Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Bung Kusan

Penyuka jalan-jalan, sejarah, dan budaya - penikmat kuliner, buku, dan transportasi umum - pemerhati tv, selengkapnya

Mengintip Honor Artis Indonesia: Honor Tukul Beda 5 Juta dengan Mario Teguh

REP | 28 July 2012 | 11:20 Dibaca: 54305   Komentar: 80   23

Menjadi milioner ternyata tidak perlu harus jadi pengusaha. Betapa tidak, honor artis-artis Indonesia saat ini tergolong dahsyat. Jika pengusaha berpikir omset, sebaliknya artis berpikir episode. Jumlah episode di sebuah program atau honor sekali manggung di televisi, menandakan pendapatan yang mereka terima.

Saat ini saya belum mendapatkan artis siapa yang memiliki honor tertinggi di jagat pertelevisian Indonesia. Namun, Trans 7 berani membayar artis sekelas Tukul dengan honor Rp 35 juta per episode di program Bukan Empat Mata. Angka sebesar itu adalah honor terakhir ketika menandatangi perpanjangan kontrak.

Kompasianers, percaya tak percaya, honor Tukul itu cuma beda 5 juta dengan honor Mario Teguh. Konon, dalam satu episode di program Mario Teguh the Golden Ways (MTGW), pria yang selalu menyapa pemirsa dengan ‘Salam Super’ ini mendapat honor sekitar 40 juta perak. Tentu saja, untuk mencapai honor setinggi Tukul maupun Mario Teguh butuh perjuangan yang tak mudah.

Tukul sudah mulai melawak sejak kelas VI SD. Berbagai macam perlombaan lawak, baik di tingkat Kotamadya Semarang, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jabodetabek, maupun tingkat nasional, pernah ia ikuti. Kemiskinan membuat Tukul harus bekerja keras mencari uang. Selepas SMA, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, pernah bekerja sebagai sopir angkutan (jurusan Johar-Panggung di Semarang) dan sopir truk gas elpiji di daerah Tanah Mas, Semarang Utara. Meski begitu, dunia melawak tidak pernah ia tinggalkan.

Pada 1992, atas ajakan temannya Joko Dewo dan Tony Rastafara, Tukul hijah ke Jakarta. Di kota Metropolitan ini, hidupnya perlahan-lahan berubah. Setelah menikahi Susiana, ia melamar kerja di Radio Humor SK. Di radio inilah ia berjumpa dengan para pelawak seperti Bagito, Patrio, Ulfa Dwiyanti, dan lain-lain. Perjumpaan dengan para pelawak ini, membawanya ke produksi televisi, salah satunya Lenong Rumpi. Akhirnya, Allah swt merubah nasibnya menjadi jutawan kerika menjadi pembawa acara Empat Mata yang kemudian berubah menjadi Bukan Empat Mata.

Kompasianers, Mario Teguh pun punya pengalaman masa pahit sebelum menjadi jutawan. Saking tidak punya uang, pria kelahiran 5 Maret 1956 ini pernah membuat baju untuk lebaran dari gordyn. Pernah pula menggoreng tempe dengan menggunakan air, karena tak mampu membeli minyak goreng. Kini, Alhamdululillah, hidup karyawan Citibank ini berubah total. Impian menjadi orang kaya telah terwujud, termasuk memiliki mobil Jaguar.

Bagus ya Jaguar. Dari kecil aku lihat Jaguar dan sepertinya hanya orang berkelas saja yang bisa naik,” ujar Mario beberapa tahun lalu saat masih miskin. Kini, bukan cuma mobil Jaguar yang dimiliki Mario Teguh, tetapi BMW, Velfire, dan beberapa mobil mewah lain.

Perbedaan 5 juta antara Tukul dan Mario Teguh tentu hanya di televisi. Sebab, ketika diundang menjadi pembicara off air, harga Mario Teguh bisa lebih dari 2 kali lipat. Bahkan, honor peraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Motivator dengan jumlah Facebook Fans terbesar di Indonesia pada 2010 ini pernah mencapai lebih dari Rp 100 juta. Angka segitu cuma tampil 1 jam.

Baik tampil di pemerintahan atau swasta, honor pak Mario kisaran antara 60-70 juta,” ujar Manager Mario Teguh yang tidak mau disebutkan namanya. “Kalo tampil 90 menit, honornya antara 75-100 juta. Itu pun tergantung jam, tempat, hari, dan jumlah peserta. Honor itu di luar akomodasi dan transport, karena jika diundang ke luar kota dan luar negeri akomodasi dan transport ditanggung panitia.

Jika diminta tampil di Papua, misalnya. Pihak Mario Teguh mematok harga Rp 200 juta. Harap maklum, untuk terbang ke Papua butuh 4 jam, jadi honornya cukup besar. Selama ini, Motivator yang sempat terpilih sebagai Tokoh Perubahan 2009 versi harian Republika ini sudah 2 kali tampil di Papua. Tentu, honor tersebut bukanlah honor tertinggi. Yang tertinggi jelas jika diundang tampil ke luar negeri. Tampil di Amerika Serikat dan Shanghai, misalnya, yang honornya menggunakan dolar. Meski dirahasiakan oleh Manajemen, honor Mario Teguh di luar negeri mencapai lebih dari 10 ribu dolar.

Tergantung durasi, jumlah peserta, dikomersilkan kah, dan siapa sponsor yang mengundang,” ujar Manager Mario Teguh.

Jika honor pemandu acara terbesar dipegang oleh Tukul dan Mario Teguh, di deretan artis penyanyi, Agnes Monica saat ini dianggap merupakan penyanyi berhonor tinggi. Dalam sekali manggung dengan membawakan dua sampai 3 lagu, Agnes meminta bayaran Rp 140 juta. Jadi kalo dibagi 3 lagu, honor Agnes rata-rata Rp 46.6 juta. Namun, penyanyi ini harus membagi honor dengan dancers-nya, dimana jika dibagi tiga penari yang masing-masing Rp 6.6 juta, jadi honornya per lagu kira2 40 juta perak. Cukup besar bukan?

Bicara soal per lagu Rp 40 juta, Iwan Fals pun menetapkan angka segitu. Tentu Iwan wajar meminta bayaran per lagu sebesar itu, karena lagu-lagu yang dibawakan asli ciptaannya. Jadi, angka besar tersebut adalah sebuah bentuk apresiasi sebuah karya, plus tentunya Iwan harus membayar para pemain band-nya. Namun, honor itu cuma untuk penampilannya di televisi, bukan untuk penampilannya di panggung off air. Di televisi pun untuk sekali tayang saja alias tidak bisa di-rerun (putar ulang). Pihak Managemen Iwan Fals akan meminta honor tambahan jika program musik Iwan Fals diputar ulang.

Berbeda dengan Arie Lasso. Ia juga meminta honor Rp 40 juta per sekali manggung. Angka segitu untuk penampilannya membawakan 2 sampai 3 lagu. Jadi, rata-rata per lagu, Arie dibayar Rp 13.3 juta, dimana honor itu tidak diberikan lagi ke band yang mengiringinya. Sebab, ia biasanya tidak membawa band tiap kali manggung.

Kompasianers, honor band lain yang cukup besar adalah Nidji. Dalam sekali manggung, Nidji meminta bayaran Rp 40 juta. Honor itu tentu dibagi jumlah lagu dan jumlah anggota band. Rata-rata Nidji membawakan 3-4 lagu. Jadi kalo dirinci, per lagu sekitar Rp 10 jutaan. Honor Nidji ini cuma beda tipis dengan God Bless. Band beraliran rock yang sudah malang melintang sejak tahun 1970-an ini mematok angka Rp 50 juta untuk manggung sekitar 5 lagu.

Honor-honor band lain yang ada dalam catatan saya adalah (1) Letto Rp 40 juta; (2) Maliq and the Essential Rp 10 juta; (3) Koes Plus Rp 25 juta; (4) Acid Speed Band Rp 15 juta; dan (6) The Dance Company Rp Rp 20 juta. Sementara honor penyanyi: (1) Tompi Rp 15 juta; (2) Andien Rp 8 juta; dan (3) Titiek Puspa Rp 16 juta.

Belakangan, sejak stand up comedy berkembang di tanah air, profesi comic masuk ke dalam deretan artis. Meski belum sampai puluhan juta, tetapi honor mereka cukup mengiurkan. Tanpa harus punya band, jingkrak-jingkrak di atas panggung, dan ‘cukup’ membawakan materi sekitar 10 menit, seorang comic bisa mendapatkan honor Rp 2-4 juta perak. Raditya Dika termasuk comic mahal. Dalam 1 episode, ia bisa dibayar Rp 4 juta. Sementara Soleh Solihun dan Cak Lontong dibayar Rp 2,5 juta per episode. Lalu Monggol dibayar Rp 2 juta. Honor-honor itu cuma saat mereka tampil di televisi. Untuk keperluan off air, angka tersebut jelas membengkak, bisa 2 kali lipat, bahkan 3 kali lipat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Getar Aura Mistis di Sudut Pantai Baron …

Teguh Hariawan | | 21 September 2014 | 07:00

Biang Macet Kota Bogor …

Cucum Suminar | | 21 September 2014 | 07:16

Kompasiana - Yamaha Nangkring Heboh …

Rahmat Hadi | | 20 September 2014 | 21:49

Bingung Mau Buka Usaha Apa? Ini Caranya …

Yos Asmat Saputra | | 21 September 2014 | 06:39

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 9 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 12 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 20 September 2014 16:34

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 20 September 2014 13:00


HIGHLIGHT

Memperingati “International Day of …

Sunu Purnama | 8 jam lalu

Tamu Tak Diundang …

Akhmad Fauzi | 8 jam lalu

Kucing Oh Kucing …

Malatris | 8 jam lalu

Berpikir, Melihat, & Melakukan dengan …

Ryan. S.. | 8 jam lalu

Handphone Bisa Jadi Remote TV …

Agung Han | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: