Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Agus Sutondo

Aku Tetap Sayang dan Cinta Indonesia

Gaji PNS Tahun 2014 Hanya 5 Ribu Rupiah

OPINI | 19 December 2012 | 21:48 Dibaca: 3385   Komentar: 0   0

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Bank Indonesia berencana akan menyederhanakan pecahan mata uang rupiah atau redenominasi dan saat ini Rancangan Undang-Undang Tentang Redenominasi Rupiah tersebut sudah masuk dalam agenda Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI dan pembahasannya akan dimulai pada tahun 2013. Diperkirakan tahun 2014 Rancangan Undang-Undang ini sudah bisa disahkan walaupun akhirnya perlu waktu selama 8 tahun untuk mensosialisasikannya dan menerapkannya secara total.

Tujuan dari redenominasi rupiah ini adalah untuk menyederhanakan pecahan uang agar lebih efisien dan nyaman dalam melakukan transaksi apalagi selama ini nilai tukar rupiah dianggap sampah oleh masyarakat internasional karena terlalu besar angkanya padahal nilainya sama.

Redenominasi ini rencananya akan menghilangkan tiga angka nol dibelakang nilai rupiah tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut, misalkan 100.000 menjadi 100 tetapi nilainya tetap sama. Hal ini tentunya lebih efisien dibandingkan kita membawa uang 100 juta yang tidak akan mungkin bisa dikantungi disaku celana tetapi dengan redenominasi ini tentunya 100 juta akan berubah menjadi seratus ribu rupiah dan akan mudah untuk di taruh dikantung saku kita.

Diperkirakan tahun 2014, Rancangan Undang-Undang ini sudah bisa disahkan. Langkah awal yang mungkin akan di ujicobakan adalah melalui pemberian gaji pada pegawai negeri sipil yang akan dimulai pada tahun 2014, misalkan gaji seorang pegawai negeri sipil sebanyak 5 Juta rupiah maka yang bersangkutan hanya menerima 5 ribu saja namun nilai uangnya tetap tidak berubah begitu juga ketika PNS nya mau pensiun dengan masa kerja 20 Tahun, yang bersangkutan hanya menerima satu juta rupiah saja atau setara dengan 1 milyar rupiah sebagai pesangonnya he he he enak banget yah jadi Pegawai Negeri Sipil.

Begitu juga nanti, toko-toko atau supermarket dihimbau untuk menempel label harga dengan dua model, ada yang menggunakan label dengan harga nominal uang lama dan ada yang baru, sehingga dengan cara ini diharapkan masyarakat nantinya tidak kebingungan.


Wah kalau ini benar-benar terwujud tentu akan lebih efisien karena dengan 10 rupiah sudah bisa makan dan minum teh manis diwarung tegal, udah gitu masih ada uang kembaliannya sebanyak 2 rupiah untuk ongkos pulang naik angkot he he he

Berita Terkait :

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jelajah Separuh Asia di Planet Tangerang …

Kevinalegion | | 22 May 2015 | 22:57

Keris, Mistik, dan Budaya …

Trie Yas | | 23 May 2015 | 02:16

Menyikapi Budaya Narsis Tak Sehat di Medsos …

Yuliana Aghata | | 22 May 2015 | 14:42

Papa Lim …

Turyana | | 22 May 2015 | 21:45

Seberapa Yakin Kamu Balikan Sama Mantan Sih? …

Listhia H Rahman | | 22 May 2015 | 22:49


TRENDING ARTICLES

SBY dan Pembubaran PT. Petral …

M. Jaya Nasti Nasti | 11 jam lalu

Babak Baru Kisruh PSSI vs Menpora: La Nyalla …

Agus Oloan | 11 jam lalu

Inilah Ujian Akhir Pemerintahan Jokowi …

Pebriano Bagindo | 16 jam lalu

Tenggelamkan Kapal Tiongkok? Siapa Takut! …

Wasiat Kumbakarna | 16 jam lalu

Pak Jokowi Buat Apa Bangun Rel Kereta di …

Gunawan | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: