Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Dr. Nugroho, Msi Sbm

Saya Pengajar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Semarang

Kartu Kredit Bukan Uang tapi Utang

OPINI | 08 April 2013 | 06:33 Dibaca: 252   Komentar: 0   0

Salah satu penemuan di bidang keuangan di jaman modern ini adalah kartu kredit. Di masyarakat kartu kredit sering disebut sebagi “uang plastik”. Tetapi betulkah sebutan itu? Menurut saya ada salah kaprah di sini. Ciri-ciri uang ada banyak, tetapi yang paling penting sebenarnya uang adalah asset (harta) bagi pemegang atau pemiliknya. Sedangkan kartu kredit adalah justru hutang atau kewajiban (liabilities) bagi pemegangnya.

Mungkin karena merasa bahwa kartu kredit adalah asset atau harta, maka banyak pemegang kartu kredit yang berbelanja menggunakan kartu kredit dengan jumlah yang besar. Dia baru merasa terbebani ketika tagihan kartu kreditnya datang.

Demikian juga banyak pemilik kartu kredit bangga bahwa dia memiliki banyak kartu kredit banyak. Padahal dengan begitu maka dia sebenarnya orang yang banyak berhutang. Memang kemudian muncul pembelaan bahwa orang yang diberi kredit adalah orang yang dipercaya sesuai dengan sal kata kredit yaitu dari bahsa latin “Credere” atau “Credo” yang artinya percaya. Tetapi pembelaan ini tampaknya terlalu naif karena banyak konglomerat besar yang tampilannya begitu hebat dan bank percaya ternyata kreditnya macet. Memang arti dipercaya di sini bisa banyak, bisa dalam arti kemampuan untuk membayar utang atau kredit, tetapi juga secara moral artinya dia menepati janji untuk membayar utangnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kata Jokowi, JK Keliru soal Tatto Susi …

Pepih Nugraha | | 22 May 2015 | 14:13

Ngintip Dapur Pembuatan “Tas …

Teberatu | | 22 May 2015 | 13:54

[MAKASSAR] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 15:48

Heran, Mengapa Saya Sangat Kecewa Dengan …

Aba Mardjani | | 22 May 2015 | 10:30

[JNE MEDAN] Kompasiana Blogshop & …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 15:09


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi Buat Apa Bangun Rel Kereta di …

Gunawan | 2 jam lalu

Pengakuan ibu termuda Inggris yang …

Ronny Noor | 10 jam lalu

Tindakan Kecil Ini Mampu Melelehkan Hati …

Cahyadi Takariawan | 10 jam lalu

Pantaskah Angel Pieters Di-bully? …

Andi Mirati Primasa... | 12 jam lalu

Kobar Meminta Kejujuran Jokowi …

Vito Adhityahadi | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: