Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Elkana Lengkong

koresponden mingguan Makassar Press,koresponden majalah Mingguan DETIK, koresponden Harian Umum Media Indonesia,kontributor Lativi, kontributor tvOne, selengkapnya

Konglomerat Chairul Tandjung Investasi Dana Penyertaan ke PT Bank Sulteng Rp 92 M

REP | 13 April 2013 | 15:44 Dibaca: 329   Komentar: 0   0

13658420271282091575

Gedung Baru PT Bank Sulteng diresmikan Gubernur Sulteng Drs H Longky Djanggola MSi bertepatan hari ini Sabtu (13/4) HUT Provinsi Sulteng ke 49

PALU-Pengusaha Konglomerat Chairul Tandjung, menginvestasikan dananya  ke PT Bank Sulteng sebesar 30 persen  atau sekitar  Rp 92  miliar. Investasi dana pemiliki PT Bank Mega dan  Trans Corporation ini sebelumnya juga diinvestasikan kepada PT Bank Sulut di Manado.

Gubernur Sulawesi Tengah  Drs H Longky Djanggola MSi menyatakan sangat apresiasi terhadap perhatian pengusaha konglomerat Chairul Tandjung dalam menginvestasikan dananya di PT Bank Sulawesi Tengah. “Investasi diberikan Pak Chairul Tandjung , patut saya berikan apresiasi, karena mau menanamkan dana segar seiktar Rp 92 miliar  untuk PT Bank Sulteng” kata H Longky Djanggola disela-sela pengresmian gedung baru PT Bank Sulteng di Jalan Sultan Hasanuddin Palu Sabtu (13/4) .

1365842385522766815

Gubernur Sulteng Drs H Longky Djanggola MSi

Gubernur Longky Djanggola menepis, dugaan pengusaha konglomerat pemilik PT Bank Mega ini, kedepan akan menguasai saham PT Bank Sulteng. “Saya kira hal itu tidak mungkin terjadi, jika kedepan saham PT Bank Sulteng akan dikuasai Chairul Tandjung pengusaha konglomerat Trans Corporation . Sebab ada ketentuan Undang-Undang perbankan yang membatasi kepemilikan saham , sebab  Chairul Tandjung sendiri kepada saya menyatakan untuk mengharamkan dirinya guna mengusai saham PT Bank Sulteng” kata H Longky Djanggola.

Pengamat perbankan Aryanto SE menyatakan dana segar ditanamkan pengusaha konglomerat Chairul Tandjung ke PT Bank Sulteng demi kemajuan ekonomi daerah Sulawesi Tengah sangat menguntungkan daerah ini.

1365842579997520417

Aryanto SE pengamat perbankkan

“Kalau dari segi bisnis Pak Chairul Tandjung ingin memperluas jaringan bisnisnya dengan melakukan penyertaan modal usahanya ke PT Bank Sulteng dan juga PT bank Sulut, tanpa harus membuka kantor Cabang. Selain itu juga pengusaha konglomerat Choirul Tandjung juga ingin membangkitkan ekonomi di Sulawesi. Meskipun kita ketahui  beliau adalah  pemilik PT Bank Mega, namun dengan memberikan dana penyertaannya ke PT Bank Sulteng punya dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah Sulawesi Tengah ini” kata Aryanto SE.

Menurut Aryanto SE dengan masuknya investasi dari luar Sulawesi Tengah, seperti masuknya dana penyertaan Pak Chairul Tandjung ke PT Bank Sulteng akan menggerakan semua sistim perekonomian di daerah ini. Menyangkut  kepemilikan saham menurut pengamat perbankan Aryanto SE, sesuai Undang-Undang perbankkan kepemilikan saham BUMN, swasta tidak boleh melebihi 50 persen.

“Saya kira dengan kepemilikan dana penyertaan sebanyak 30 persen dilakukan oleh Pak Chairul Tandjung ke PT bank Sulteng, tidak mungkin kedepan saham PT Bank Sulteng akan dikuasai  Pak Chairul Tandjung yang juga  pemilik PT Bank Mega” Tegas Aryanto SE.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Situ Bungur dalam “CMORE” (HUT …

Agung Han | | 26 November 2014 | 07:13

Waduh! Denda 5000€ Untuk Rumah Bercat …

Gaganawati | | 26 November 2014 | 19:06

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | | 26 November 2014 | 17:39

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24



HIGHLIGHT

Pemuda Sebagai Ide …

Muhammad Handar | 8 jam lalu

Saatnya Import Substitution Strategy untuk …

Ahmad Mikail | 8 jam lalu

Jangan Bakar Jembatan …

Bonekpalsu | 9 jam lalu

Kios Pasar Pon Diperjual Belikan Oknum …

Fajar Agustyono | 9 jam lalu

Kuda-kuda yang Terluka …

Feri Sapran | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: