Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Makjon Gultom

tinggal di perawang,pekanbaru,,aktifitas sebagai peg.swasta,sedikit menyukai dunia politik dan ekonomi

Pajak Bayarnya Dimana?

OPINI | 24 April 2012 | 16:23 Dibaca: 269   Komentar: 0   0

membayar pajak itu di bank atau pos dan giro,tapi kok bisa dikorupsi ya????

hal itu pasti muncul dibenak kita masyarakat sebagai pembayar pajak,ga terima rasanya kita bayar pajak, dikorupsi seenaknya oleh peg.pajak… sebutlah si gayus dan dhana widyatmika atau masih ada yg lainnya,,,,dan muncullah sikap yg mengenalisir bahwa semua orang pajak mengkorupsi pajak yang sudah kita bayar.

menurut pendapat pribadi saya,hal itu sangatlah tidak tepat, karena di negara kita menganut beberapa sistim perhitungan pajak, ada oficial assetment atau kantor pajak yang menghitung pajak kita,itu berlaku untuk PBB dan BPHTB,kemudian ada self assetment,,atau wajib pajak menghitung sendiri pajaknya yg terutang dan membayarnya dan melaporkan sendiri ke kantor pajak melaui SPT namanya,ini untuk PPh.

kalau seperti itu kok masih ditelikung ya,,????

Dalam hal urusan uang,,bayar membayar dan pajak itu sendiri,,yang sangat diperlukan adalah kejujuran dari kedua belah pihak,yang membayar dan yang mengawasi pembayaran,kalau kita sebagai wajib pajak sudah jujur dengan pajak yang kita benar,sudah melaporkan dengan sebenarnya SPT kita,tidak ada yg bisa ditilap oleh siapapun,

kita gak bisa menuntut orang pajak harus jujur,profesional dan integritet,kalau kita sendiri sebagai wajib pajak juga  tidak demikian.

so  mulailah dari diri kita, sudah benarkah yg kita laporkan.

jangan salah kan gayus dan dhana yang menerima uang yang katanya haram,,salahkan juga mereka yg telah memberi,yang memberi itulah  mafia sebenarnya daripada yg menerima.

seandainya kita yg jadi gayus,,??? gimana,,,, terima ga uangnya?????

membayar pajak itu untuk bangsa dan negara,untuk pembangunan,dengan membayar pajak juga kita bisa berbagi dengan sesama kita yg kurang mampu,karena tidak semua warga negara membayar pajak atau kena pajak tetapi semua warga menikmatinya

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

Sensasi Menyelam di Tulamben, Bali …

Lisdiana Sari | | 21 November 2014 | 18:00

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40

Jadi Perempuan (Tak Boleh) Rapuh! …

Gaganawati | | 21 November 2014 | 15:41

Kompasiana Akan Luncurkan “Kompasiana …

Kompasiana | | 20 November 2014 | 16:21


TRENDING ARTICLES

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 12 jam lalu

Rakyat Berkelahi, Presiden Keluar Negeri …

Rizal Amri | 14 jam lalu

Menteri Hati-hati Kalau Bicara …

Ifani | 15 jam lalu

Pernyataan Ibas Menolong Jokowi dari Kecaman …

Daniel Setiawan | 16 jam lalu

Semoga Ini Tidak Pernah Terjadi di …

Jimmy Haryanto | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Gerdema, Mentari Indonesia Dari Ufuk Desa …

Emanuel Dapa Loka | 8 jam lalu

Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan …

Herman Wahyudhi | 8 jam lalu

Wawasan Pemuda Berbudaya Bahari …

Alan Singkali | 8 jam lalu

Menjadi Guru Luar Biasa Lewat Menulis …

Arif Rahman | 8 jam lalu

Aktif Menulis: Ikhtiar Guru Meninggalkan …

Rohani Elita Simanj... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: