Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Novrita - Financial Planner

Perempuan biasa yang profesi utama nya adalah sebagai ibu rumahtangga dengan seorang putri yang sudah selengkapnya

Apa sih Reksadana?

REP | 11 November 2011 | 17:49 Dibaca: 2263   Komentar: 8   0

Seringkali saya menyarankan kepada semuanya betapa pentingnya investasi. Dan investasi bukan diambilkan dari sisa penghasilan kita, tapi memang harus dan disengaja untuk disisihkan diawal. Kalau menunggu sisa, sepertinya kok jarang sekali ya uang kita bersisa, he he he….. Dengan alasan itu maka wajib untuk memotong penghasilan kita untuk investasi sebelum habis dengan keperluan lainnya yang kadang malah di luar kebutuhan yang penting.

Investasi itu sendiri bisa diartikan secara sederhana, yaitu kita menanamkan uang atau aset yang nanti nya akan terakumulasi dengan harapan akan memperoleh keuntungan di masa depan. Menyisihkan pada saat sekarang yang nantinya akan memberikan keuntungan lebih di masa depan. Atau dengan pepatah yang populer ”bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Hanya saja hal ini kurang pas, karena kita juga tidak boleh sampai harus sakit untuk melakukan investasi. Oleh karena harus dibuat perencanaan yang benar dalam melakukan investasi. Lakukan investasi dengan perencanaan, jelas tujuannya dan cara yang pintar.

Salah satu instrumen investasi adalah REKSADANA. Meski sebetulnya sudah banyak yang kenal, tapi ternyata banyak juga yang belum kenal dengan instrumen yang satu ini. Coba kita lihat yuuk… apa definisi Reksadana :

Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portfolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.

Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”

(dicuplik dari Wikipedia)

Reksadana (RD) merupakan wadah untuk mengumpulkan dana secara kolektif dari beberapa investor yang nantinya dana tersebut akan dikelola dan diinvestasikan oleh Manajer Investasi. Dimana Manajer Investasi tersebut adalah memang orang-orang yang berkompeten dalam bidangnya, sehingga tentunya mereka mempunyai pengetahuan dan keahlian khusus dalam mengelola investasi dengan baik.

MI tersebut yang akan bekerja keras menginvestasikan dana para investor agar bisa berkembang dengan baik dan memberikan keuntungan yang menarik. Kinerja MI yang akan menghasilkan keuntungan bagi para investor.

Photobucket

Sebetulnya berinvestasi pada Reksadana hampir sama dengan kita melakukan investasi sendiri di bursa saham atau di obligasi atau instrumen lainnya, namun dengan adanya dana kelolaan yang besar maka bisa terdiversifikasi dengan baik, sehingga bisa mengurangi risiko. Contoh, misal kita hanya punya dana Rp. 5jt maka dengan dana tersebut cuma bisa membeli saham 1 perusahaan saja, sehingga ketika nilai sahamnya turun tentu saja kita akan merugi. Tapi bagi MI yang punya dana besar (Rp. 5M), maka dia bisa menaruh investasinya pada saham di beberapa perusahaan, obligasi, dan lainnya. Jika ada satu saham yang turun, maka tidak menutup kemungkinan ada saham yang naik, sehingga average-nya masih tetap bagus.

Bagi kita yang ingin berinvestasi namun dana terbatas, maka Reksadana adalah salah satu instrumen investasi yang cocok. Daripada kita berinvestasi sendiri di bursa saham, sementara kita takut kalau sampai merugi banyak, lebih baik serahkan saja pada ahli nya.

Lalu bagaimana cara berinvestasi pada Reksadana ?

Seperti halnya dengan menabung, kita membuka rekening pada sebuah perusahaan Manajemen Investasi. Di situ kita memilih Reksadana-nya. Melakukan investasi nya pun mirip dengan kita menabung…. tinggal taruh uang di situ kapan saja kita mau (subscription), begitu juga dengan tarik nya. Yang berbeda adalah ketika kita menabung, maka saat itu juga bisa terlihat berapa saldo tabungan kita, sementara pada reksadana, kita harus menunggu hari berikutnya untuk tahu berapa unit yang bisa diperoleh dengan dana yang diinvestasikan saat itu.

Oya, untuk reksadana ada istilah unit penyertaan dan NAB (Nilai Aktiva Bersih). Unit Penyertaan adalah satuan unit investasi dan NAB adalah harga per unit nya.

Misal : dengan menginvestasikan Rp. 1jt pada Reksadana dengan NAB Rp. 1.950,- per unit maka kita memperoleh 512,8210 unit. Dengan kinerja yang bagus biasanya NAB akan meningkat, dan itu berarti nilai investasi kita bertambah.

Tanggal

Investasi

NAB (Rp)

Unit

Total Unit

Nilai Rp

4-Oct-11

1,000,000 1,950 512.8205 512.82 1,000,000

4-Nov-11

- 2,003 - 512.82 1,027,179

Tabel di atas menggambarkan bahwa jika yang semula investasi kita hanya bernilai Rp. 1jt di awal, setelah NAB naik maka investasi kita bernilai Rp. 1.027.179,- dimana keuntungan kita adalah Rp. 27.179,-

Ini hanya sekedar ilustrasi sederhana. Pada kenyataannya NAB berfluktuatif, bisa naik atau turun. Tapi jangan khawatir, MI yang baik akan membuat trend NAB Reksadana cenderung naik terus. NAB Reksadana biasanya selalu disampaikan melalui media cetak setiap hari nya, sehingga kita juga bisa ikut memantau berapa naik-turun harga per unit nya.

Istilah pada Reksadana jika ingin menarik atau mengambil sebagian investasi kita, adalah melakukan redemption. Setelah unit penyertaan kita dicairkan, maka dana nya akan ditransfer ke rekening tabungan kita. Butuh waktu antara 3-6 hari agar dana bisa masuk ke dalam rekening tabungan kita.

Alasan utama melakukan investasi pada Reksadana adalah untuk mengejar inflasi. Kita tahu bahwa bunga deposito atau bunga tabungan hampir bisa dibilang tidak bisa mengejar laju inflasi. Sebagai contoh harga beras Rp. 8.000,- per kg pada saat ini, sementara pada tahun lalu masih Rp. 7.250,- per kg maka harga sudah naik 10,3% . Padahal deposito hanya memberikan bunga 6 % per tahun dan belum dipotong pajak. Hal ini tentunya akan membuat nilai uang kita makin menurun. Untuk itu lah kita perlu berinvestasi secara pintar dan agar bisa memperoleh profit di atas laju inflasi.

Jenis-jenis reksadana yang ditawarkan oleh manager investasi di Indonesia adalah :

  1. Reksadana Pasar Uang
  2. Reksadana Saham
  3. Reksadana Pendapatan Tetap
  4. Reksadana Campuran
  5. Reksadana Terproteksi
  6. Reksadana Syariah

Pemilihan Reksadana sebaiknya disesuikan dengan profil risiko kita, tujuan dan jangka waktu investasi. Hal ini akan kita bahas pada bagian tersendiri nanti ya….

Reksadana sudah bisa dimiliki dengan dana yang tidak besar. Top up (penambahan investasi) bahkan bisa dengan hanya Rp. 100.000,-. Tidak ada alasan untuk tidak bisa menyisihkan dana untuk investasi kan….

Jadi sekilas itulah Reksadana … bukan makhluk mengerikan … bukan juga sesuatu yang rumit….

Bagi yang belum mengenal Reksadana, silahkan mencoba dan banyaklah bertanya kepada Customer Service atau Sales dari perusahaan yang mempunyai produk Reksadana.

Tak kenal maka Tak sayang…

(Novrita … ur Financial Planner… always be ur friend …. Follow me @Novri_ta)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selayang Pandang Tentang Demonstrasi …

Fera Nuraini | | 01 October 2014 | 20:57

Siswa Korea Tertarik “Sambal” Indonesia …

Ony Jamhari | | 02 October 2014 | 09:39

Belajar Mandiri dari Pola Didik Orangtua di …

Weedy Koshino | | 02 October 2014 | 09:53

Obat Galau Jurusan Kuliah …

Bening Tirta Muhamm... | | 02 October 2014 | 09:54

Nangkring “Special” bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:44


TRENDING ARTICLES

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 6 jam lalu

Merananya Fasilitas Bersama …

Agung Han | 6 jam lalu

Ceu Popong Jadi Trending Topic Dunia …

Samandayu | 8 jam lalu

MK Harus Bertanggung Jawab Atas Kericuhan …

Galaxi2014 | 9 jam lalu

Sepedaku Dicolong Maling Bule …

Ardi Dan Bunda Susy | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Djohar Arifin: Jika Lolos ke PD U-20, Timnas …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Wangi Kopi NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | 7 jam lalu

Belajar dari Pak Tani dengan Sawahnya di …

Karresa Karyanto | 7 jam lalu

Putusan yang Mengecewakan …

Anita Baker | 7 jam lalu

Pria Ganteng itu Ternyata Survivor Kanker …

Irene Maria Nisiho | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: