Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Orang Bijak Palsu

Pemerhati Kehidupan

Berbagai Cara Orang Agar Cepat Kaya

OPINI | 12 March 2013 | 17:25 Dibaca: 7516   Komentar: 0   0

13630836377029409248hourvisit.com

Sebagian orang menghabiskan waktunya untuk menemukan berbagai cara agar cepat menjadi orang kaya. Sebagian lagi menikmati step by step dari proses perjalanan suksesnya menjadi orang kaya, sambil menangkap pesan pembelajaran dari setiap kejadian yang dilihat, dengar dan alami. Cepat atau lambat tak terlalu dipermasalahkan yang penting bagaimana ia terus bergerak, melangkah, menangkap pelajaran serta menikmati proses alaminya. Sementara sebagian lagi tak berhasrat sama sekali untuk jadi orang kaya.

Terlahir di keluarga kaya adalah keberuntungan murni, berusaha menjadi orang kaya adalah pilihan. Siapa saja boleh memilihnya & siapa saja boleh tidak memilihnya.

Diantara orang-orang yang memilih untuk menjadi orang kaya tidak sedikit yang berusaha menempuh jalan pintas agar cepat kaya. Tidak heran juga karena sifat dasar manusia memang maunya yang enak-enak saja…yang mudah-mudah saja…dan yang cepat tentunya. Padahal di banyak peristiwa kehidupan bertutur bahwa yang alami itu adalah berjalan sesuai tahapan demi tahapan & segala sesuatunya ada prosesnya.

Tidak banyak pembelajaran yang didapat jika kita menghilangkan atau memotong proses dari sesuatu. Dan seandainya pun kita bisa menghilangkan atau memotongnya tetap saja harga dari proses itu kita bayar dalam bentuk lain, entah sekarang atau nanti. Karena tidak ada yang gratis di dunia dualitas yang sarat pembelajaran ini.

Semakin cepat kita mendapat sesuatu maka semakin besar pula peluang sesuatu itu akan hilang dengan cepat.

Berbagai cara cepat kaya berusaha ditemukan oleh orang-orang yang memilih berjalan dijalur ini. Para motivator dan pelatih sukses pun ikut memicu dengan berbagai dagangan yang menawarkan cara-cara sim salabin (instan). Sukses & kaya dalam sekian hari…menjadi pengusaha dalam sekian jam, jurus anti gagal dsb-nya.

Ada juga yang menemukan cara cepat menjadi orang kaya dengan memuja dan meminta kepada jin dan sejenisnya. Korupsi, merampok bank, menipu, jadi bandar narkoba, mencari harta karun adalah cara lain yang bisa dipilih oleh manusia-manusia yang ingin cepat kaya. Mungkin saja anda bisa kaya dengan cara-cara itu, tapi ongkosnya tetap harus anda bayar. Jika tidak sekarang nanti pasti ditagihkan kehidupan kepada anda.

So realistislah dalam mengejar kekayaan. Dengan berbagai karunia dan anugrah yang kita miliki sejatinya kita sudah kaya yang kita butuhkan hanya sedikit lebih kaya…sedikit lagi lebih kaya dan sedikit lagi lebih kaya dari sekarang.

Mensyukuri apa yang sekarang kita miliki dan menganggap diri sudah kaya adalah langkah awal menuju kekayaan yang kita kejar. Langkah berikutnya adalah menikmati proses perjalanan usaha kita menuju kekayaan yang hendak dituju tersebut. Didalam proses perjalanan usaha menjadi kaya ini pasti kita bertemu hal-hal yang menyenangkan dan hal-hal yang tidak menyenangkan. Itu wajar dan itu menandakan bahwa kita masih hidup didunia yang tidak pernah berhenti menghadirkan dualitas. Orang-orang kaya sejati selalu berhasil merangkul keduanya dengan sama mesranya dengan tetap konsisten berjalan.

Terima kasih sudah membaca artikel “Berbagai Cara Orang Agar Cepat kaya” semoga kehidupan mengkayakan anda dalam banyak hal !!

Artikel lain: Belajar Cara Jadi Kaya Dari Orang Miskin

|| Jadi Orang Kaya Dengan Bisnis Yang Menguntungkan || Jadi Orang Kaya Karena Berani Gagal || (Cara Baru) 99% Jadi Orang Kaya || [Bukan] Cara Cepat Kaya Biasa || 2 M Sebulan : Cara Kaya ala Tukul || Orang Cina Terkaya Di Dunia ||

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 9 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 9 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 11 jam lalu

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 16 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 9 jam lalu

Kartu Kredit: Perlu atau Tidak …

Wahyu Indra Sukma | 9 jam lalu

Gerakan Desa Membangun: Sebuah Paradigma …

Yulio Victory | 10 jam lalu

Berbagai Pandangan “Era Baru Polri Dibawah …

Imam Kodri | 10 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: