Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Yudi Lesmana

International Grand Master of Memory, see from Indonesia from this link http://www.world-memory-statistics.com/grandmasters.php -Pemegang Rekor MURI dalam selengkapnya

Sharing Cara Cerdas Pakai Kartu Kredit Yuk!!

OPINI | 15 July 2012 | 03:14 Dibaca: 15604   Komentar: 7   0

Kartu Kredit saat ini semakin banyak penggunanya. Beberapa tempat-tempat penjualan barang khususnya di Mall atau toko-toko besar sudah banyak menyediakan saran pembayaran melalui kartu kredit. Maskapai penerbangan juga tidak kalah gencarnya memberi kemudahan pembelian tiket dengan menggunakan kartu kredit. Diskon-diskon ataupun promo-promo yang terkadang “menjebak ” kita untuk menjadi konsumstif pun semakin marak. Namun kita perlu membuka wawasan kembali bahwa kartu kredit tidak selamanya untuk keperluan konsumtif. Kartu kredit juga sangat membantu kita untuk menjaga cashflow keuangan setiap bulan Pada tulisan ini saya tidak akan membahas bagaimana cara usaha lewat kartu kredit, namun saya akan share pengalaman pribadi saya bagaimana cara mengatur cashflow keuangan bulanan melalui kartu kredit yang saya gunakan tanpa melakukan pembayaran minimum. Ingat jangan terjaebak pembayaran minuman!.

credit cards for people with bankruptcy

Kartu Kredit (Sumber gambar : Visa dan Matercard)

Saat ini saya baru memiliki tiga buah kartu kredit dengan total limit 36 juta. Dalam pandangan saya, limit ini masih relatif kecil sehingga saya akan terus apply kartu kredit yang lain. Saya memiliki kartu kreditMandir*, BR* dan A*Z. Pada awal kepemilikan kartu kredit sekitar 6 bulan yang lalu, saya banyak menggunakan transaksi dengan kartu kredit Mandir*. Jika dirata-rata tagihan saya sekitar 6 juta di Mandir*  . Namun tahukah anda, saya hingga sekarang tidak pernah betul-betul menggunakan uang tabungan ataupun pengahasilan saya untuk membayar tagihan-tagihan tersebut. Berikut saya share teknik  yang saya gunakan. Jika teman-teman ada pengalaman lain, mohon di share ya.

3 Bulan pertama, saya membayar tagihan di Kartu Mandir* dengan memanfaat ketersediaan limit yang dimiliki. Contohnya, tagihan bulan pertama saya adalah 5 juta. Karena pada bulan pertama saya belum begitu lincah dalam memanfaatkan program di kartu kredit ini,  saya hanya memanfaatkan  program power cash (PC) nya. Tanggal cetak kartu Mandiri saya adalah setiap tanggal 1 dan jatuh tempo 20 hari setelahnya. Pada tanggal 10, saya ajukan aplikasi online power cash yang tersedia di website Bank ini. Duit yang bisa ditransfer melalui program ini adalah 60% dari sisa limit dengan pilihan tenor pembayaran 3,6,dan 12 Bulan. Lalu saya ajukan pinjaman power cash sebesar 10 juta dengan tenor 3 bulan. Khusus tenor 3 bulan, bunganya 0% dengan biaya administrasi 50.000 rupiah di bulan pertama saja. 2 hari setelah saya mengajukan power cash ke kartu kredit (KK) Mandir*, uang pun ditransfer ke rekening mandir* saya dan saya pun membayar tagihan KK saya di bulan tersebut sebesar 5 juta. Sadar saya telah mengajukan pinjaman dengan tenor 3 bulan, artinya Bulan ke-2 hingga ke-4 saya sudah ada tagihan masing-masing sebesar 3,38 juta (termasuk biaya adm 50rb); 3,33 juta ; dan 3,3 juta.

Jika melihat uang yang telah masuk dan keluar di bulan pertama artinya saya masih memiliki uang 5 juta dari Bank. Bulan ke-2, saya kembali mendapat tagihan sebesar 5 juta (include cisilan power cash 3,38 juta, artinya penggunaa 1,62 juta). Saya pun membayar tagihan di Bulan ke-2 dengan sisa uang dari pinjaman power cash bulan pertama sebesar 5 juta. Nah, memasuki bulan ke-3 saya mulai garuk-garuk kepala karena tagihan bulan ke-3 sebesar 7,3 juta (include cicilan power cash 3,3 juta). Di lain sisi uang dari pinjaman power cash sudah habis. Saya pun tidak kehabisan akal, karena ternyata pada kart kredit Mandir* ada program auto installment (AI) tagihan dengan bunga 0% untuk 3 bulan. Program auto installment (AI) ini memiliki syarat minimal transaksi 1 juta. Akhirnya saya mengajukan auto installment tagihan saya sebesar 3 juta yang ada di tagihan bulan ke -3 selama tiga kali pembayaran sehingga kondisi perhutangan saya menjadi :

Bulan ke-3 : 5,3 juta (Mandir*)

Bulan ke-4 : 1 juta (AI Mandir*) + 3,3 juta (PC Mandir*)

Bulan ke-5 : 1 juta (AI Mandir*)

Tagihan Bulan ke-3 masih besar ni, saya pun masih garuk-garuk kepala. Akhirnya saya menemukan strategi baru, yaitu memanfaatkan program transfer balance (TB) dari kartu kredit A*Z (kartu kredit yang satu membayarkan kartu kredit lainnya, sehingga tagihan berpindah dari Bank yang satu ke Bank yang lain).Tagihan bulan ke-3 dari kartu mandir* tersebutpun dibayarkan pihak A*Z sesuai permintaan saya dengan cicilan 3 bulan bunga 0%. Maka muncul lah tagihan pada bulan ke-4 pada KK A*Z milik saya sebesar 1,76 juta rupiah dan tagihan ini akan terus ada hingga bulan ke-6.

Dari strategi diatas, posisi perhutangan saya pun menjadi sebagai berikut :

Bulan ke -4 : 1 juta+3,3 juta + 1,76juta (TB A*Z) , total 6,06 juta

Bulan ke-5 : 1 juta (AI Mandir*) + 1,76 juta (TB A*Z)

Bulan ke-6 : 1,76 juta (TB A*Z)

Menjelang bulan ke -4, saya pun melakukan beberapa transaksi dengan kartu kredit untuk beberapa keperluan sebesar 2 juta rupiah. Namun kali ini saya menggunakan KK BR* untuk menyeimbangkan tagihan-tagihan yang ada. Akhirnya pada bulan ke -4 pun saya mendapat tagihan sebesar 2 juta di KK BR*. Sebelum ada transaksi ini pun sebenarnya saya sudah berhutang 6,06 di bulan ke-4. artinya pada bulan ke-4 ini saya mempunyai total hutang sebesar 8,06 juta. Namun saya tidak kehabisan akal untukmereduce hutang di bulan ke- 4, KK Mandir* ternyata memiliki program transfer balance (TB) dengan cicilan 3 bulan bunga 0%. Saya memanfaatkan program KK Mandiri tersebut untuk transfer balance dari KK BR* tagihan sebesar 2 juta rupiah ke KK Mandir* agar dimasukkan ke bulan 5, sehingga posisi tagihan saya menjadi :

Bulan ke -4 : 1 juta (AI Mandir*)+3,3 juta (PC Mandir*) + 1,76juta (TB A*Z) , total 6,06 juta

Bulan ke-5 : 1 juta (AI Mandir*) + 1,76 juta (TB) A*Z) + 670 ribu (TB Mandiri)

Bulan ke-6 : 1,76 juta (AI A*Z) +670 ribu (TB Mandiri)

Bulan ke-7 : 670 ribu (TB Mandiri)

Untuk membayar tagihan sebesar 6,06 juta di Bulan ke-4, saya kembali menggunakan fasilitas  Power Cash (PC) Mandir* sebesar 10 juta. Saya harus akui, hanya Mandir* yang saya tau dapat meminta power cash kapan saja tanpa harus menunggu tawaran dari pihak KK, karena biasanya di Bank lain kita harus menunggu promo yang ditawarkan lewat telp oleh petugas KK. Artinya lunas lah tagihan Bulan ke-4 saya, dan beban hutang dipindahkan menjadi hutang di bulan ke -5  hingga ke -7.

Siklus penundaan hutang menjadi ke bulan berikutnya pun terus saya lakukan dengan cara yang sama hingga sekarang. Modusnya hanya tiga, yaitu : Power Cash (PC), Auto Installment (AI), dan Transfer Balance (TB). Dengan cara ini saya membayar hutang dengan hutang. Namun hutang tersebut aman karena tidak ada bunganya. Hutang tersebut pun saya gunakan sebahagian besar untuk hal-hal yang produktif yang menghasilkan. Pengaturan cash flow keuangan sangat penting bagi saya, selama dapat “menunda” pembayaran hutang ke Bank, tunda lah sebisa mungkin karena nilai uang akan semakin turun. Namun pastikan anda berhutang untuk hal yang produktif, sehingga disaat anda ingin menutup semua hutang-hutang di KK tersebut, anda sudah memiliki uang yang berlebih. Jangan sekali-sekali tidak membayar hutang ke Bank, karena anda akan terkena BI Checking dan susah untuk berurusan dengan pihak Bank di kemudian hari.

Jika para penikmat Kompasiana memiliki trik yang lain, mohon di share juga ya..jika ada yang kurang jelas dan ingin tanya-tanya, silahkan komen dibawah ya..

Oya walaupun anda menunda dan punya banyak hutang, pastikan anda tercover asuransi diri ataupun asset produktif sehingga saat anda meninggal, hutang-hutang tersebut dapat dibayar dengan harta anda sendiri oleh ahli waris. Jadi anda tidak membebani keluarga anda.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Simpang-Siur Makna “Politikus” …

Nararya | | 30 July 2014 | 00:56

Di Timor-NTT, Perlu Tiga Hingga Empat Malam …

Blasius Mengkaka | | 30 July 2014 | 07:18

Jalan-jalan di Belakangpadang …

Cucum Suminar | | 30 July 2014 | 12:46

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Materi Debat Prabowo yang Patut Diperhatikan …

Bonne Kaloban | 9 jam lalu

Cabut Kewarganegaraan Aktivis ISIS! …

Sutomo Paguci | 12 jam lalu

Presiden 007 Jokowi Bond dan Menlu Prabowo …

Mercy | 12 jam lalu

Dua Kelompok Besar Pendukung Walikota Risma! …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu

Pemerintahan Ancer-ancer Jokowi-JK Bikin …

Hamid H. Supratman | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: