Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Dr. Nugroho, Msi Sbm

Saya Pengajar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Semarang

Kartu Kredit Bukan Uang tapi Utang

OPINI | 08 April 2013 | 06:33 Dibaca: 249   Komentar: 0   0

Salah satu penemuan di bidang keuangan di jaman modern ini adalah kartu kredit. Di masyarakat kartu kredit sering disebut sebagi “uang plastik”. Tetapi betulkah sebutan itu? Menurut saya ada salah kaprah di sini. Ciri-ciri uang ada banyak, tetapi yang paling penting sebenarnya uang adalah asset (harta) bagi pemegang atau pemiliknya. Sedangkan kartu kredit adalah justru hutang atau kewajiban (liabilities) bagi pemegangnya.

Mungkin karena merasa bahwa kartu kredit adalah asset atau harta, maka banyak pemegang kartu kredit yang berbelanja menggunakan kartu kredit dengan jumlah yang besar. Dia baru merasa terbebani ketika tagihan kartu kreditnya datang.

Demikian juga banyak pemilik kartu kredit bangga bahwa dia memiliki banyak kartu kredit banyak. Padahal dengan begitu maka dia sebenarnya orang yang banyak berhutang. Memang kemudian muncul pembelaan bahwa orang yang diberi kredit adalah orang yang dipercaya sesuai dengan sal kata kredit yaitu dari bahsa latin “Credere” atau “Credo” yang artinya percaya. Tetapi pembelaan ini tampaknya terlalu naif karena banyak konglomerat besar yang tampilannya begitu hebat dan bank percaya ternyata kreditnya macet. Memang arti dipercaya di sini bisa banyak, bisa dalam arti kemampuan untuk membayar utang atau kredit, tetapi juga secara moral artinya dia menepati janji untuk membayar utangnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Tanggapan Rhenaldi Kasali lewat Twitter …

Febrialdi | | 23 September 2014 | 20:40

“Tom and Jerry” Memang Layak …

Irvan Sjafari | | 23 September 2014 | 21:26

Kota Istanbul Wajib Dikunjungi setelah Tanah …

Ita Dk | | 23 September 2014 | 15:34

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Habis Sudah, Sok Jagonya Udar Pristono …

Opa Jappy | 5 jam lalu

Jangan Sampai Ada Kesan Anis Matta (PKS) …

Daniel H.t. | 5 jam lalu

Mengapa Ahok Ditolak FPI? …

Heri Purnomo | 8 jam lalu

Apa Salahnya Ahok, Dimusuhi oleh Sekelompok? …

Kwee Minglie | 9 jam lalu

Join dengan Pacar, Siswi SMA Ini Tanpa Dosa …

Arief Firhanusa | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Modern atau Kampungan? …

Alfarizi | 9 jam lalu

Wayang Listrik dalam Panggung Teater …

Trie Yas | 9 jam lalu

Tolong, Jangan Rebutan Jersey Suarez! …

Rizal Marajo | 9 jam lalu

Kenapa Harus Wanita yang Jadi Objek Kalian?? …

Dilis Indah | 10 jam lalu

‘86’ Hati-hati Melanggar Hukum Anda …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: