Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Olive Ly

Dibelakang meja

Cara Menghitung Pajak Penghasilan Badan (PPH Badan) SPT Tahunan PPH Badan 2012

OPINI | 04 February 2013 | 17:29 Dibaca: 25122   Komentar: 0   0

Perhitungan Pajak Penghasilan Badan Tahun 2012 (PPh Badan Tahun 2012) yang harus dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh Badan 2012 adalah :
a. Untuk Peredaran Usaha Bruto sampai dengan Rp.4.800.000.000,-  Tarif PPh Badan dikenakan sebesar  25 % x 50 % x Penghasilan Kena Pajak

Contoh perhitungan :
PT. ABC yang bergerak dibidang perdagangan dalam Tahun Pajak 2012 mempunyai data sebagai berikut :

Peredaran Bruto dari penghasilan yang :
- Dikenai PPh bersifat final 1.500.000.000
- bukan objek pajak 500.000.000
- dikenai PPh tidak bersifat final 2.500.000.000
Jumlah 4.500.000.000
Kompensasi kerugian tahun 2011 700.000.000
Kredit Pajak :
- PPh Pasal 22 22.000.000
- PPh Pasal 23 25.000.000
- PPh Pasal 25 3.000.000
Jumlah 50.000.000

Maka Perhitungan PPh Badan adalah sebagai berikut :

Peredaran Bruto dari penghasilan yang :
- Dikenai PPh bersifat final 1.500.000.000
- bukan objek pajak 500.000.000
- dikenai PPh tidak bersifat final 2.500.000.000
Jumlah 4.500.000.000
Biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan usaha yang :
- dikenai PPh bersifat final (  450.000.000)
- bukan objek pajak ( 200.000.0000)
- dikenai PPh tidak bersifat final (1.350.000.000)
Jumlah (2.000.000.000)
Laba usaha
(penghasilan neto usaha)
2.500.000.000
Penghasilan dari luar usaha yang:
- dikenai PPh bersifat final 50.000.000
- dikenai PPh tidak bersifat final 100.000.000
Biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan dari luar usaha yang :
- dikenai PPh bersifat final (   25.000.000)
- dikenai PPh tidak bersifat final (   50.000.000)
Penghasilan neto dari luar usaha 75.000.000
Jumlah seluruh penghasilan neto 2.575.000.000
Koreksi fiskal :
peredaran bruto dari penghasilan yang dikenai PPh berisfat final ( 1.500.000.000)
peredaran bruto dari penghasilan yang bukan objek pajak (   500.000.000)
biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan usaha yang dikenai PPh bersifat final 450.000.000
biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan usaha yang bukan objek pajak 200.000.000
peredaran dari luar usaha yang dikenai PPh bersifat final (  50.000.000)
biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan dari luar usaha yang dikenai PPh bersifat final

25.000.000

Jumlah (1.375.000.000)
Jumlah seluruh penghasilan neto setelah koreksi fiskal 1.200.000.000
Kompensasi kerugian ( 700.000.000)
Penghasilan Kena Pajak 500.000.000
PPh Terutang (50% x 25%) x 500.000.000
62.500.000
Kredit Pajak :
- PPh Pasal 22 22.000.000
- PPh Pasal 23 25.000.000
- PPh Pasal 25 3.000.000
Jumlah 50.000.000
PPh Kurang Bayar / PPh Pasal 29(62.500.000 – 50.000.000)
12.500.000
b. Untuk Peredaran Usaha diatas Rp.4.800.000.000,- Sampai dengan Rp.50.000.000.000,-  Tarif PPh Badan dikenakan sebesar :
1. Bagian Peredaran Usaha Bruto sampai dengan Rp.4.800.000.000,- :
25 % x 50 % x Penghasilan Kena Pajak (bagian Peredaran Usaha Bruto Rp.4.800.000.000,-)
2. Bagian Peredaran Usaha Bruto diatas Rp.4.800.000.000,- Sampai dengan Rp.50.000.000.000,-
25 % x Penghasilan Kena Pajak (bagian Peredaran Usaha Bruto diatas Rp.4.800.000.000,- Sampai dengan Rp.50.000.000.000,-)

Contoh perhitungan :

PT. ABC yang bergerak dibidang perdagangan dalam Tahun Pajak 2012 mempunyai data sebagai berikut :

Peredaran Bruto dari penghasilan yang :
- Dikenai PPh bersifat final 1.500.000.000
- bukan objek pajak 500.000.000
- dikenai PPh tidak bersifat final 5.500.000.000
Jumlah 7.500.000.000
Kompensasi kerugian tahun 2011 700.000.000
Kredit Pajak :
- PPh Pasal 22 22.000.000
- PPh Pasal 23 25.000.000
- PPh Pasal 25 3.000.000
Jumlah 50.000.000

Maka Perhitungan PPh Badan adalah sebagai berikut :

Peredaran Bruto dari penghasilan yang :
- Dikenai PPh bersifat final 1.500.000.000
- bukan objek pajak 500.000.000
- dikenai PPh tidak bersifat final 5.500.000.000
Jumlah 7.500.000.000
Biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan usaha yang :
- dikenai PPh bersifat final (  450.000.000)
- bukan objek pajak ( 200.000.0000)
- dikenai PPh tidak bersifat final (3.350.000.000)
Jumlah (4.000.000.000)
Laba usaha
(penghasilan neto usaha)
3.500.000.000
Penghasilan dari luar usaha yang:
- dikenai PPh bersifat final 50.000.000
- dikenai PPh tidak bersifat final 100.000.000
Biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan dari luar usaha yang :
- dikenai PPh bersifat final (   25.000.000)
- dikenai PPh tidak bersifat final (   50.000.000)
Penghasilan neto dari luar usaha 75.000.000
Jumlah seluruh penghasilan neto 3.575.000.000
Koreksi fiskal :
peredaran bruto dari penghasilan yang dikenai PPh berisfat final ( 1.500.000.000)
peredaran bruto dari penghasilan yang bukan objek pajak (   500.000.000)
biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan usaha yang dikenai PPh bersifat final 450.000.000
biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan usaha yang bukan objek pajak 200.000.000
peredaran dari luar usaha yang dikenai PPh bersifat final (  50.000.000)
biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan dari luar usaha yang dikenai PPh bersifat final

25.000.000

Jumlah (1.375.000.000)
Jumlah seluruh penghasilan neto setelah koreksi fiskal 2.200.000.000
Kompensasi kerugian ( 700.000.000)
Penghasilan Kena Pajak 1.500.000.000
PPh Terutang (50% x 25%) x ((4.800.000.000/5.500.000.000) x 1.500.000.000)) = XY
25% x (5.500.000.000 - ((4.800.000.000/5.500.000.000) x 1.500.000.000))) = YZ
XY + YZ
XYZ
Kredit Pajak :
- PPh Pasal 22 22.000.000
- PPh Pasal 23 25.000.000
- PPh Pasal 25 3.000.000
Jumlah 50.000.000
PPh Kurang Bayar / PPh Pasal 29 (XYZ – 50.000.000)
PPh Pasal 29
c.      Untuk Peredaran Usaha Bruto diatas Rp.50.000.000.000,-  tarif PPh Badan dikenakan sebesar  :

25 % x  Penghasilan Kena Pajak

Setelah dapat dihitung dan diketahui nilah Pajak Penghasilan Badan (PPh Badan) yang masih harus dibayar maka hasil perhitungan tersebut dapat dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh Badan 2012 paling lambat 30 April 2012.

Hal - hal yang harus diketahui dalam menghitung Pajak Penghasilan Badan (PPh Badan) terutang adalah :
Rekonsiliasi Fiskal dan Kompensasi Kerugian.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Ekspektasi Rakyat terhadap Jokowi …

Fitri.y Yeye | | 21 October 2014 | 10:25

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 12 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 13 jam lalu

Anda Tidak Percaya Alien, Maka Anda Sombong …

Zulkifli Taher | 13 jam lalu

Anfield Crowd, Faktor X Liverpool Meredam …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Ajari Anak Terampil Tangan dengan Bahan Alam …

Gaganawati | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 7 jam lalu

Hobi Membaca Mengantarku ke Tanah Suci …

Agung Han | 7 jam lalu

Rumah Transisi, Tim Perumus Atau Tim …

Thamrin Dahlan | 7 jam lalu

Perubahan Adalah Sebuah Keharusan Puskesmas …

Ramluddin Ram | 7 jam lalu

Sebuah Teks Refleksi Atas Sebuah Teks …

Adica Wirawan | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: