Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Qidiq

"apa yang aku tulis adalah yang pernah membiru dalam hatiku"

Bisakah Jadi Kaya dengan QNET

OPINI | 21 August 2012 | 15:45 Dibaca: 16777   Komentar: 12   2

Beberapa waktu lalu seorang teman mengenalkan saya dengan satu system bisnis yang bernama QNET.Beliau mengatakan dengan modal 9,7 juta kita bisa mendapatkan komisi jutaan rupiah setiap minggunya.Bahkan dalam jangka beberapa tahun sudah banyak membernya yang menjadi milyader.Karena saya pribadi baru pertama kali mendengar QNET ini jadi sempat terpesona juga.Bahkan seorang rekan yang pernah diajak mengikuti presentasi/seminar menceritakan bahwa diseminar itu mereka selalu membagi bagikan uang dan katanya lagi membernya(yang sukses) rata-rata memakai mobil mewah.Mendengar semua itu membuat saya jadi tambah ngiler saja.Tapi karena modal awalnya yang tidak sedikit(buat saya),membuat saya harus berpikir lagi untuk itu.Apalagi dengan modal 9,7 juta itu kita tidak mendapat apa-apa selain biodisc.Biodisc sendiri adalah semacam kaca kristal yang berguna untuk therapi kesehatan,dapat menyembuhkan berbagai keluhan penyakit tapi itu hanya testimoni yang hanya saya dengar dan belum melihat sendiri.
“Ora umum” dan “UGD” itu yang menjadi motto QNET.Ora umum dari bahasa jawa yang bisa diartikan luar biasa atau secara perkata “ora=tidak “umum=lazim sedangkan “UGD=utang,gadai,dol(jual=bahasa jawa) dari dua motto membuat saya penasaran sekaligus heran apa mungkin ini hanya ada di Jawa Tengah.
Menurut yang saya baca digoogle QNET bukanlah mlm ataupun sistem piramida tapi kok tetap ada upline dan downline untuk menaikan kredit.
Dari google juga saya baca banyak testimoni menyatakan dalam beberapa tahun mereka benar-benar jadi milyader tapi tidak sedikit juga yang mengatakan QNET hanya sebuah penipuan,saya sendiri juga tidak tahu mana yang benar.

Untuk sobat kompasiana yang mengetahui ataupun mempunyai pengalaman tentang QNET ini mohon pencerahanya
trimaksih

salam

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haji Warto tentang Lumpur Lapindo …

Windu Andhika | | 17 April 2014 | 14:58

Introspeksi Pascapemilu (Kado buat Caleg …

Nurjanah Nitura | | 17 April 2014 | 11:14

Tahan Nafas di Kereta Gantung Ngong Ping …

Eddy Roesdiono | | 17 April 2014 | 15:42

Parkir Sebabkan PAD Bocor …

Eta Rahayu | | 17 April 2014 | 14:54

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 11 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 19 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 19 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 19 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: