus ada. Kalau persoalan gak ada dan tantangan gak ada, bisa cepat mati. Begitu pula orang yang sudah pensiun yang gak ada kegiatannya, cepat mati dia,” katanya.

Amri mengatakan, kalau masalah penerimaan tidak terlalu mengkhawatirkan. Posisinya antara kuning dan biru, karena berdasarkan prediksi, realisasi penerimaannya sekitar 97 persen lebih sedikit. Kalau nanti dari kerja keras para stafnya berhasil, rasanya untuk menjadi biru, peluangnya sangat besar.

1320652177616836177

Dalam acara Temu Pamit ditampilkan seni budaya Sumatera Barat.

Dalam kesehariannya, ia tidak lepas untuk selalu memberikan motivasi kepada para stafnya. Ia menyayangkan anak buahnya yang menjadi AR dimutasi ke berbagai daerah di Indodnesia, padahal mereka adalah pegawai pilihan yang terbaik. Ia minta agar anak buahnya yang terbaik harus dihargai dengan yang terbaik kalau kinerjanya bagus.

Kanwil ini menurutnya, penerimaannya besar, resikonya besar. Ia berharap, penggantinya punya nyali yang besar untuk menghadapi Wajb Pajak besar agar tidak sampai kehilangan rasionalitas. Kalau memang peraturannya seperti itu, ya terus laksanakan. Kantor ini peranannyua 43 persen, Kanwil DJP Jakarta Khusus, peranannya sekitar 17 persen, dan Kanwil lainnya di seluruhnya Indonesia hanya 40 persen.

Ia menilai para stafnya mulai dari AR sampai dengan Waskon, kini sudah mendapat penghargaan yang sepatutnya mereka terima. Dengan naiknya Kepala KPP Wajib Pajak Besar Satu, Mekar Satria Utama dan Kepala KPP Wajib Pajak Besar Dua, Isnaeni naik menjadi pejabat eselon II, merupakan penghargaan pimpinan kepada pegawai Kanwil ini.

Dilantiknya Amri pada 31 Oktober 2011 sebagai Direktur PKP menurutnya, merupakan pelantikan yang ke-9 sebagai pejabat eselon II, yakni 6 kali menjadi Kakanwil dan 3 kali menjadi direktur. Ini bisa dimasukkan sebagai rekor nasional.

Kakanwil DJP Wajib Pajak Besar, Sigit Priadi Pramudito mengatakan, ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran para mantan Kakanwil Wajib Pajak Besar mulai dari Sutrisno Ali, Pandu Bestari, Riza Noor Karim, dan P. Saragih.

Ia membenarlkan pegawai di Kanwil ini semangat kerjanya cukup tinggi, sehingga ia terbawa arus seperti itu. Semangat pegawainya memang luar biasa. Kalaupun pada awalnya ada pegawai yang tidak niat bekerja dengan semangat, maka akan tersedot menjadi semaangat.

Sigit merasa enak menggantikan Amri. Kalau di tempat lain dalam posisi menggantikan pejabat lama, biasanya ditinggalkan masalah. Tapi di Kanwil ini tidak demikian, karena Amri sudah menyiapkan semua solusi. Jadi ia sudah mendapat solusi, tinggal menjalankannya saja.

Sementara itu mantan Kepala KPP Wajb Pajak Besar Satu, Mekar Satria Utama mengatakan, pegawai yang bekerja di KPP ini orang-orang pilihan, yang biasa bekerja dengan penuh semangat dengan hasil yang baik. “Kita ciptakan suatu sistem agar di Kanwil ini semua orang bisa bekerja dengan baik. Saya yakin Kanwil ini bisa lebih baik lagi,” katanya.

Ia merasa banyak yang bisa diserap dari Kakanwil yang terdahulu, termasuk dari Amri Zaman, yang telah memberikan arahan dan bimbingan yang baik. Dengan jabatannya yang baru, Mekar berharap, tetap bisa memberikan kontribusi yang baik untuk Ditjen Pajak.

132065243297186707

Memberikan ucapan selamat kepada pejabat yang pergi dan datang.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lebaran Sederhana ala TKI Qatar …

Sugeng Bralink | | 30 July 2014 | 22:22

Ternyata Kompasiana Juga Ada Dalam Bidikan …

Febrialdi | | 30 July 2014 | 04:30

Indonesia Termasuk Negara yang Tertinggal …

Syaiful W. Harahap | | 30 July 2014 | 14:23

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Jokowi Menipu Rakyat? …

Farn Maydian | 5 jam lalu

Gandhi-Martin Luther-Mandela = Prabowo? …

Gan Pradana | 7 jam lalu

Jokowi Hanya Dipilih 37,5% Rakyat (Bag. 2) …

Otto Von Bismarck | 9 jam lalu

Jokowi yang Menang, Saya yang Mendapat Kado …

Pak De Sakimun | 11 jam lalu

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda …

Evha Uaga | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: