Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Olive Ly

Dibelakang meja

Strategi Perencanaan Pajak Menghadapi Akhir Tahun Pajak

OPINI | 30 November 2012 | 16:52 Dibaca: 646   Komentar: 0   0

Besok kita sudah memasuki Bulan Desember sehingga sebentar lagi sudah sampai pada akhir tahun 2012. Tentu saja bagi sebagian orang akhir tahun dan awal tahun adalah momen yang menyenangkan. Tetapi bagi perusahaan akhir tahun adalah masa-masa sibuk ketika perusahaan harus melakukan tutup buku dan mempersiapkan Laporan Keuangan beserta Laporan Pajak Penghasilan berupa PPh Pasal 21Masa Desember dan PPh Badan tahun 2012. Sehingga bulan Desember ini merupakan waktu yang tepat untuk perusahaan melakukan tax review dengan tujuan mempersiapkan laporan atas kewajiban perpajakan.

Selain melakukan tax review, masih ada kesempatan bagi perusahaan untuk melakukan tax planningberupa strategi menghadapi akhir tahun pajak. Tentu saja banyak hal yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam rangka perencanaan pajaknya. Strategi dan perencanaan yang tepat akan membuat perusahaan meminimalisir pembayaran pajaknya tanpa melanggar ketentuan perpajakan.

Perencanaan Pajak Penghasilan Akhir Tahun :


A. Review dan Analisis Pajak Terhutang Akhir Tahun PPh Badan

Buat estimasi pajak terhutang pada tahun berjalan dengan memperhitungkan kredit pajak PPh ps.22, PPh ps.23, PPh ps.24, PPh ps.25, SKFLN, dan PPHTB. Apakah dari hasil estimasi menunjukkan Pajak Lebih Bayar? Jika ya, faktor-faktor apa yang menyebabkan pajak menjadi Lebih Bayar, misalnya perusahaan mengalami kerugian? Apakah dari hasil estimasi menunjukkan Pajak Kurang Bayar dan apakah jumlahnya cukup signifikan?

B. Strategi Menghemat Pajak Penghasilan Akhir Tahun

1. Menunda pengakuan penghasilan ke tahun berikutnya :
a. Menunda pengakuan Sales ke tahun berikutnya.
b. Menunda realisasi penjualan aktiva tetap yang menghasilkan laba.
c. Menunda realisasi penerimaan Piutang dan atau pelunasan Hutang dalam valuta asing yang menghasilkan laba selisih kurs.

2. Meningkatkan / mempercepat pengakuan biaya (kerugian) dalam tahun berjalan :
a. Menjual aktiva tetap yang nilai bukunya jauh di atas harga pasar.
b. Meningkatkan biaya iklan dan promosi pada akhir tahun.
c. Memberikan interim bonus kepada Direksi dan karyawan.
d. Mempercepat realisasi penerimaan Piutang dan atau pelunasan Hutang dalam valuta asing yang menimbulkan kerugian selisih kurs.
e. Mempercepat realisasi atas rencana pembelian aktiva tetap baru.
f. Merealisasi program training karyawan ( local & overseas training).
g. Melakukan repair and maintenance aktiva tetap produktif perusahaan.
h. Meningkatkan biaya research and development dalam negeri.

C. Menghindari Pajak Lebih Bayar Dan Rugi Fiskal

Melakukan langkah-langkah sebaliknya dari Strategi Menghemat Pajak Penghasilan Akhir Tahun berjalan (butir B)

D. Langkah-langkah Penting Lainnya Pada Akhir Tahun Pajak

1. Melakukan review pembukuan agar up-to-date dan akurat.
2. Melakukanekualisasi PPh Badan dan PPN.
3. Melakukan ekualisasi PPh Badan dan Withholding Tax [PPh pasal 21, 23, 26 dan pasal 4 ayat ( 2)].
4. Melakukan fiscal adjustment atas Laporan Keuangan komersial.
5. Melakukan pengecekan ulang keabsahan bukti-bukti potong dan SSP yang menjadi kredit pajak.
6. Membuat daftar nominatif atas pengeluaran untuk entertainment.
7. Menyiapkan dokumen-dokumen pendukung atas transaksi hubungan istimewa.
8. Menyiapkan detail perhitungan selisih kurs Menyiapkan dokumen COD ( Certificate of Domicile) dalam hal melakukan pembayaran dengan menggunakan tarif tax treaty.
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Rekor pun Ternoda, Filipina Bungkam …

Achmad Suwefi | | 25 November 2014 | 17:56

Pak Ahok Mungutin Lontong, Pak Ganjar …

Yayat | | 25 November 2014 | 21:26

Menunggu Nangkring Bareng PSSI, Untuk Turut …

Djarwopapua | | 25 November 2014 | 21:35

Jangan Sembarangan Mencampur Premium dengan …

Jonatan Sara | | 24 November 2014 | 10:02

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Suami Bergaji Besar, Masih Perlukah Istri …

Cucum Suminar | 5 jam lalu

Anies Baswedan Merobohkan Mental Block Guru …

Pong Sahidy | 5 jam lalu

Telah Ditemukan Sebab Kekalahan Timnas …

Pebriano Bagindo | 7 jam lalu

Tamat Sudah Riwayat Opa Riedl Siap-siap …

Hery | 7 jam lalu

Heboh, Usia 17 Menangi Rp 15 Miliar! …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Bau Apek Hilang dengan Kispray 3 in 1 …

Fadlun Arifin | 8 jam lalu

Revolusi dari desa, Revolusi dari Gagasan …

Basyir Iskandarsyah | 8 jam lalu

Ayah dan Anak Cacat 15 Tahun Tak Tersentuh …

Lugas Wicaksono | 8 jam lalu

Tujuan Jokowi Menaikkan Premium, Inikah …

Rahmad Agus Koto | 8 jam lalu

Nonton Sepakbola Rasa Kesal, Timnas …

Sugiyanto Hadi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: