Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Shade Jap

Petualang Internet, pemerhati AUD/USD, pelantun Survivor, pecinta Waktu Luang, penggemar Waktu Senggang.

AUD/USD Alternatif EUR/USD dan USD/JPY

OPINI | 21 September 2012 | 18:26 Dibaca: 265   Komentar: 2   0

Untuk yang tidak tahan dengan gejolak EUR/USD yang membuat jantung berdebar kencang atau lambannya USD/JPY yang sering membuat ngantuk boleh mencoba AUD/USD yang memiliki karakteristik gabungan antara EUR/USD dan USD/JPY. Pergerakan AUD/USD yang agak lambat memberikan trader untuk merespon gejolak oleh berita.

Saat tidak dipengaruhi oleh berita-berita ekonomi, pergerakan AUD/USD sangatlah teknikal. Dengan menggunakan indikator Pivot Point kita bisa mengikuti Support dan Resistance pergerakan AUD/USD dengan cukup akurat. Support dan Resistance yang telah bertahan 2-3 kali menghadapi gempuran pergerakan harga dalam chart 5 menit bisa dijadikan patokan yang cukup akurat untuk mengambil keputusan beli atau jual.

AUD/USD juga sangat tergantung dengan NZB/USD. Kedua mata uang ini bagaikan saudara kembar karena kedua negara bergantung pada komoditas sebagai sumber utama export mereka. Pelemahan atau penguatan NZB/USD bisa menjadi indikator trend jangka pendek AUD/USD.

1348208846824637246

AUD/USD 5M 21 September 2012

- End -

Catatan:
Dalam Forex tidak ada trade yang benar atau salah. Pilih posisi yang kuat saat pasar bergerak. Jika anda benar, beranilah untuk mengambil posisi yang lebih besar.” - Salah seorang analis ForexLive.com -

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menikmati Perpaduan Budaya di Velangkanni …

Yswitopr | | 27 April 2015 | 12:32

Selamat Datang Twitter Ads di Indonesia …

Hilman Fajrian | | 27 April 2015 | 13:54

[Blog Competition] Perlindungan Tanpa Beban …

Kompasiana | | 18 April 2015 | 12:01

Saatnya Kompasiana Mengundang Para Peneliti …

Hendra Wardhana | | 27 April 2015 | 12:20

Kompasiana dan Kompas Kampus Sambangi 5 …

Kompasiana | | 06 March 2015 | 08:32


TRENDING ARTICLES

Anggun Minta Pembatalan Eksekusi Mati, Siapa …

Lilik Agus Purwanto | 4 jam lalu

Harga Rakyat Indonesia Lebih Rendah dari …

Susy Haryawan | 9 jam lalu

Sekarang Saja, 50 Orang Mati Tiap Hari, …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Menimpuk Presiden dengan Mangga malah Dapat …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Misskomunikasi atau Ada Gerakan Mendegradasi …

Rullysyah | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: