Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Hendi Nukasep

Hidup hanya sekali, manfaatkanlah sebaik mungkin

Harga Emas Ambruk

REP | 13 April 2013 | 07:40 Dibaca: 977   Komentar: 17   1

13658132281466966431

www.inspirasi-usaha.com

Harga emas di pasaran Internasional pada perdagangan akhir pekan ini mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga mencapai titik terbawahnya sejak bulan Juli 2011 dengan mencetak rekor terendahnya  $1483.05 per toy ons. Para investor saat ini cenderung lebih memilih pasar ekuitas ditengah euforia terjadinya pemulihan ekonomi global meskipun masih dalam kategori sedang melambat.

Guncangan terhadap harga emas kali ini dipengaruhi pula oleh rencana penjualan kepemilikan emas oleh Siprus sebagai prasyarat untuk mendapatkan dana bantuan dari pihak troika  (ECB & IMF) sebagai salah satu langkah kebijakan dalam mengatasi krisis fiskalnya. Penurunan akan permintaan emas sangat terasa sejak kawasan Eropa diguncang krisis utang yang di mulai dari Yunani hingga merembet ke negara lainnya seperti Irlandia, Portugal, Spanyol, Itali dan terakhir Siprus.

Dalam beberapa hari terakhir ini sinyalemen akan penurunan emas telah disampaikan oleh spekulan kondang Geroge Soros bahwa keadaan ekonomi global sudah berubah, emas bukanlah sebagai sarana lindung nilai untuk investasi yang menarik ditengah menggeliatnya perekonomian raksasa Amerika.  Hal ini bisa dilihat dari beberapa indikator fundamental ekonomi AS yang telah menunjukan kenerja positif.  Secara mengejutkan  perekonomian AS akan membaik lebih cepat dari perkiraan, khususnya pelaku pasar dan investor emas yang masih berat melepas emas sebagai Safe Haven. Disisi lain, permintaan emas secara fisik oleh Cina dan India pun mengalami penurunan sehingga memicu likuidasi investasi emas.

Isu dominan yang turut serta menenggelamkan harga emas kali ini adalah ketidakjelasan sikap dari Bank Sentral Amerika  dalam hal ini Federal Reserve  AS, meskipun secara retorik telah berkomitmen akan melanjutkan kebijakan stimulusnya namun para pelaku pasar justeru menyikapi secara pesismis akan sikap Fed tersebut. Kebijakan moneter Federal Reserve bisa saja berubah di tahun ini apabila melihat perkembangan positif terhadap pemulihan ekonomi negara adidaya saat ini.

Dalam tulisan sebelumnya hati-hati-emas-terjun-bebas telah disinggung akan kemungkinan terperosoknya harga emas dipasaran Internasional.  Paradigma bahwa harga  emas akan selalu naik untuk jangka panjang nampaknya perlu dipertimbangkan lagi  bagi para investor yang selalu berhasrat membeli emas ketika menurun. Ada pepatah kuno dalam perdagangan derivative ini, “ ibarat sumur tanpa dasar ” yang artinya sulit untuk menentukan harga terendah bagi harga emas saat ini.

Sumber : http://www.bloomberg.com/news/2013-04-12/gold-heads-for-third-weekly-drop-on-outlook-for-reduced-stimulus.html

Nukasep3rut

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 5 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 6 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 7 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 9 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: