Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Misteri Dibalik “HUTANG” Indonesia - IMF

OPINI | 13 July 2012 | 03:45 Dibaca: 6492   Komentar: 9   4

Oleh :  Muhammad Samin

MENAKUTKAN…… Kata-kata itulah yang pantas untuk diucapkan, dengan keberanian Indonesia dalam memberikan pinjaman Hutang terhadap International Monetary Fund (IMF). sebesar 9,4 Triliun. Padahal saat ini hutang Indonesia sendiri mencapai 1.960 Triliun, namun kenapa justru Indonesia berani memproklamasikan diri dengan memberi pinjaman terhadap IMF sebesar 1 M Dollar atau 9,4 Triliun. Ngutang!!! kO mALAH MEMBERIKAN HUTANG!!! Misteri apa dibalik pinjaman Indonesia ke IMF ini?

Yang lebih mencengangkan, alasan Presiden SBY dalam memberikan pinjaman hutang ke IMF juga tak masuk akal. dengan santainya SBY berucap saat ini indonesia lebih gagah di depan IMF. “Sekarang gagah sama IMF, utang sudah dilunasi sejak 2005. CGI (consultative group on Indonesia) kita bubarkan, kita mandiri. Kita tidak harus minta-minta,” kata Presiden sesaat sebelum menerima Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa. Seperti yang dilansir Antara…

Pernyataan apa ini????? Kalau mau gagah-gagahan bukan seperti ini, apa tidak malu Bangsa yang punya banyak hutang harus memberikan hutang ke orang lain. Beberapa kalangan menggugat atas prilaku presiden ini, seperti yang dikatakan Mantan Presiden RI Megawati Soekarno Putri dimana Mega mempertanyakan pemerintah Indonesia yang memberikan bantuan pinjaman maksimal US$ 1 miliar kepada Dana Moneter Internasional (IMF).

“Untuk apa memberi pinjaman ke IMF? Utang luar negeri Indonesia saja masih besar, kasihan rakyat yang menanggungnya,” ujar Megawati di Jakarta seperti yang dilansir Tempo.co.

Aktifis Koalisi Anti Utang (KAU) juga mengkritisi keberanian SBY dalam memberikan dana pinjaman IMF, dimana yang disampaikan oleh Koordinator Advokasi Koalisi Rakyat untuk Hak atas Air (KrUHA) Muhammad Reza Shahib, secara tegas mengatakan bahwa Indonesia tak pantas untuk memberikan hutang ke IMF, orang masih banyak hutang ko malah ngutang…

“Utang Indonesia terus mengalami peningkatan hingga mencapai sebesar Rp 1.960 triliun pada Mei 2012, atau meningkat sekitar Rp 157 triliun. Kondisi ini menimbulkan beban yang sangat besar dalam anggaran negara,” ungkapnya seperti yang dilansir Jakarta Press.

Ia mengatakan sebenarnya target kehadiran IMF bukan untuk menyelamatkan Eropa dari krisis. Sebab, kondisi IMF pun sedang kritis, dan mendompleng krisis sejumlah negara di kawasan Eropa.

“Di kawasan Eropa dan Asia, meskipun pada level yang berbeda, krisis semakin memperkaya segelintir pemilik modal melalui perampasan dana publik, kesepakatan investasi dan perdagangan bebas. Kesejahteraan rakyat dipangkas melalui kebijakan pengetatan anggaran, pencabutan subsidi, kenaikan harga energi dan bahan pangan,” paparnya.

Atas pandangan diatas, penulis yakin itikad baik dari Presiden ini belum layak untuk memberikan pinjaman terhadap IMF sebab saat ini Bangsa Indonesia masih membutuhkan perhatian dibandingkan memberikan hutang kepada orang lain. Seharusnya presiden tak usah memikirkan kondisi di Eropa sana, pikirkan dulu negara tercinta kita ini.  Sebab kita masih sangat membutuhkan perhatian dari Presiden, banyak permasalahan yang harus diselesaikan. Bukan malah untuk mencari gagah-gagahan dan dinilai bangsa lain bahwa indonesia telah maju. Tapi sayangnya, saat ini Indonesia masih terpuruk.. Misteri apa dibalik pemberian hutang Indonesia ke IMF??

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 4 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 9 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 10 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 12 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Nama Makanan yang Nakutin …

Arya Panakawan | 8 jam lalu

Gelar Terpental demi Sahabat Kental …

Adian Saputra | 8 jam lalu

Hijriyah untuk (Tak) Berbeda …

M. Rasyid Nur | 8 jam lalu

Pertemuan …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Jika Benchmark Kepada Qatar U-19 maka The …

Ahmad Crespo | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: