Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Edi V. Petebang

Sejak 1993 menggeluti dunia kepenulisan untuk berkontribusi bagi kecerdasan & keberdayaan masyarakat. kontak:epetebang@yahoo.com

Credit Union Makin Nyata Entaskan Kemiskinan

REP | 14 April 2013 | 15:11 Dibaca: 1088   Komentar: 1   0

Kehadiran koperasi, termasuk seperti credit union, terbukti mampu membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia. “Koperasi secara nyata berkontribusi dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Apalagi koperasi terbukti tahan banting dan mampu menghadapi badai krisis ekonomi,”ujar DR. HM. Suryo Respationo, Wakil Gubernur Kepulauan Riau dalam kata sambutannya pada pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Pusat Koperasi Kredit Badan Kordinasi Credit Union Kalimantan (Puskopdit BKCUK) di Hotel Pacific Palace, Batam, Kepulauan Riau (12/4).

Pendapat senada disampaikan Ignasius IK, Kadis Koperasi dan UKM Kalbar. “BKCUK adalah mitra Pemerintah Kalbar dalam mengentaskan kemiskinan. Tidak bisa dibantah, CU adalah penggerak perekonomian daerah,”ujarnya. Pemerintah Kalimantan Barat, tambah Ignasius, berharap agar insan-insan credit union mendirikan koperasi-koperasi sektor riil agar semakin banyak lagi menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan.

13659267692101878023

Pengurus, Pengawas BKCUK bersama sebagian peserta RAT.

Hasil nyata gerakan credit union dalam mengentaskan kemiskinan dapat dilihat dari semakin banyaknya orang yang menjadi anggota CU. “Dengan makin banyaknya orang bergabung CU berarti orang merasakan manfaat ber-CU,”jelas Marselus Sunardi, Ketua Puskopdit BKCUK. Sebab menurut Sunardi CU bukan semata-mata bisnis keuangan tetapi CU adalah sekolah kehidupan dimana anggotanya dituntut selalu solider, saling berbagi, bergotong-royong mewujudkan kesejahteraan yang erkeadilan. “Tidaklah baik kalau kita sejahtera sendiri saja,”jelasnya.

Menurut laporan pertanggungjawaban pengurus BKCUK, dalam tahun buku 2012 total anggota individu 380.700 orang; anggota CU primer 45 CU; asset Rp.4,1 triliun; pinjaman beredar Rp.3,1 triliun; dana cadangan Rp.118 miliar; saham anggota Rp 447 miliar; simpanan non saham Rp 3,1 triliun; pendapatan Rp 569 miliar; biaya Rp 542 miliar; sisa hasil usaha Rp 26 miliar.

BKCUK patut berbangga karena dari 100 koperasi terbesar di Indonesia versi Kementerian Koperasi dan UKM ada 14 CU dalam naungan BKCUK. Dalam tahun berikutnya BKCUK berharap makin banyak CU yang masuk 100 koperasi besar. Secara nasional BKCUK bertekad mensukseskan target nasional gerakan CU yakni 10 juta anggota dengan asset 100 triliun pada tahun 2020.

Menurut Frans Laten, General Manajer BKCUK, perkembangan pesat CU-CU dalam naungan BKCUK tersebut karena kerja keras pengurus, pengawas, manajemen; pelatihan-pelatihan keterampilan; melakukan invonasi; penerapan teknologi serta kerja sama yang baik antara CU primer dan sekunder.

Romanus Woga, Ketua Induk Koperasi Kredit Indonesia (Inkopdit) memberikan apresiasi yang tinggi kepada Puskopdit BKCUK yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan gerakan CU di Indonesia. “Puskopdit BKCUK adalah koperasi kredit sekunder terbesar di Indonesia. Semoga makin berkembang agar makin banyak orang sejahtera, semakin banyak rakyat miskin yang dientaskan,”papar Romanus dalam sambutannya pada pembukaan RAT. Romanus meminta gerakan CU agar menerapkan unitas, karitas dan veritas. Yakni CU harus bersatu dan bekerja sama, melayani anggota, dan berkeadilan.

Sebelum RAT yang bertemakan “Memperkokoh gerakan credit union Kalimantan berbasis komunitas menuju credit union sehat yang berkelanjutan” ini dilaksanakan lokakarya tentang penguatan kelembagaan, perempuan, pemuda dan IT, revisi anggaran dasar dan rumah tangga, serta sharing pengalaman. Sharing pengalaman menampilkan keberhasilan tiga CU besar dari Kalbar (CU Khatulistiwa Bakti), Kalteng (CU Betang Asi) dan Sulawesi Selatan (CU Sauan Sibarung).

RAT diikuti 400 orang peserta dan peninjau. Peserta adalah tiga orang utusan dari 45 CU (pengurus, pengawas, manajemen). Peninjau adalah calon anggota baru, unsur pengurus, pengawas dan manajemen CU, perwakilan dari Puskopdit Borneo, Univeritas Gunadharma, Universitas Putra Batam dan lainnya.

Secara umum program kerja pengurus tahun buku 2012 tercapai 75 persen dan menurut analisis PEARLS dikategorikan Sehat. Kinerja Pengurus BKCUK tahun buku 2012 selain diawasi dan dinilai pengawas internal tetapi juga diaudit oleh auditor independen dari kantor akuntan publik Sardjono Budi Sudahrnoto dan diaudit Indkopdit. Menurut ketiga lembaga pengawas/audit ini, selama tahun buku 2012 secara umum Puskopdit BKCUK dalam kondisi Sehat. “Menurut pendapat kami laporan keuangan Puskopdit BKCUK disajikan secara wajar dalam semua material, posisi keuangan Puskopdit BKCUK tanggal 31 Desember 2012 dan hasil usaha serta arus kas untuk tahun 2012 sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP),”tulis auditor independen dalam laporan tertulisnya.

BKCUK adalah satu-satunya credit union sekunder di Indonesia yang anggotanya tersebar di seluruh Indonesia. Yakni di Kalimantan Barat, Timur, Tengah, Jawa, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Papua, NTT. CU-CU tersebut adalah: Khatulistiwa Bakti, Stella Maris, Kingmi, Usaha Kita, Bonaventura, Tilung Jaya, Sabhang Utung, Pancur Dangeri, Kusapa, Jembatan Kasih, Filosofi Petani Panncur Kasih, Manteare, Betang Asi, Almendo, Daya Lestari, Mambuin, Sempekat Ningkah Olo, Sinar Saron, Femung Pebaya, Mototabian, Remaung Kecubung, Kasih Sejahtera, Sumber Rejeki, Mekar Kasih, Hati Amboina, Ndar Sesepok, Sauan Sibarrung, Likku Aba, Bahtera Sejahtera, Gerbang Kasih. Dalam RAT kali ini diterima dua CU baru sebagai anggota BKCUK. Yakni CU Muara Kasih (Pontianak) dan CUMI Pelita Kasih (Jakarta). Kalbar patut berbangga karena CU model Kalimantan ini diakui keberhasilannya dan dicontoh daerah lain.

Dalam misa penutupan RAT Uskup Pangkal Pinang Mgr.Hilarius Moa Nurak,SVD berpesan kepada pengurus, pengawas dan manajemen credit union agar tetap memprioritaskan menolong warga, komunitas basis agar mampu bangkit dari kemiskinannya. “Credit Union adalah bentuk nyata karya kita untuk kemanusiaan yang universal tanpa sekat-sekat perbedaan agama, suku, ras maupun golongan,”pesan Mgr.Hilarius.

Di berbagai tempat kehadiran CU terbukti mampu mengubah nasib seseorang menjadi lebih baik. Semoga semakin banyak orang yang menjadi anggota CU.***

Edi V.Petebang, dari Batam,Kepri

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Situ Bungur dalam “CMORE” (HUT …

Agung Han | | 26 November 2014 | 07:13

Waduh! Denda 5000€ Untuk Rumah Bercat …

Gaganawati | | 26 November 2014 | 19:06

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | | 26 November 2014 | 17:39

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Maaf Anang, Aurel Tak Punya Suara dan Aura …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

“Tamatan Malaysia” Rata-rata Sakit Jiwa …

Pietro Netti | 7 jam lalu

“Operasi Intelejen” Berhasil …

Opa Jappy | 7 jam lalu

Golkar Perlu Belajar ke PKS …

Puspita Sari | 7 jam lalu

Ini Kata Menpora Terkait Gagalnya Timnas …

Djarwopapua | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Let’s Moving On …

Tonggo Nababan | 7 jam lalu

Indonesia: Tim Medioker Asia Tenggara …

Agung Buana | 7 jam lalu

Gen Bahasa …

Zakiyatul Muti'... | 7 jam lalu

Istana Kadriah, Tempat Bersejarah di …

Juli Trisna Aisyah ... | 8 jam lalu

Kehilangan Istri di Kompasianival …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: