Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Pengertian Modal

REP | 28 April 2013 | 21:12 Dibaca: 8169   Komentar: 0   0

Pengertian Modal
Dengan ini perkembangan teknologi makin jauh spesialisasi dalam perusahaan serta juga makin banyaknya perusahaan-perusahaan yang menjadi besar, maka faktor produksi modal mempunyai arti yang lebih menonjol dalam kegiatan operasinya. Sebenarnya masalah modal dalam perusahaan merupakan persoalan yang tidak akan berakhir mengingat bahwa modal itu mengandung begitu banyak dan berbagai konsep dalam hubungan dengan penggunaannya.

Untuk lebih mengetahui tentang rnodal dikemukakan beberapa pengertian modal sebagai berikut .
“Modal merupakan sejumlah dana yang menjadi dasar untuk mendirikan suatu perusahaan, perusahaan menggunakan dana ini untuk membelanjai aktivitas perusahaan dalam menghasilkan produk barang dan jasa”.

Pada pengertian tersebut di atas kita melihat bahwa modal sangat berperan dalam suatu perusahaan dan perusahaan yang baru berdiri membutuhkan modal untuk aktivitas perusahaan tersebut.

Sebagaimana lazimnya suatu perusahaan akan mengikuti perkembangan dari masa ke masa, maka pasti akan menggunakan suatu cara dalam mengikuti perkembangan tersebut untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan sesuai dengan perencanaan sebelumnya.

“Modal merupakan hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditunjukkan dalam pos modal (modal saham) surplus dan laba yang ditahan, atau kelebihan nilai aktiva yang dimiliki oleh perusahaan terhadap seluruh hutang-hutangnya”.

Dari uraian yang telah dikemukakan di atas, maka jelaslah, bahwa modal adalah dana untuk suatu awal mendirikan sebuah perusahaan dan dana tersebut pula digunakan untuk aktivitas perusahaan dan merupakan bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan atau dikuasai sepenuhnya oleh pemilik perusahaan tersebut.

b. Pengertian Modal Kerja
Setiap perusahaan selalu membutuhkan modal kerja untuk membelanjai operasinya sehari-hari, misalnya untuk memberikan persekot pembelian bahan mentalr, membayar upah buruh, gaji hutang yang segera harus dibayar, maka pada konsep kualitatif ini pengertian modal kerja juga dikaitkan dengan besarnya jumlah utang lancar atau hutang yang segera harus dibayar.

Dengan demikian maka sebagian dari aktiva lancar ini harus disediakan untuk memenuhi kewajiban financial yang segera harus dilakukan, dimana aktiva lancar ini, tidak boleh digunakan untuk membiayai operasi perusahaan untuk menjaga likuiditasnya, oleh karenanya maka modal kerja menurut konsep ini adalah sebagian dari aktiva lancar yang benar-benar dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan tanpa mengganggu likuiditasnya, yaitu merupakan kelebihan aktiva lancar di atas utang lancar, jadi modal kerja dalam pengertian ini disebut modal kerja netto (working capital).

Konsep Fungsional
Konsep ini merupakan konsep terakhir dari ketiga konsep yang berdasarkan pada fungsi dalam menghasilkan (income). Karena pada setiap dana yang dikerjakan atau digunakan dalam perusahaan adalah dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan, mengingat bahwa dana yang digunakan seluruhnya, hanya sebagian dana untuk digunakan beroperasi dalam suatu periode accounting yang seluruhnya langsung menghasilkan pendapatan bagi periode tersebut, dan sebagian dana tersebut digunakan selanra periode tertentu, akan tetapi seluruhnya digunakan untuk menghasilkan.

Pengertian modal kerja terhadap dua konsep, modal kerja bersih dan modal kerja kotor.
a. Konsep modal kerja bersih (net working capital)
Konsep ini merupakan perbedaan nilai uang antara aktiva lancar dan kewajiban jangka pendek, ini adalah salah satu pengukuran untuk melihat sejauh mana perusahaan terlindung dari masalah likuiditas.
b. Konsep modal kerja kotor (gross working capital)
Konsep ini mendasarkan tentang administrasi berbagai aktiva lancar perusahaan yaitu, kas dan surat-surat berharga (efek dan sekuritas) yang diperjualbelikan, piutang dan persediaan serta pendanaan (terutama kewajiban jangka pendek (yang dibutuhkan untuk mendukung aktiva lancar).

Dengan demikian pada ketiga konsep tersebut di atas, bahwa setiap konsep mempunyai suatu titik tumpuan atau dengan lain hal mempunyai masing-masing fungsi yang saling berkaitan yang satu sama lain. Jadi modal kerja yang digunakan dalam operasi perusahaan masih aktif menjalankan kegiatannya.

Jadi pengertian modal kerja menurut ketiga konsep tersebut ini adalah dana yang diperlukan oleh perusahaan dalam periode akuntansi yang dapat menghasilkan pendapatan pada periode tersebut dan penggunaan dana tersebut sesuai dengan tujuan utama didirikannya perusahaan.

Secara umum modal kerja adalah keseluruhan daripada aktiva lancar yang digunakan dalam operasi perusahaan sehari- hari, seperti persekot pembelian bahan baku, pembayaran upah/gaji pegawai, buruh dan sebagainya, hal mana dana yang telah dikeluarkan kembali untuk masuk ke dalam perusahaan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama dalam melalui hasil penjualan perusahaan. Hal tersebut sejalan dengan apa yang dikemukakan berikut ini :

“Untuk suatu perusahaan yang baru saja dimulai, modal kerja dapat digambarkan sebagai pengeluaran yang bukan untuk harta tetap baik langsung maupun tidak langsung yang harus dikeluarkan terus menerus sebelum hasil penjualan dapat ditagih dan diterima dari langganan. Jadi modal kerja sebelumnya merupakan jumlah yang terus menerus menjembatani antara saat pengeluaran uang untuk memperoleh uang (jasa) dengan saat penerimaan penjualan.

Berdasarkan hal tersebut menunjukkan bahwa periode modal kerja sebenarnya dimulai dari saat kas diinvestasikan dalam komponen-komponen modal kerja sampai saat menjadi uang kas kembali, makin pendek terikatnya modal kerja berarti makin lama waktu terikatnya modal kerja.

Untuk mengetahui secara pasti berapa jumlah modal kerja yang terbaik bagi perusahaan, maka tidak dapat diberikan gambaran secara pasti, namun untuk memberikan gambaran tentang modal kerja yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan, maka berikut ini  beberapa faktor yang mempengaruni jumlah modal kerja sebagai berikut :
1. Sifat Umum atau Tipe perusahaan
Modal kerja yang dibutuhkan perusahaan jasa (public utility) relative rendah harena investasi dalam persediaan dan piutang pencairannya menjadikan relative cepat. untuk beberapa perusahaan jasa tertentu malahan langganan membayar dimuka sebelum jasa dinikmati. Proporsi modal kerja dari total aktiva pada perusahaan jasa relative kecil berbeda dengan perusahaan industri, investasi dalam aktiva lancar cukup besar dengan tingkat pertukaran persediaan dan piutang relative rendah.
2. waktu yang diperlukan untuk memproduksi atau mendapatkan barang dan ongkos produksi perunit atau hanya beri per unit barang itu. Makin panjang waktu yang diperlukan untuk memproduksi barang atau untuk memperoleh barang makin besar kebutuhan akan modal kerja.
3. Syarat Pembelian
Syarat kredit pembelian barang dagang atau bahan baku akan mempengaruhi besar kecilnya modal kerja.
4. Tingkat Perputaran persediaan
Semakin sering persediaan diganti (dibeli dan dijual kembali) maka kebutuhan modal kerja yang ditanamkan dalam bentuk persediaan (barang) akan semakin rendah.
5. Tingkat Perputaran piutang
Kebutuhan modal kerja juga tergantung pada periode waktu yang diperlukan untuk mengubah piutang menjadi kas apabila piutang terkumpul dalam waktu pendek berarti kebutuhan akan modal kerja menjadi semakin rendah atau kecil
6. Pengaruh Konjungtur (bussiness cycle)
Perusahan cencerung memberi barang lebih banyak memanfaatkan harga yang masih rendah, ini berarti perusahaan memperbesar peningkatan jumlah persediaan membutuhkan modal kerja lebih banyak.
7. Derajat Resiko
Derajat resiko kemungkinan menurunnya harga jual aktiva jangka pendek menurunnya nilai riil dibanding dengan harga buku dari surat-surat berharga, apabila resiko kerugian ini semakin besar berarti diperlukan tambahan modal kerja untuk membayar bunga atau melunasi utang iangka pendek yang sudah jatuh tempo.
8. Pengaruh Musim
Perusahaan yang dipengaruhi oleh musim membutuhkan jumlah maksimum modal kerja untuk periode relatif pendek.
9. Credit Rating dari perusahaan
Jumlah modal kerja dalam bentuk kas termasuk surat-surat berharga yang dibutuhkan perusahaan untuk membiayai operasinya tergantung pada kebijaksanaan penyediaan kas.

Seperti yang telah dikemukakan bahwa modal kerja adalah merupakan dana yang tertanam dalam perusahaan dalam bentuk kas bank, piutang, persediaan dan efek, untuk keempat komponen dari aktiva lancar ini akan diuraikan berikut ini :

a. Kas / Bank
Kas adalah uang yang ada dalam kas perusahaan, dan di bank dimana setiap saat dapat diambil bilamana diperlukan. Kas adalah merupakan komponen dari modal kerja yang paling likuid.

b. Piutang
Salah satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan perusahaan maka, sebagian perusahaan menempuh kebijaksanaan penjualan secara kredit, penjualan secara kredit menimbulkan piutang bagi perusahaan dan utang bagi pihak yang membeli. Piutang merupakan salah satu komponen modal kerja yang senantiasa terputus dalam rangkaian perputaran modal kerja.

c. Persediaan
Persediaan merupakan komponen modal kerja yang dalam keadaan berputar serta senantiasa mengalami perubahan sesuai dengan volume produksi/pembelian dan volume penjualan perusahaan.

d. Efek
lnvestasi dalam efek dimaksudkan untuk menjaga likuiditas dan sekaligus untuk meningkatkan profitabilitas yaitu dengan menanamkan dana yang lebih besar ke dalam surat-surat berharga.

Untuk utang lancar terdiri dari wesel bayar, utang usaha, utang bank, utang bunga, utang biaya. Dari keempat komponen hutang lancar ini akan diuraikan berikut ini:

a) Wesel Bayar
Merupakan hutang yang memakai bukti-bukti berupa kesanggupan untuk membayar pada tanggal tertentu.
b) Utang Usaha
Utang usaha adalah utang-utang yang timbul dari pembelian barang dagangan atau jasa.
c) Utang Bank
Merupakan pinjaman dari bank dengan ketentuan pinjaman tersebut merupakan kewajiban perusahaan
yang harus dilunasi dengan bunganya dan juga harus mempunyai jaminan kepada Bank
d) Utang Biaya
Yang disebut utang biaya adalah biaya-biaya yang sudah menjadi beban tetapi belum dibayar, misalnya utang gaji, utang bunga dan lain-lain.

Sesuai dengan pengertian modal kerja seperti diuraikan di atas, maka tersedianya modal kerja yang segera dapat digunakan dalam kegiatan perusahaan setiap hari tergantung dari masing-masing sifat komponen aktiva lancar dan utang lancar.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Berburu Gaharu di Hutan Perbatasan …

Dodi Mawardi | | 29 November 2014 | 11:18

Jokowi Tegas Soal Ilegal Fishing, …

Sahroha Lumbanraja | | 29 November 2014 | 12:10

Menjadikan Produk Litbang Tuan Rumah di …

Ben Baharuddin Nur | | 29 November 2014 | 13:02

Kartu Kredit: Perlu atau Tidak? …

Wahyu Indra Sukma | | 29 November 2014 | 05:44

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Jangan Tekan Ahok Lagi …

Mike Reyssent | 6 jam lalu

Ibu Vicky Prasetyo Ancam Telanjang di …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

Pak Jokowi, Dimanakah Kini “Politik …

Rahmad Agus Koto | 7 jam lalu

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 10 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pulau Penyengat, Pulaunya Masjid Raya Sultan …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu

Gerdema: Saatnya Desa Mandiri, Saatnya Desa …

Amelya I. Fatma R. | 8 jam lalu

Selingkuh …

Mamang Haerudin | 8 jam lalu

Miskonsepsi: Fasilitator Pendidikan vs Orang …

Zuhda Mila Fitriana | 8 jam lalu

Analisis Dua Cerita Ulang Imajinatif: Asal …

Astari Kelana Hanin... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: