Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Alfigenk Ansyarullah

orang biasa saja, biasa saja,,,

Banyak PNS Berhutang Ke bank

REP | 18 November 2012 | 23:43 Dibaca: 1409   Komentar: 22   2


1353256790300911986

pns.web.id

Banyak PNS berhutang ke Bank

oleh: alfigenk Ansyarullah

Siapa yang menyangka jika kebanyakan PNS hidup dengan hutang.

Saya masih ingat ketika seorang teman saya yang baru saja dinyatakan lulus menjadi CPNS langsung saja berencana  mengajukan kredit ke Bank setelah SK CPNS-nya keluar. Saya langsung saja senyum-senyum sendiri karena bingung melihatnya, tapi ya begitu lah adanya.

Menjadi PNS merupakan dambaan banyak orang di negeri kita ini, kita bisa melihat dari membeludaknya peserta test CPNS dan bahkan diantaranya menggunakan berbagai cara untuk bisa lulus, di daerah banyak orang yang rela di gaji kecil sebagai Honorer di Instansi  pemerintah selama bertahun-tahun berharap dikemudian hari lulus sebagai PNS secara otomatis, yang lebih mencengangkan lagi banyak orang yang rela tanpa di gaji bekerja sebagai tenaga sukarela di instansi pemerintah asalkan bisa mendapak SK bahwa dia bekerja di Instansi tersebut dengan harapan juga bisa diangkat menjadi PNS suatu hari nanti.

Seorang teman saya yang berhasil lulus PNS di sebuah daerah otomom baru mengatakan di dinas dia bekerja hanya beberapa orang PNS, dan hanya empat orang bergelar Sarjana, sisanya berpuluh-puluh orang adalah para honorer lulusan SMA yang menanti-nanti ingin menjadi PNS, salah satu keuntungan ketika daerah otonom baru di bentuk adalah peluang mendapat pekerjaan sebagai PNS, jalan sederhana yang bisa di lalui adalah dengan menjadi tenaga honorer.

PNS merupakan salah satu pekerjaan yang paling dicari,selain prestis sebagai punggawa Negara yang mempunyai tempat tersendiri di tengah-tengah masyarakat, khususnya masyarakat kelas menengah kebawah. Dan salah satu kelebihan menjadi PNS  adalah adanya fasilitas  yang mudah untuk mendapatkan kredit di perbankan.

Gaji PNS meski tidak besar namun stabil dan selalu naik, dan adanya bergerakan inflansi yang signifikan dalam tiap tahun menjadikan kerjasama yang sangat menguntukan bagi PNS sebagai kreditor dan Bank sebagai Debitor.

Dahulu ketika saya pertama kali masuk kantor sebagai seorang CPNS, senior saya di kantor sudah menyarankan agar saya segera saja mengekolahkan SK saya . Saya sempat beberapa saat tidak mengerti arti apa SK yang di sekolahkan,  dengan sedikit diam-diam saya bertanya dengan salah satu senior di kantor tentang apa arti SKyang di sekolahkan tersebut, dengan senyum-senyum PNS senior yang saya tanyai menjawab jika arti SK sekolah artinya adalah sedang di agunkan di Bank, dan beliau juga bercerita bahwa hampir semua pegawai negeri di kantornya menyekolahkan SK-nya, bahkan setelah jika lulus sekolah langsung saja di sekolah kan lagi agar menjadi lebih pintar.

Dalam pertemanan saya dengan beberapa PNS lain dari berbagai instansi, memang menjadi rahasia umum jika berhutang ke bank atau koperasi pegawai bisa menjadi jalan keluar untuk memenuhi berbagai kebutuhan PNS jika membutuhkan uang tunai bagi berbagai keperluan.

Lihat saja bila anda ke Bank, biasanya ada selebaran tentang informasi kredit menggiurkan dan menggoda yang dikhususkan untuk PNS, tidak perlu tanah atau rumah sebagai agunan, tidak perlu BPKB kendaraan, tidak perlu survey lapangan, tidak perlu berbagai macam persyaratan yang merepotkan untuk bisa mendapatkan kredit, hanya selembar SK PNS yang menjadi syarat dan dalam waktu singkat uang sudah cair.

Terlepas dari berbagai dampak positive yang di timbulkan dari mudahnya mendapatkan kredit di Perbankan bagi PNS, rupanya banyak juga dampak negative yang perlu di lihat.

Hutang, walau bagaimanapun tetap saja hutang, berhutang berarti kita juga mempunyai tanggung jawab untuk melunasinya. Seseorang akan tidak tenang dalam hidupnya ketika dia mempunyai hutang yang tidak mampu dia bayar, siang gelisah dan malam tak bisa tidur.

Bagi yang tidak mampu menahan hasratnya dalam mengikuti gaya hidup modern seperti saat ini maka mudahnya kredit di bank bisa berdampak sangat buruk bagi PNS tersebut jika tidak ada manajemen keuangan yang baik.

Al-hasil, banyak PNS yang hampir-hampir bangkrut di tiap awal bulan karena gajinya dipotong untuk membayar hutang, sedang dia tidak selalu mampu untuk selalu mendapatkan penghasilan luaran untuk memenuhi kebutuhan hidup yang lainnya.

Saya pernah mendengar seorang teman yang gajinya hanya tinggal beberapa ratus ribu rupiah tiap bulannya, bahkan juga saya pernah mendengar seseorang yang gajinya tinggal puluhan ribu rupiah saja, entah dimana saja dia berhutang. Anda bayangkan saja, apakah anda mampu hidup dalam satu bulan dengan gaji begitu?..apalagi jika anda berkeluarga dan hidup di daerah yang biaya hidupnya tinggi. Tapi ya begitu lah adanya.

Kita boleh saja berhutang jika hal itu sangat diperlukan dan kita mempunyai kemampuan untuk membayar tanpa mengobankan kebutuhan kita yang lainnya. dalam ilmu ekonomi berhutang dengan manajemen yang baik akan berubah menjadi keuntungan yang berlibat. Lihat saja perusahaan-perusahaan besar maupun kecil, mereka biasanya selalu mempunyai hutang. Dan rasanya jarang di antara kita mempunyai uang yang sangat banyak secara tunai untuk memulai suatu usaha, jalan paling mudah dan bisa memberi dampak psikologis yang  agresif adalah dengan berhutang untuk modal dandampaknya  kita akan berusaha keras untuk membayar kembali modal tersebut.

Tapi jangan lah berhutang jika hanya untuk hura-hura dan demi kebutuhan yang sama sekali tidak menguntungkan bagi kita. Berhutang agak mirip dengan filosofi bergadang malam yang di utarakan Bang Rhoma Irama

Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya
Begadang boleh saja, kalau ada perlunya

Kalau terlalu banyak begadang
Muka pucat karena darah berkurang

Selanjutnya ada doa Nabi Muhammad SAW bagi seseorang yang terkena masalah Hutang. Sebuah hadis dari

13532563671260513704

“Ya Allah aku berlindung dari kesusahan dan kedukaan, dari lemah kemahuan dan rasa malas, dari sifat pengecut dan bakhil, dari belenggu hutang dan tekanan(kesewenangan) manusia.”

Coba perhatikan bagian akhir dari doa Nabi diatas, hutang itu bisa membuat kita terbelenggu dan mendapatkan tekanan kuat dari orang yang memberi hutang kepada kita, kenyataannya banyak para rentenir yang membawa preman untuk memaksa kita membayar hutang, atau para Debt Collector perbankan jka kita berhutang ke bank.

semoga bermanfaat.

Tags: urusanutang

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Intip Lawan Timnas U-23 di Asian Games : …

Achmad Suwefi | | 01 September 2014 | 12:45

Anda Stress? Kenali Gejalanya …

Cahyadi Takariawan | | 01 September 2014 | 11:25

‘Royal Delft Blue’, Keramik …

Christie Damayanti | | 01 September 2014 | 13:32

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 5 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 9 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 10 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 10 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Perbaikan Gedung DPRD Kab.Tasikmalaya …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kompasianer, dari Sekedar Komentator Hingga …

Sono Rumekso | 8 jam lalu

Legislator Karawang Sesalkan Lambannya …

Abyan Ananda | 8 jam lalu

Di The Hague [Denhaag], ada …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Inilah Buah Cinta yang Sebenarnya …

Anugerah Oetsman | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: