Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Forexsignal88 Trader

Salam kenal rekan-rekan semua. Kami adalah Forex Trader dari ForexSignal88.Com.

Sekilas Forex: Tingkat Pengangguran Turun di Amerika Serikat, Waktunya Berpesta?

REP | 08 April 2013 | 12:43 Dibaca: 143   Komentar: 0   0

Jakarta, 08/04/2013. Pekan lalu memang merupakan pekan yang sarat dengan data-data ekonomi mulai dari pengumuman tingkat suku bunga di Inggris maupun Eropa dan yang paling besar adalah pengumuman tingkat pengangguran di Amerika Serikat. Tingkat pengangguran Amerika Serikat memperlihatkan perbaikan dari yang sebelumnya 7.7% turun menjadi 7.6%, tetapi apakah sekarang waktuya berpesta?

Tingkat pengangguran memang salah satu indikator yang paling penting dan menjadi acuan perbaikan ekonomi di suatu negara termasuk Amerika Serikat. Penurunan seperti yang terjadi pekan lalu seharusnya mengundang selebrasi tersendiri namun ternyata yang terjadi adalah sebaliknya. Penurunan ke 7.6% ini ternyata diakibatkan oleh sekitar 500,000 warga Amerika yang berhenti bekerja atau mencari pekerjaan lain sehingga tidak termasuk dalam hitungan secara resmi. Keadaan seperti ini tentunya bukan yang diharapkan oleh Federal Reserve. Penurunan tingkat pengangguran layaknya terjadi oleh karena banyaknya warga yang mendapatkan pekerjaan, ini adalah indikator yang valid bagi perbaikan ekonomi. Hal sebaliknya yang terjadi adalah ketika jumlah penambahan pekerjaan pada data Nonfarm Payroll yang ternyata semakin turun drastis. Pada Januari 2013 ada sebanyak 148,000 pekerjaan baru dan diikuti dengan kenaikan pada bulan Februari 2013 dengan penambahan sebesar 268,000 pekerjaan, namun pada bulan Maret 2013 hanya bertambah sebesar 88,000 pekerjaan. Ini artinya semakin sulit untuk mendapatkan pekerjaan untuk saat ini bagi warga AS.

Walhasil biarpun tingkat pengangguran turun namun dolar AS pun mendapat tekanan pada pekan lalu untuk turun. Index dolar AS turun dari level tertinggi di 83.500 ke level terendahnya di angka 82.270 dan pekan lalu diwarnai dengan meroketnya mata uang euro serta pound apalagi setelah masing-masing negara mempertahankan tingkat suka bunga yang sama. Memang data satu bulan yang buruk tidak bisa menjadi acuan begitu saja, data-data dikedepan penting untuk diperhatikan, namun arah perkembangannya yang tidak sesuai mulai menimbulkan tanda tanya. Amerika Serikat sudah mengalami krisis sejak akhir tahun 2007 dan sampai saat ini perkembangannya masih tersendat, pekerjaan pun sulit untuk didapat sekarang ini. Banyak perusahaan di AS yang menahan diri untuk menambah jumlah pekerja. Jumlah pekerjaan pada sektor retail telah turun sebesar 24,000 sedangkan pada sektor kantor pos turun sebesar 12,000.

Memang saat ini Amerika Serikat dengan dolar nya sedang menjadi favorit para investor dan dengan kenaikan signifikan sejak awal tahun index dolar AS masih berada di dalam trend naik sampai saat ini. Namun demikian apakah keadaan ini bisa terus berlangsung? Semakin buruknya data pekerjaan akan membuat Federal Reserve terus menjalankan program Quantitative Easing mereka dengan pembelian asset yang akan membuat dolar AS kembali tertekan. Kita ikuti terus perkembangan ekonomi dunia, sementara itu berikut adalah data-data ekonomi yang akan diumumkan pada pekan depan.

Data ekonomi pekan depan:

Market Eropa:

- German Industrial Production.

- French Industrial Production.

- ECB Monthly Bulletin.

- Italian 10-yr Bond,

- Euro Industrial Production.

- Eurogroup Meeting.

- ECOFIN Meeting.

Market Amerika Serikat:

- 10-yr Bond Auction.

- Federal Budget Balance.

- Import Prices m/m.

- Core Retail Sales m/m.

- PPI m/m.

- Retail Sales m/m.

- Core PPI m/m.

- Pidato Anggota FOMC Evans.

- Crude Oil Inventories.

- Pidato Anggota FOMC Bullard.

- Unemployment Claim.

- Pidato Chairman FED Bernanke.

- Pidato Anggota FOMC Rosengren.

- Business Inventories.

- Preliminary UOM Consumer Sentiment.

Market Australia:

- ANZ Job Advertisement.

- NAB Business Confidence.

- Wespac Consumer Sentiment.

- MI Inflation Expectation.

- Employment Change.

- Unemployment Rate.

Market Inggris:

- BRC Retail Sales Monitor y/y.

- RICS House Price Balance.

- Manufacturing Production m/m.

- Trade Balance.

- NIESR GD Estimate.

- Pidato Anggota MPC Tucker.

EURUSD

EURUSD pada pekan lalu ditutup dengan kenaikan yang signifikan dari harga low di angka 1.2745 dan melambung tinggi dengan mencapai harga tertinggi pada angka 1.3038. Kenaikan 293 poin pada pekan lalu ini diakibatkan penetapan suku bunga yang tetap sama pada 0.75%. Sebelumnya para analis berspekulasi akan adanya pemotongan suku bunga yang masih terbuka sampai ke level 0.5% namun demikian ternyata level 0.75% tetap dipertahankan. Dalam pidatonya presiden ECB Mario Draghi sempat mengutarakan resiko pelemahan euro lebih lanjut serta komitmen ECB untuk bertindak lebih jauh jika pelemhana tersebut terjadi. Namun demikian, pidato Mario Draghi kali ini dinilai investor tidak menunjukan kejelasan konkrit langkah apa yang akan diambil sehingga menyebabkan EURUSD kembali naik. Pada penutupan trading hari Jumat lalu, EURUSD kembali meroket, kali ini disebabkan oleh data ekonomi Nonfarm Payroll yang mengecewakan dari Amerika Serikat. Euro berhasil membanting dolar AS, yen maupun pound dengan kenaikan yang signifikan.

Posisi kami bagi EURUSD untuk pekan depan adalah Netral. Setelah kenaikan 293 poin pekan lalu EURUSD berpotensi untuk melakukan reversal namun demikian ada tingkat-tingkat resistance mingguan yang wajib ditembus terlebih dahulu. Resistance terdekat yang wajib dilalui adalah kisaran harga 1.3050 - 1.3070, jika EURUSD mampu menembus maka EURUSD berpotensi untuk rally ke kisaran harga 1.3160 - 1.3170. Secara teknikal EURUSD masih di dalam trendline dan sentimen bearish dan jika gagal menembus level-level resistance ada potensi untuk para seller kembali meramaikan pasar euro. Sementara itu koreksi kebawah juga berpotensi untuk terjadi setelah kenaikan panjang pekan lalu, level support akan ada di 1.3000 dan setelah itu akan ada support pada harga 1.2930.

XAUUSD

Performa Gold pada pekan lalu masih cukup mengecewakan. XAUUSD hanya sempat mencapai harga tertinggi pada angka $1603.80 dan para trader bullish harus menelan pil pahit ketika Gold jatuh ke harga $1539.90 pada pertengahan pekan lalu. Lemahnya minat terhadap Gold yang disertai dengan profit taking menjadi alasan para investor melepas posisi Gold mereka. XAUUSD baru kembali menggeliat setelah data Nonfarm Payroll muncul mengecewakan dimana XAUUSD meroket secara tiba-tiba dan ditutup pada level harga 1578.60.

Posisi kami untuk Gold adalah Bearish. XAUUSD masih di dalam trendline mingguan dan bulanan yang melemah. Acuan resistance pada harga $1600.00 harus mampu dilalui dan tetap berada diatas level tersebut untuk reversal menjadi bullish. Potensi reversal tetap terbuka jika momentum buruknya data NFP terus mempengaruhi minat beli Gold oleh para investor tetapi jika tidak, maka harga diskon akan kembali tersedia bagi Gold. Rekomendasi kami adalah bersabar untuk menemukan harga diskon yang baik untuk posisi buy dan siapkan ketahanan yang cukup bagi pergerakan XAUUSD yang bergejolak. Untuk support dibawah masih akan ada pada harga $1522.00 yang belum mampu dilalui bulan Desember 2012.

GBPUSD

GBPUSD kembali berjaya setelah naik dari level terendahnya pekan lalu di harga 1.5033 dan mencapai level tertinggi pada harga 1.5363. Kenaikan ini mulai terjadi ketika Bank of England kembali menetapkan suku bunga 0.5% untuk tetap sama dan tidak adanya pengumuman akan adanya stimulus baru memberikan nafas segar bagi pound untuk melaju keatas. Tambahan tenaga juga didapat dari buruknya performa NFP dari AS yang ikut menerbangkan GBPUSD sampai kepada level resistance mingguannya.

Posisi kami bagi GBPUSD bagi pekan depan adalah Netral. Kami akan melihat lebih jauh komitmen GBPUSD untuk melanjutkan kenaikannya pada pekan depan. Saat ini GBPUSD sudah naik cukup jauh sehingga potensi koreksi akan terjadi. Penting bagi GBPUSD untuk bergerak konsisten diatas 1.5320 dan menembus 1.5362 untuk menjadi bullish. Jika pekan depan mampu membawa pound menembus level resistance tersebut maka potensi rally keatas bisa sampai ke level harga 1.5525 - 1.5530.

AUDUSD

AUDUSD kembali gagal naik lebih tinggi. AUDUSD hanya berhasil mencapai level tertinggi yang sama persis seperti pekan lalu yaitu pada harga 1.0496 dan harus menelan pil pahit ambruk sampai ke level terendah pada harga 1.0354. Kendati Aussie menjadi andalan para investor ditengah buruknya performa mata uang lain, namun pekan ini berbeda ceritanya. Aksi profit taking mampu menghempaskan aussie seiring dengan membaiknya performa mata uang lainnya serta performa emas. Data buruk NFP tidak mampu membawa AUDUSD kembali naik.

Posisi kami bagi AUDUSD adalah Netral bagi pekan depan. Penurunan AUDUSD ini masih terlihat di dalam koridor koreksi. Level support yang menahan masih harus dilalui untuk kembali turun. Penting untuk AUDUSD melampaui 1.0355 dan terus berada di bawah level tersebut untuk reversal menjadi bearish. Secara teknikal, AUDUSD masih bisa kembali naik untuk mencobai level resistance 1.0500 yang masih gagal ditembus selama 2 pekan lalu. Pekan depan AUDUSD akan disibukan pada hari kamis dengan data-data pekerjaan dan tingkat pengangguran.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat! Surabaya Meraih Socrates Award …

Ilyani Sudardjat | | 17 April 2014 | 11:14

Warga Kecam Pemogokan Panitera …

Sutomo Paguci | | 17 April 2014 | 08:56

Fenomena Simon Santoso: Penerapan Teori XY? …

Yuniandono Achmad | | 17 April 2014 | 08:18

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 10 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 10 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 10 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 11 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: