Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Fajar Triyanto

Learn to Learn..........

Penghasilan Tidak Kena Pajak 2013

OPINI | 04 January 2013 | 21:32 Dibaca: 12513   Komentar: 17   0

1357309441510596691

www.antaranews.com

Kabar Gembira!!! mulai 1 Januari 2013 Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) mengalami kenaikan dari Rp15.840.000,- menjadi Rp24.300.000,-. Ini artinya bahwa setiap Wajib Pajak Orang Pribadi dengan Penghasilan Rp2.025.000 setiap bulannya atau Rp24.300.000,- setiap tahunnya tidak akan dikenakan pajak penghasilan. Hanya itu saja? Tentu tidak, ada tambahan untuk PTKP Wajib Pajak Orang Pribadi yang sudah menikah (kawin) sebesar Rp2.025.000,- dan tambahan besaran PTKP sampai dengan anak ke-3, masing-masing anak sebesar Rp2.025.000,-. Dengan demikian, Wajib Pajak Orang Pribadi yang telah menikah dan memiliki 3 orang anak, total PTKPnya adalah sebesar Rp32.400.000,-. Sedangkan untuk penghasilan suami istri yang digabung yang memiliki 3 orang anak, PTKP totalnyanya adalah sebesar Rp56.700.000,-. Jadi mulai tahun 2013, bagi yang berpenghasilan dibawah PTKP atau kebetulan pas dengan PTKP tersebut tidak terkena Pajak Penghasilan.

Beberapa waktu lalu, teman saya menanyakan perihal berlakunya aturan Penghasilan Tidak Kena Pajak ini, apakah untuk tahun pajak 2012 kita sudah bisa menggunakan aturan PTKP baru ini atau malah dibebaskan alias tidak bayar saja (emmhh, maunya.. he..he..).

Baiklah demi menjawab pertanyaan teman saya, mari kita ungkap bareng-bareng “misteri” aturan ┬ábaru tentang PTKP ini. Dasar penyesuaian PTKP ini adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162/PMK.011/2012 tahun 2012 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak. Pasal 3 peraturan ini menyatakan bahwa aturan ini mulai berlaku 1 Januari 2013. Ketentuan berlakunya ini jangan dimaknai bahwa untuk penyampaian SPT Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun pajak 2012 yang akan tiba pada bulan Maret tahun 2013 nanti dapat menggunakan aturan PTKP yang baru ini.

Mulai berlaku 1 Januari 2013 di sini mengandung arti bahwa kenaikan PTKP sebagai variabel pengurang penghasilan kena pajak tersebut baru akan berlaku untuk Tahun Pajak 2013 yang nantinya dilaporkan dalam SPT Tahunan Pajak Penghasilan pada bulan paling lambat pada Bulan Maret 2014. Peraturan tersebut mengatur tentang besarnya penghasilan tidak kena pajak, bukan mengatur tentang masa/tahun pajaknya. Ringkasnya dapat saya sampaikan begini bahwa mulai 1 Januari 2013, Penghasilan Tidak Kena Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi adalah Rp24.300.000,-, dst.. Begiitcu…

Dengan demikian, untuk pelaporan SPT Pajak Penghasilan Wajib pajak Orang Pribadi yang akan tiba pada bulan Maret 2013 besok masih menggunakan PTKP yang lama yaitu Rp15.840.000,- setahun atau Rp1.320.000,- setiap bulannya berikut tambahan-tambahannya. PTKP baru yang sudah mengalami kenaikan tersebut baru berlaku mulai tahun pajak 2013 (Januari sampai dengan Desember 2013). Untuk bendahara atau pemotong PPh 21, Ayo mulai disesuaikan PTKPnya mulai tahun 2013 ini. Semoga bermanfaat. bayar pajak ke Bank dan laporkan SPTnya ke Kantor Pajak.

Sumber Gambar

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sambut Sunrise Dari Puncak Gunung Mahawu …

Tri Lokon | | 28 July 2014 | 13:14

Pengalaman Adventure Taklukkan Ketakutan …

Tjiptadinata Effend... | | 28 July 2014 | 19:20

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 8 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 9 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 10 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 13 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: