Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Kanopi Feui

Kanopi FEUI adalah organisasi yang mengkhususkan diri pada kajian, diskusi, serta penelitian, dan mengambil topik selengkapnya

Membaiknya Perekonomian Indonesia: Sebuah Catatan Kecil

OPINI | 12 March 2012 | 16:56 Dibaca: 367   Komentar: 3   0

Oleh: Wildan Noor Ramadhan | Staff Kajian Kanopi FEUI  | Ilmu Ekonomi 2010

Jujur saya muak. Muak dengan segala pemberitaan di media elektronik. Dulu, saat SMP dan SMA, saya sering dan senang sekali menonton berita di TV. Ada keseruan tersendiri ketika banyak hal baru yang kita tahu, dan orang lain belum tahu. Namun entah mengapa sekarang semua terasa berbeda, saya anti nonton berita di tv. Anti melihat pemberitaan-pemberitaan pesimis yang kadang terlalu skeptis. Anti nonton drama politik yang entah kapan ujungnya. Yang terakhir yang membuat saya muak menonton tv adalah peran televisi yang seolah menjadi oposisi, tanpa bisa objektif melihat permasalahan yang ada, terutama bidang ekonomi.

Bisa dihitung jari, berapa kali berita mengenai investment grade masuk berita tv dan digembor-gemborkan? Beda lagi dengan pemberitaan korupsi pemerintah yang tiada henti ditayangkan. Berangkat dari masalah tersebut saya tergerak untuk iseng, mencoba menerapkan ilmu kuliah untuk sesuatu yang bermanfaat, minimal untuk saya sendiri. Isu yang paling gencar saat ini adalah optimisme perekonomian Indonesia yang semakin baik. Oleh karena itu, berikutcatatan kecil saya mengenai beberapa indikator perekonomian Indonesia yang notabene membaik.

Indikator yang pertama mengenai membaiknya perekonomian Indonesia yang bisa kita lihat adalah rasio utang luar negeri terhadap PDB. Bisa dilihat bahwa dari tahun ketahun mengalami penurunan. Hingga pada tahun 2010 rasio utang terhadap PDB Indonesia hanya 16,3%

Rasio yang terus menurun dari tahun ke tahun ini berimplikasi pada sebuah prestasi. Dua lembaga pemeringkat internasional telah menaikkan peringkat surat utang Indonesia setingkat lebih tinggi. Pada 15 Desember 2011, Fitch Ratings memberikan peringkat BBB- dari sebelumnya BB+. Kini giliran Moody’s Investor Services mengangkat peringkat surat utang pemerintah Indonesia dari Ba1 menjadi Baa3. Ada empat faktor yang mendorong Moody’s menaikkan peringkat surat utang pemerintah Indonesia. Pertama, Moody’s mengantisipasi kebijakan finansial akan sejalan dengan peringkat Baa. Kedua, pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanannya terhadap guncangan eksternal. Ketiga, adanya kebijakan mengatasi kerentanan finansial. Dan keempat, sistem perbankan yang sehat dan mampu menahan guncangan. Inilah yang dimaksud investment grade yang memang sudah diprediksi oleh Ekonom akan diperoleh Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Investment grade adalah kategori suatu perusahaan atau negara yang dianggap memiliki kemampuan cukup untuk melunasi utangnya. Dalam investasi, pemeringkatan merupakan salah satu faktor yang sangat penting, karena menentukan suatu perusahaan atau negara bisa mendapatkan pendanaan saat menerbitkan obligasi. Pemeringkatan ini juga akan mempengaruhi kupon atau imbal hasil yang harus dibayarkan kepada investor. Perubahan peringkat suatu negara bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi arah investasi.

Indikator selanjutnya yang bisa kita analisis adalah pertumbuhan PDB perkapita Indonesia. PDB perkapita Indonesia dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang siginifikan. Pendapatan perkapita Indonesia tahun 2009 sebesar 2350 USD dan di tahun 2010 sudah mencapai 3005 USD. Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2009 adalah tertinggi ke-3 didunia setelah china dan India, dan tahun 2010 lalu diperkirakan pertumbuhan ekonomi kita 6%, ini artinya lebih dari 2 kali lipat pertumbuhan eropa dan amerika. Kondisi ekonomi yang semakin baik, didukung kualitas demografi Indonesia yang sangat menarik karena separuh dari jumlah penduduk Indonesia masih berusia muda dan produktif. Sebanyak 50 persen populasi penduduk Indonesia berusia 29 tahun ke bawah, karena itu di sebut generasi smash, generasi anak muda, dan ini sesuatu yang menarik bagi investor, sebab mereka mencari sumber daya manusia produktif. Mungkin ini yang disebut middle class yang akan mengcreate demand for everything. [1]

Peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia ini memang cukup berbeda dengan apa yang sedang terjadi di perekonomian global, terutama kondisi di beberapa negara eropa. Maka dari itu banyak sekali Ekonom dari berbagai negara yang memuji pertumbuhan dan kekuatan ekonomi Indonesia ditengah krisis dunia. Dahulu Indonesia sangat very highly rely on Eropa, Jepang dan Amerika. Kalau ketiga negara atau kawasan ini mengalami masalah, kita cepat terkena imbasnya. Tetapi sekarang sudah tidak lagi. Karena peranan ketiga negara ini dalam perekonomian dunia makin kecil. Dan pertumbuhan ekonomi dunia sekarang dipimpin oleh Asia,  yakni  China, India, dan Korea. [2] Ini hal yang baik bukan?

Yang terakhir yang menjadi pendukung adalah cadangan devisa yang semakin besar. Bahkan di 2010 mencapi 96,2 Milyar USD, terbesar dalam sejarah. Ini menggambarkan keamanan kurs yang baik, juga ketahanan Indonesia yang makin kuat terhadap guncangan-guncangan ekonomi dari luar negeri. Ini juga bisa menjadi kepercayaan bagi para investor asing bahwa Indonesia merupakan tempat yang “aman” untuk melakukan kegiatan ekonomi. Semoga perkembangan perekonomian Indonesia yang sudah sesuai track ini dapat terus membaik sesuai dengan harapan. Demikianlah catatan kecil saya mengenai  gambaran kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Semoga bermanfaat!


[1]Gita wirjawan, 2011
[2]Faisal Basri, 2010

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Simpang-Siur Makna “Politikus” …

Nararya | | 30 July 2014 | 00:56

Di Timor-NTT, Perlu Tiga Hingga Empat Malam …

Blasius Mengkaka | | 30 July 2014 | 07:18

Jalan-jalan di Belakangpadang …

Cucum Suminar | | 30 July 2014 | 12:46

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: