Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Wiwit Shm

Menjadi Istri dan Ibu yang terbaik buat keluargaku tercinta. Silahkan follow blog saya http://www.blogger.com/wiwitsuhaimi selengkapnya

Jangan “Sebut Pandangan Negatif” Terhadap Kami

OPINI | 17 June 2012 | 01:57 Dibaca: 602   Komentar: 38   19

Akhir-akhir ini masyarakat kita banyak mempunyai stigma negatif tentang Perpajakan. Masyarakat hanya tahu bahwa pajak yang dibayar dan disetor kepada pemerintah hanyalah untuk dibajak. Tentu media masa ataupun elektronik sudah banyak menayangkan dan membahas tentang “pajak kami dibajak”.

Semuanya hanya tergantung kepada pandangan masyarakat dan Wajib Pajak, bagaimana menyikapi dengan benar tentang pajak kami dibajak. Masyarakat tentu sudah mengetahui sebagian besar pendapatan negara, adalah dengan penerimaan pajak. Makin besarnya peran pajak dalam pembangunan, dengan harapan semakin tinggi pula hendaknya kesadaran masyarakat untuk membangun negara. Salah satunya adalah dengan melaporkan pajak penghasilan dari usaha yang diperoleh.

Perlu diketahui bahwa pajak adalah iuran masyarakat kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut UU yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung dengan tugas negara untuk meyelenggarakan pemerintahan.

SPN (Sensus Pajak Nasional) yang dikenal oleh masyarakat kita, tentu sudah mengetahui apa dan bagaimana tujuan dari SPN. Sehingga masyarakat yang ada di Indonesia tidak lagi berasumsi dengan berbagai kecaman yang melekat dan jangan “Sebut Pandangan Negatif (SPN)” terhadap lembaga kami. Karena kami berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Ini sungguh menjadi pengalaman yang menyenangkan, sekaligus pengalaman yang paling berkesan bagi kami. Disaat dalam menjalankan tugas, ini merupakan kewajiban kami untuk melakukan Sensus Pajak Nasional. Kami berusaha tenang dan tangguh terhadap semua sindiran dan kecaman dari para wajib pajak.

Kami berharap, tidak ada lagi alasan bagi masyarakat terutama bagi para wiraswasta, saudagar kaya dan pengusaha yang alergi dengan perpajakan. Dukungan Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif sangat diperlukan dalam pencapaian target penerimaan pajak Negara, agar tidak ada pertikaian politik yang menyengsarakan masyarakat atas penyesuaian APBN.

Mari sukseskan “Sensus Pajak Nasional” yang menjadi pelopor untuk mengasosialisasikan perpajakan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kelancaran dalam proses penghimbauan terhadap masyarakat, dengan membayar pajak kita dapat membangun negara.

Tags: pajak spn negara

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gandari: Menyibak Karakter dan Sikap …

Olive Bendon | | 18 December 2014 | 17:44

Meteorisme, Penyakit Hitler yang …

Gustaaf Kusno | | 18 December 2014 | 12:20

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24

Rangkuman Foto: Menyusuri Monumen Penting di …

Bisurjadi | | 18 December 2014 | 14:42

KOMiK Nobar Film Silat Pendekar Tongkat Emas …

Komik Community | | 17 December 2014 | 11:56



Subscribe and Follow Kompasiana: