Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Qidiq

"apa yang aku tulis adalah yang pernah membiru dalam hatiku"

Bisakah Jadi Kaya dengan QNET

OPINI | 21 August 2012 | 15:45 Dibaca: 18231   Komentar: 18   2

Beberapa waktu lalu seorang teman mengenalkan saya dengan satu system bisnis yang bernama QNET.Beliau mengatakan dengan modal 9,7 juta kita bisa mendapatkan komisi jutaan rupiah setiap minggunya.Bahkan dalam jangka beberapa tahun sudah banyak membernya yang menjadi milyader.Karena saya pribadi baru pertama kali mendengar QNET ini jadi sempat terpesona juga.Bahkan seorang rekan yang pernah diajak mengikuti presentasi/seminar menceritakan bahwa diseminar itu mereka selalu membagi bagikan uang dan katanya lagi membernya(yang sukses) rata-rata memakai mobil mewah.Mendengar semua itu membuat saya jadi tambah ngiler saja.Tapi karena modal awalnya yang tidak sedikit(buat saya),membuat saya harus berpikir lagi untuk itu.Apalagi dengan modal 9,7 juta itu kita tidak mendapat apa-apa selain biodisc.Biodisc sendiri adalah semacam kaca kristal yang berguna untuk therapi kesehatan,dapat menyembuhkan berbagai keluhan penyakit tapi itu hanya testimoni yang hanya saya dengar dan belum melihat sendiri.
“Ora umum” dan “UGD” itu yang menjadi motto QNET.Ora umum dari bahasa jawa yang bisa diartikan luar biasa atau secara perkata “ora=tidak “umum=lazim sedangkan “UGD=utang,gadai,dol(jual=bahasa jawa) dari dua motto membuat saya penasaran sekaligus heran apa mungkin ini hanya ada di Jawa Tengah.
Menurut yang saya baca digoogle QNET bukanlah mlm ataupun sistem piramida tapi kok tetap ada upline dan downline untuk menaikan kredit.
Dari google juga saya baca banyak testimoni menyatakan dalam beberapa tahun mereka benar-benar jadi milyader tapi tidak sedikit juga yang mengatakan QNET hanya sebuah penipuan,saya sendiri juga tidak tahu mana yang benar.

Untuk sobat kompasiana yang mengetahui ataupun mempunyai pengalaman tentang QNET ini mohon pencerahanya
trimaksih

salam

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 9 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 10 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 11 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Gimana Terhindar dari Jebakan Oknum Trading …

Adhie Koencoro | 8 jam lalu

Dari Priyo Sampai Ahok, Akhirnya Demokrat …

Auda Zaschkya | 8 jam lalu

Daya Tarik Kota Emas Prag, Ditinggalkan …

Cahayahati (acjp) | 8 jam lalu

Cycling, Longevity and Health …

Putri Indah | 9 jam lalu

Menemukan Pembelajaran dari kasus Habibi dan …

Maria Margaretha | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: