Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Andreas Hartono

Mindset & Financial Motivator Penulis Buku Wajib Perencanaan Keuangan Karyawan & Keluarga "NASIBMU di DOMPETMU" Website : selengkapnya

Cara Mudah Meramal Nasib Akan Jadi Kaya Atau Miskin

OPINI | 03 October 2012 | 23:08 Dibaca: 6208   Komentar: 1   0

Banyak orang bilang bahwa nasib itu di tangan Tuhan. Bagi saya itu adalah sebuah statement yang keliru karena urusan nasib itu adalah urusan kita sebagai manusia. Kita mau menjadi kaya ataupun sebaliknya menjadi miskin bisa kita pilih sebagai nasib kita.

Seorang filsuf pernah berkata “anda adalah apa yang anda pikirkan” dan oleh Stephen Covey diterjemahkan menjadi “begin with the end in mind” yang artinya segala sesuatu diciptakan 2 kali yaitu pertama melalui pikiran dan kedua melalui tindakan.

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa nasib kita tergantung kepada apa yang ada dalam pikiran kita. Orang yang berpikiran positif atau benar maka akan menciptakan kebiasaan dan tindakan yang benar dan berujung pada nasib yang benar sedangkan sebaliknya orang yang selalu berpikiran negatif atau salah maka akan menciptakan kebiasaan dan tindakan yang salah dan berujung pada nasib yang salah.

13492803591390285508

Nah sekarang kalau berbicara nasib tentang kaya atau miskin semuanya berawal dari pikiran anda tentang uang atau kekayaan itu sendiri. Saya mempunyai sebuah test yang sangat sederhana dan sedikit banyak mampu meramal nasib kita akan menjadi orang kaya atau menjadi orang miskin.

Mari berimajinasi dalam pikiran anda, bila saat ini anda mendapatkan uang sebesar 20 juta maka apa yang terlintas dalam pikiran anda ketika anda memiliki uang tersebut. Anda mau gunakan untuk apa uang tersebut atau anda mau beli apa dengan uang 20 juta tersebut ? Anda memiliki kebebasan dengan uang 20 juta tersebut dan anda harus menghabiskannya dalam waktu yang singkat. Silakan ambil waktu sejenak untuk merenung dan berimajinasi apa yang akan anda lakukan dengan uang 20 juta itu.

Apa yang terlintas dalam pikiran anda dapat meramalkan anda akan menjadi kaya atau menjadi miskin. Ketika anda berpikir untuk membelanjakan uang 20 juta tersebut untuk kebutuhan konsumtif misalkan membeli handphone, notebook, jalan-jalan, baju, gaun, kemeja, celana, tas, sepatu, motor, play station, televisi, sound system atau membayar hutang maka kecenderungan nasib anda akan menjadi miskin.

Apabila yang terlintas dalam pikiran anda uang 20 juta tersebut digunakan untuk ditabung, didepositokan, dibelikan emas, dibelikan sapi, dibelikan kambing, dijadikan DP rumah, dijadikan DP tanah, digunakan sebagai modal usaha, dibelikan obligasi, dibelikan saham atau dibelikan reksadana maka kecenderungan nasib anda akan menjadi kaya.

Loh koq bisa begitu mudahnya meramal nasib ? Iya karena dari riset diketahui bahwa cara berpikir orang-orang kaya ketika mendapatkan uang adalah “bagaimana caranya membuat uang yang diterima tersebut menjadi semakin banyak jumlahnya” sedangkan cara berpikir orang-orang miskin ketika mendapatkan uang adalah “bagaimana cara menghabiskan uang tersebut”. Nah ketika anda diberikan uang 20 juta tersebut apa yang anda pikirkan ? Apakah anda berpikir “bagaimana membuat uang itu semakin bertambah banyak” atau anda berpikir “bagaimana cara menghabiskan uang tersebut” ? Itulah kecenderungan nasib anda di masa depan.

Andreas Hartono
Mindset & Financial Motivator
Penulis Buku Wajib Perencanaan Keuangan Karyawan “NASIBMU DI DOMPETMU”
www.andreashartono.com
PIN BB : 30D93B78
Follow Me : @andreashartono

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Sebenarnya, Berapa Sih Jumlah Caleg Gagal di …

Politik 14 | | 23 April 2014 | 14:46

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 19 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 21 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 22 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 23 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 24 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: