Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Modal Ventura, Sebuah Opini

OPINI | 06 January 2012 | 13:01 Dibaca: 903   Komentar: 0   0

http://www.google.co.id/imgres?q=modal+ventura&um=1&hl=id&sa=N&fhp=1&biw=1325&bih=662&tbm=isch&tbnid=fJ3V4GbhxFIKzM:&imgrefurl=http://dailysocial.net/2010/05/01/iklim-investasi-startup-web-di-indonesia/&docid=11SQfqzorGJGoM&imgurl=http://dailysocial.net/wordpress/wp-content/uploads/2010/05/venture_capitalist1.jpg&w=600&h=387&ei=MvAGT9T3NoezrAfopfzSDw&zoom=1

Banyak pengertian mengenai modal ventura. Yang paling simpel, modal ventura adalah modal yang ditanamkan pada usaha yang mengandung resiko. Pengertian resmi nya yang tertera pada undang-undang adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan untuk jangka waktu tertentu. Namun, pengertian secara teori hanyalah pembatas. Modal ventura sendiri telah berkembang jauh mengikuti perkembangan sistem keuangan dan alur perekonomian untuk menyesuaikan dengan keadaan teraktual.

Dengan sejarah yang cukup panjang, modal ventura menjadi alternatif pembiayaan dalam investasi. Turut pula berperan dalam perkembangan ekonomi modern. Sejarah mencatat bahwa perkembangan awal eropa dalam tahapan revolusi industri telah ditopang oleh adanya modal ventura. Berkumpulnya dana dalam jumlah besar dari banyak investor kala itu, digunakan untuk mendukung proyek yang di gagas oleh para pengusaha dan pedagang.

Saat ini, kita mengenal perusahaan apple atau beberapa perusahaan di palo alto yang bergerak di bidang teknologi, yang pada awalnya adalah berupa modal ventura. Pada dasarnya modal ventura akan masuk ke perusahaan yang memiliki potensi besar untuk berkembang, biasanya perusahaan teknologi, namun tidak cukup modal untuk berkembang.  Di sini peran signifikan dari modal ventura, selain memberikan modal, mereka juga memiliki pilihan untuk mengelola secara profesional dan menyulap perusahaan tersebut menjadi perusahaan besar.  Dan menikmati keuntungan dari peningkatan nilai perusahaan.

Menarik! Memang. Namun bagai hukum, kita tidak akan menghindar dari hukum ‘high risk high return’ semakin tinggi resiko, misalnya pemberian modal dan pengelolaan perusahaan gagal sehingga perusahaan modal ventura tidak akan mendapat apa-apa, maka semakin besar ekspektasi keuntungannya.

Mekanisme dalam pengambilalihan perusahaan memiliki berbagai cara, namun yang paling umum adalah pembiayaan dalam penyertaan modal saham dalam jangka waktu tertentu. Selain itu mekanisme dalam pengelolaanya terdapat dua pendekatan. One tier, di mana pembentukan modal ventura langsung di kelola oleh manajemen perusahaan modal ventura sendiri. Dan two tier,pembentukan modal ventura yang pengelolaannya diserahkan kepada perusahaan manajemen investasi.

Kenapa butuh modal ventura? Pertama, kemungkinan berhasil usaha lebih besar,  kemudian peningkatan efisiensi, peningkatan bankable untuk perusahaan baru, hingga meningkatkan likuiditas bagi perusahaan. Modal ventura juga memiliki berbagai macamsumber pendanaan, bisa dari pembiayaan personal, investor institusi,lembaga keuangan berupa asuransi dan dana pensiun, perbankan, hingga lembaga keuangan internasional.

Banyak perusahaan modal ventura yang kurang berhasil. Banyak hal yang menyebabkannya terjadi. namun yang paling harus terpenuhi agar mendapatkan keberhasilan. Pertama, perusahaan modal ventura harus memiliki keahlian managerial, terutama dalam melihat peluang, menilai resiko, dan skil pengelolaan suatu perusahaan. Perusahaan harus memiliki banyak ahli yang tepat pada bidangnya, sehingga dalam pelaksanaan akuisisi terhadap perusahaan potensial, perusahaan modal ventura bisa paham akan resiko bisnis dan cara berbisnis perusahaan tersebut.

Perusahaan modal ventura juga dihadapkan pada banyak instrumen keuangan. Diharapkan kemampuan yang baik dari para ahli yang dimiliki bisa memaksimalkan keuntungan. Hal lain yang menjadi perhatian serius adalah networking. Kita tau betapa mudahnya Saratoga yang di gawangi Sandiaga Uno dan Edwin Soeryajaya, mantan penguasa astra group, untuk berhasil dalam berbagai bisnis yang berbasis modal ventura. Mereka memiliki network yang sudah terbangun.

Terdapat beberapa kelemahandalam modal ventura itu sendiri. Selain memiliki resiok bisnis yang tinggi, modal ventura juga memiliki jangka waktu pembiayaan yang relatif panjang sehingga modal akan tertahan dalam jangka waktu yang lama. Itu menyebabkan banyak investor yang kurang berminat dalam menanamkan modal nya pada perusahaan modal ventura ini. Mereka tidak bebas dalam menggunakan modalnya. Keterbatasan kemampuan pengelolaan yang berpengalaman juga mengakibatkan kurang laris nya modal ventura. Kesulitan lainnya adalah, sulitnya perusahaan modal ventura dalam mencari dan menemukan perusahaan yang memenuhi kriteria untuk dilakukan pembiayaan.

Yang sangat vital adalah mengenai perangkat peraturan dari pemerintah yang masih kurang diperhatikan dan kurang mendukung modal ventura sebagai alternatif investasi dan pembiayaan. Sehingga membuat kepastian hukum masih abu-abu.

Memang perusahaan modal ventura belum banyak dilirik oleh para pemodal, walau dengan sejarah yang panjang, modal ventura masih di rasa memiliki banyak konstrain untuk berkembang. Namun, jika pengelolaan secara profesional ditunjang network yang baik,  dan kepastian hukum dan peraturan sudah jelas, yang berarti didukung oleh pemerintah, sangat jelas bahwa perusahaan modal ventura ini memiliki potensi bisnis yang baik untuk mendorong perekonomian.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada “Tangan” Anjing Diborgol di Pasar …

Eddy Mesakh | | 18 December 2014 | 21:39

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | | 18 December 2014 | 09:24

Suka Duka Kerja di Pakistan …

Gaganawati | | 18 December 2014 | 23:19

Warga Hollandia Antusias Menyambut …

Veronika Nainggolan | | 18 December 2014 | 20:40

[UPDATE] Nangkring Parenting bersama Mentari …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 3 jam lalu

Luar Biasa, Kasus Lapindo Selesai di Tangan …

Hanny Setiawan | 4 jam lalu

PSSI dan Kontradiksi Prestasi …

Binball Senior | 5 jam lalu

Mungkinkah Duet “Jokowi-Modi” …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Beli Indosat, Jual Gedung BUMN, Lalu? …

Erwin Alwazir | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: