Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Safiamita

smoga dengan menulis, bisa memberi manfaat untuk orang lain..

Kewajiban Lapor SPT Masa PPh Pasal 25

OPINI | 31 August 2012 | 16:38 Dibaca: 5529   Komentar: 0   0

Ini kali pertama menulis di Kompasiana, smoga sebagai newbie bisa diterima dan belajar menulis disini. tulisan pertama ini mengenai kewajiban perpajakan bagi wajib pajak, yaitu PPh Pasal 25.

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor 22/PJ/2008 tentang Tata Cara Pembayaran dan Pelaporan Pajak Penghasilan PPh Pasal 25 pasal 4 ayat (1) disebutkan bahwa WP yang melakukan pembayaran PPh Ps 25 dan SSP nya telah mendapat validasi dengan NTPN, maka Surat Pemberitahuan Masa (SPT) Masa PPh Pasal 25 dianggap telah disampaikan ke KPP sesuai dengan tanggal validasi yang tercantum pada SSP. Sedangkan untuk WP yang pembayarannya belum online atau setoran pajak PPh pasal 25 nya nihil, harus tetap melaporkan SPT masa PPh Pasal 25 nya ke KPP (ayat 2 nya).

Itu artinya WP yang PPh pasal 25 nya ada setoran, gak wajib lapor lagi ke kantor pajak sepanjang setorannya sudah mendapat validasi dengan NTPN oleh bank/kantor pos tempat WP membayar. Tapi karena belum banyak WP yang tau, jadi kebanyakan masih pada lapor ke KPP atau kadang-kadang walaupun sudah diberitahu, mereka tetap ingin melaporkan SPT Masa PPh pasal 25 nya ke KPP dengan alasan biar dapat bukti lapor dari Kantor Pajak. Padahal bukti pembayarannya sudah dapat dijadikan sebagai bukti pelaporan juga dengan syarat tersebut diatas.

Untuk pelaporan SPT Masa PPh pasal 25 adalah paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya dan untuk pembayarannya paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Misal, untuk PPh 25 OP Masa September berarti paling lambat dibayar pada tanggal 15 Oktober dan paling lambat dilaporkan tanggal 20 Oktober. Klo sudah bayar, berarti sudah tidak wajib lapor, tanggal pembayaran sudah dianggap sebagai tanggal lapor. Disimpan baik2 aja, bukti pembayaran dari kantor pos atau dari bank. Sedangkan untuk SPT Masa 25 yang nihil tetap wajib lapor paling lambat tanggal 20 setiap bulannya.

Klo tanggal bayar dan lapor tersebut jatuh dihari libur, maka dapat dilaporkan dan dibayar pada hari berikutnya dan tidak akan dihitung terlambat. Contoh nih, tanggal 20 nya tanggal merah, maka WP masih boleh lapor di tanggal 21 nya yang sudah merupakan hari kerja.

Smoga aturan ini dapat mempermudah wajib pajak dalam menjalankan kewajiban perpajakannya.

Smoga bermanfaat…


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wukuf di Arafah Puncak Ibadah Haji …

Aljohan | | 02 October 2014 | 15:27

2 Oktober, Mari Populerkan Hari …

Khairunisa Maslichu... | | 02 October 2014 | 15:38

Kopi Tambora Warisan Belanda …

Ahyar Rosyidi Ros | | 02 October 2014 | 14:18

Membuat Photo Story …

Rizqa Lahuddin | | 02 October 2014 | 13:28

[DAFTAR ONLINE] Nangkring bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:52


TRENDING ARTICLES

Ternyata, Anang Tidak Tahu Tugas dan Haknya …

Daniel H.t. | 2 jam lalu

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 6 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 12 jam lalu

Merananya Fasilitas Bersama …

Agung Han | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenalkan Ini Batik Khas Bekasi …

Ahmad Syaikhu | 8 jam lalu

Pengembangan Migas Indonesia: Perlukah Peran …

Fahmi Idris | 8 jam lalu

Ka’bah dan Haji Itu Arafah …

Rini Nainggolan | 8 jam lalu

Celana Dalam Anti Grepe-grepe …

Mawalu | 8 jam lalu

Bioskop Buaran Tinggal Kenangan …

Rolas Tri Ganda | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: