Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Shade Jap

Petualang Internet, pemerhati AUD/USD, pelantun Survivor, pecinta Waktu Luang, penggemar Waktu Senggang.

AUD/USD Alternatif EUR/USD dan USD/JPY

OPINI | 21 September 2012 | 18:26 Dibaca: 259   Komentar: 2   0

Untuk yang tidak tahan dengan gejolak EUR/USD yang membuat jantung berdebar kencang atau lambannya USD/JPY yang sering membuat ngantuk boleh mencoba AUD/USD yang memiliki karakteristik gabungan antara EUR/USD dan USD/JPY. Pergerakan AUD/USD yang agak lambat memberikan trader untuk merespon gejolak oleh berita.

Saat tidak dipengaruhi oleh berita-berita ekonomi, pergerakan AUD/USD sangatlah teknikal. Dengan menggunakan indikator Pivot Point kita bisa mengikuti Support dan Resistance pergerakan AUD/USD dengan cukup akurat. Support dan Resistance yang telah bertahan 2-3 kali menghadapi gempuran pergerakan harga dalam chart 5 menit bisa dijadikan patokan yang cukup akurat untuk mengambil keputusan beli atau jual.

AUD/USD juga sangat tergantung dengan NZB/USD. Kedua mata uang ini bagaikan saudara kembar karena kedua negara bergantung pada komoditas sebagai sumber utama export mereka. Pelemahan atau penguatan NZB/USD bisa menjadi indikator trend jangka pendek AUD/USD.

1348208846824637246

AUD/USD 5M 21 September 2012

- End -

Catatan:
Dalam Forex tidak ada trade yang benar atau salah. Pilih posisi yang kuat saat pasar bergerak. Jika anda benar, beranilah untuk mengambil posisi yang lebih besar.” - Salah seorang analis ForexLive.com -

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lolo Sianipar, Sukses Menjalankan Bisnis …

Erri Subakti | | 23 October 2014 | 19:54

Pak Jokowi, Rakyat Cuma Ingin Bahagia… …

Eddy Mesakh | | 23 October 2014 | 19:57

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Gesture …

Pm Susbandono | | 23 October 2014 | 19:05

Catatan Yayat: Remote Control Traveller …

Kompasiana | | 23 October 2014 | 20:42


TRENDING ARTICLES

Akankah Pemkot Solo Berani Menyatakan Tidak …

Agus Maryono | 6 jam lalu

Jokowi-JK Tak Kompak, Langkah Buruk bagi …

Erwin Alwazir | 7 jam lalu

Jonru Si Pencinta Jokowi …

Nur Isdah | 9 jam lalu

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 9 jam lalu

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Wih, Sekarang Abdi Rakyat Bakalan Keteteran …

Ridha Harwan | 9 jam lalu

Antara Aku, Kompasiana dan Keindahan …

Rahmat Hadi | 9 jam lalu

Sejarah Qatar, Juara Piala Asia U-19! …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Makna Kegagalan …

Hanif Amin | 10 jam lalu

Ketika Islam Dianaktirikan Penganutnya …

Anni Muhammad | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: