Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Safiamita

smoga dengan menulis, bisa memberi manfaat untuk orang lain..

Kewajiban Lapor SPT Masa PPh Pasal 25

OPINI | 31 August 2012 | 16:38 Dibaca: 5233   Komentar: 0   0

Ini kali pertama menulis di Kompasiana, smoga sebagai newbie bisa diterima dan belajar menulis disini. tulisan pertama ini mengenai kewajiban perpajakan bagi wajib pajak, yaitu PPh Pasal 25.

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor 22/PJ/2008 tentang Tata Cara Pembayaran dan Pelaporan Pajak Penghasilan PPh Pasal 25 pasal 4 ayat (1) disebutkan bahwa WP yang melakukan pembayaran PPh Ps 25 dan SSP nya telah mendapat validasi dengan NTPN, maka Surat Pemberitahuan Masa (SPT) Masa PPh Pasal 25 dianggap telah disampaikan ke KPP sesuai dengan tanggal validasi yang tercantum pada SSP. Sedangkan untuk WP yang pembayarannya belum online atau setoran pajak PPh pasal 25 nya nihil, harus tetap melaporkan SPT masa PPh Pasal 25 nya ke KPP (ayat 2 nya).

Itu artinya WP yang PPh pasal 25 nya ada setoran, gak wajib lapor lagi ke kantor pajak sepanjang setorannya sudah mendapat validasi dengan NTPN oleh bank/kantor pos tempat WP membayar. Tapi karena belum banyak WP yang tau, jadi kebanyakan masih pada lapor ke KPP atau kadang-kadang walaupun sudah diberitahu, mereka tetap ingin melaporkan SPT Masa PPh pasal 25 nya ke KPP dengan alasan biar dapat bukti lapor dari Kantor Pajak. Padahal bukti pembayarannya sudah dapat dijadikan sebagai bukti pelaporan juga dengan syarat tersebut diatas.

Untuk pelaporan SPT Masa PPh pasal 25 adalah paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya dan untuk pembayarannya paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Misal, untuk PPh 25 OP Masa September berarti paling lambat dibayar pada tanggal 15 Oktober dan paling lambat dilaporkan tanggal 20 Oktober. Klo sudah bayar, berarti sudah tidak wajib lapor, tanggal pembayaran sudah dianggap sebagai tanggal lapor. Disimpan baik2 aja, bukti pembayaran dari kantor pos atau dari bank. Sedangkan untuk SPT Masa 25 yang nihil tetap wajib lapor paling lambat tanggal 20 setiap bulannya.

Klo tanggal bayar dan lapor tersebut jatuh dihari libur, maka dapat dilaporkan dan dibayar pada hari berikutnya dan tidak akan dihitung terlambat. Contoh nih, tanggal 20 nya tanggal merah, maka WP masih boleh lapor di tanggal 21 nya yang sudah merupakan hari kerja.

Smoga aturan ini dapat mempermudah wajib pajak dalam menjalankan kewajiban perpajakannya.

Smoga bermanfaat…


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Simpang-Siur Makna “Politikus” …

Nararya | | 30 July 2014 | 00:56

Di Timor-NTT, Perlu Tiga Hingga Empat Malam …

Blasius Mengkaka | | 30 July 2014 | 07:18

Jalan-jalan di Belakangpadang …

Cucum Suminar | | 30 July 2014 | 12:46

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Materi Debat Prabowo yang Patut Diperhatikan …

Bonne Kaloban | 7 jam lalu

Cabut Kewarganegaraan Aktivis ISIS! …

Sutomo Paguci | 10 jam lalu

Presiden 007 Jokowi Bond dan Menlu Prabowo …

Mercy | 10 jam lalu

Dua Kelompok Besar Pendukung Walikota Risma! …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Pemerintahan Ancer-ancer Jokowi-JK Bikin …

Hamid H. Supratman | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: