Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Rahmat Febrianto

Blogger dan siswa; @rfebrianto; 2eyes2ears.blogspot.com

Texstar Oil, akankah menjadi ladang penipuan selanjutnya?

REP | 24 May 2013 | 16:16 Dibaca: 2655   Komentar: 12   2

Artikel ini dipenuhi oleh tautan (link) dan gambar. Dianjurkan untuk membaca dari komputer, bukan smartphone, untuk mendapatkan gambaran utuh.

——————-

Virgin Gold Mining Corporation (VGMC) yang telah menghisap triliunan uang rakyat Indonesia tinggal menunggu hari. Pada Oktober 2012 lalu mereka secara resmi menghentikan pemberian dividen kepada pemegang saham preferen konvertibel (CPS Gold). Mereka, konon, mengalihkan saham itu ke sebuah perusahaan baru, Asia Gold Mining Corporation (asiagoldmining.com) dengan alasan akan ditawarkan secara perdana di pasar modal (IPO).Proses peralihan ini pun penuh dengan kejanggalan, misalnya 1000 lembar CPS Gold hanya dihargai satu saham biasa AGMAC plus “diberi bonus” dengan 1000 opsi saham AGMAC. Intinya, investor mesti membeli lagi saham mereka ke AGMAC.

VGMC sendiri kemudian berkonsentrasi hanya memasarkan CPS Platinum dan CPS Silver (efektif Maret 2013). Cukup banyak orang masuk ke dua saham ini.

Singkat cerita, IPO CPS Gold tiba-tiba dipercepat menjadi tiga bulan lagi dari May ini–baca artikel saya ini (#1, #2, #3) untuk tahu bahwa IPO Gold itu hanya sebuah lelucon. Penjelasan itu sendiri belum memasukkan fakta bahwa hingga saat saya menulis ini belum ada laporan keuangan yang diterbitkan oleh AGMAC.

Di bulan May juga ada peristiwa kedua sehubungan dengan VGMC, yaitu batalnya pencairan dividen bulanan investor CPS Platinum dan Silver. Sebagian dari kami di komunitas korban VGMC menduga bahwa keterlambatan (kalau bukan pembatalan) itu berhubungan kegagalan VGMC/AGMAC untuk meyakinkan para investor CPS Gold untuk menyetorkan dana ke AGMAC untuk menebus opsi saham yang ditawarkan AGMAC sejak akhir tahun lalu. Harga per opsi untuk satu saham adalah, CMIIW, $0.58.

Keragu-raguan investor dengan rencana AGMAC yang akan IPO itu disebabkan oleh banyak hal-salah satunya bisa dibaca di sebuah blog anggota grup komunitas di atas. Keraguan-raguan itu juga menurut kami yang menyebabkan uang tunai di AGMAC/VGMC untuk membayar dividen Platinum dan Silver menjadi kering. Sebagai informasi, setelah grup komunitas korban itu didirikan, edukasi kami, alhamdulillah, membuat orang terbuka matanya dengan penipuan money game ini.

Namun, yang tetap menutup mata juga tidak sedikit. Kami menemukan kemudian bahwa sekitar grup beranggota 300-an orang (mantan) pemain di VGMC telah bergabung ke dalam komunitas baru dan telah dimulai langkah-langkah pemasarannya. (Sebenarnya pemain money game asli telah lama juga beralih ke berbagai HYIP atau money game yang lain.) (Yang patut diduga) Money game itu bernama TESXTAR OIL COMPANY.

Apa itu TexStar

Perusahaan ini mengaku berbasis di Dallas Texas (alamat kantor pusat: Dallas Headquarters: 5910 N. Central Expressway Dallas. Texas 75206, Phone: 214-855-0808, Fax: 214-855-0817, Email: info@texstaroil.com.) Area operasi meliputi Texas, Louisiana, dan Oklahoma.

Bagian lain dari situs itu tidak ada yang istimewa. Informasinya tidak seluas informasi yang bisa kita dapatkan dari perusahaan minyak lain seperti ExxonMobil atau ConocoPhillips. Yang sedikit membuat saya tersenyum adalah bagian Visi dan Misi perusahaan. Saya periksa bagian ini ke copyscape.com dan mengingatkan saya kembali kepada temuan yang serupa ketika memeriksa vgmc.com. Halaman itu berisi contekan dari situs-situs lain (ada yang 76% kemiripan).

Mengapa, ya? Saya teringat pada temuan yang serupa ketika memeriksa konten situs vgmc.com.

Informasi lain yang perlu diperiksa adalah apakah benar perusahaan ini adalah sebuah perusahaan tambang minyak yang berbasis di Texas? Sebelum ke sana, saya mau lompati dulu dan akan bahas di bawah, TexStar mengklaim dirinya terdaftar di NASDAQ OTC BB. Oke, dengan demikian kalau diperiksa di situs Nasdaq, maka seharusnya nama perusahaan itu ada, dong?

Pencarian menurut wilayah negara bagian Texas tidak bisa menunjukkan adanya sebuah perusahaan bernama TexStar Oil Company. Demikian juga pencarian berdasarkan industri (energi). Baru setelah pencarian menggunakan ticker symbol TEXS (berganti dari TEXSE) saya menemukan perusahaan itu di situs Nasdaq.

Berikut adalah stock chart-nya dari setahun yang lalu.

136936147819652862

http://www.nasdaq.com/symbol/texs/

Ringkasan perubahan harga dan volumenya selama satu bulan terakhir.

13693617011688298368

http://www.nasdaq.com/symbol/texs/

1369361733220600232

http://www.nasdaq.com/symbol/texs/

Ketiga grafik itu mengindikasikan bahwa saham perusahaan ini tidaklah aktif diperdagangkan.

Apakah benar TexStar Oil terdaftar di NASDAQ?

Kalau kita melakukan pemeriksaan seperti yang saya lakukan di atas, maka benar bahwa TexStar terdaftar di sana. Ticker symbolnya TEXS (berganti dari TEXSE ketika awal bulan May ini saya periksa). Dan kalau memang demikian, maka informasi keuangannya akan tersedia di SEC. ‘

Berikut adalah laporan kuartal pertama TEXS. Sebagai informasi, pada akhir tahun 2012, TexStar tidak bisa melaporkan laporan keuangan tahunannya ke SEC.

Di laporan kuartal I itu terlihat (tidak diaudit) bahwa aset atau harta Texstar bernilai USD 0, alias tidak ada. Mungkin ini disebabkan oleh perusahaan masih pada tahap pengembangan (development stage).

1369364343342335974

http://www.sec.gov/Archives/edgar/data/814920/000101054913000375/texstar10q033113.htm

Yang “menarik” dari sejarah TexStar ini adalah siapa perusahaan ini sebelumnya. Ini baru saya ketahui ketika saya membuka file 8K tertanggal 22 Februari 2013 dengan nomor file 000-16974 yang akan membawa anda ke halaman lain, yaitu sebuah perusahaan bernama Bonamour Pacific Inc. Informasi tentang ini sebenar bisa dilihat di halaman informasi yang sebelumnya jika bagian atas laman itu diperhatikan baik-baik.

Jadi riwayat perusahaan bernama TexStar tersebut adalah seperti di bawah ini

1369365928864091165

http://www.sec.gov/cgi-bin/browse-edgar?action=getcompany&CIK=0000814920&owner=exclude&count=40&hidefilings=0

Jadi, sebelum bernama TexStar, ia adalah Bonamour Pacific Inc (hingga 22 Februari 2013), sebelumnya bernama Millenia Inc (hingga 29 Agustus 2011), dan paling mula bernama SOI Industries Inc (hingga 14 Februari 1997).

Mungkin karena usianya yang masih beberapa bulan itulah makanya namanya tidak saya temukan di daftar perusahaan di Texas dan di dalam industri energi yang ada di AS? Saya tidak tahu.

Benarkah TexStar terdaftar di NASDAQ?

Anda bisa memeriksa setiap perusahaan yang terdaftar di Nasdaq dengan memasukkan ticker symbol ke dalam baris pencarian, dalam hal ini berarti TEXS. Hasil pencariannya menunjukkan tampilan ini.

136936657869655638

http://www.nasdaq.com/symbol/texs/real-time

Perhatikan kotak merah di bawah itu. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya saham TexStar adalah kelompok saham yang diperdagangkan di OTC BB. Sesuai dengan keterangan di Yahoo Finance.

Saat ini sudah ada klaim dari orang-orang yang mulai memasarkan “paket investasi” di Texstar ini. Jika VGMC tidak bisa membuktikan bahwa mereka bisa mendaftar ke bursa efek, maka TexStar diklaim telah terdaftar di bursa efek.

Jadi, apakah benar TexStar telah terdaftar di bursa di AS?

Benar!

Benarkah di Nasdaq atau bursa nasional di AS yang lain?

Tidak benar. Mereka terdaftar di Over the Counter Bulletin Board (OTC BB).

Lalu apakah itu OTC BB? Dan apakah Nasdaq dan OTC BB berhubungan?

Di situs ini jelas dikatakan bahwa NASDAQ dan OTC BB tidak berhubungan. Di situs OTC BB sendiri ditegaskan bahwa OTC BUKAN bagian dari Nasdaq maupun bursa nasional AS yang lain. Jadi jelas bahwa TexStar tidak terdaftar di bursa nasional AS namun hanya di OTC BB.

Apa itu OTC BB dan apa perbedaan dengan bursa lain?

Pertama, di OTC BB tidak ada kewajiban penyampaian informasi kepada Nasdaq maupun FINRA. Namun, memang perusahaan seperti TexStar tetap harus menyampaikan informasi keuangan kepada SEC karena telah menjual saham kepada publik. Laporannya (dan pendahulunya) ada di sini.

Kedua, kewajiban yang harus dijalani oleh perusahaan di OTC BB sangat sedikit dibandingkan dengan yang terdaftar di bursa seperti Nasdaq maupun NYSE. Misalnya, sebuah perusahaan harus memiliki beberapa komite, seperti komite audit, komite penominasian, dan komite kompensasi–yang diwajibkan oleh Sarbanes-Oxley Act bagi perusahaan publik. TexStar tidak memilikinya.

Saya kutip dari 10K (laporan tahunan) TexStar sebagai bukti (penebalan oleh saya),

Board Committees and Financial Expert
The Company does not currently maintain separate audit, nominating or compensation committees.  When necessary, the entire Board of Directors performs the tasks that would be required of those committees. Furthermore, we do not have a qualified financial expert serving on the Board of Directors at this time, because we have not been able to hire a qualified candidate and we have inadequate financial resources at this time to hire such an expert.
Jadi, fungsi governance yang sangat penting itu dilaksanakan oleh dewan komisaris (ekuivalen dengan board of directors di AS). Pengakuan yang lain adalah bahwa mereka tidak memiliki seorang ahli keuangan di dalam dewan komisaris. Cukup mengejutkan.
Mari kita tengok siapa yang duduk di Dewan Komisaris (Board of Directors) yang menjalankan fungsi governance dan  yang tidak memiliki keahlian keuangan itu. Gambar berikut diambil dari Bloomberg Businessweek yang cukup bisa dipercaya.
1369382341561546583

http://investing.businessweek.com/research/stocks/private/board.asp?privcapId=58212788

Dan ini jajaran manajemennya

1369382615583628629

http://investing.businessweek.com/research/stocks/private/people.asp?privcapId=58212788

Perhatikan bahwa Halsey (35 tahun) menjabat banyak posisi di perusahaan tersebut: CEO, PFO, PAO, Sekretaris Perusahaan, dan (secara otomatis) Komisaris (Director).  Pertanyaannya, jika Halsey adalah PAO (direktur akuntansi), mengapa perusahaan mengaku bahwa mereka tidak memiliki seorang ahli keuangan di dalam dewan komisaris?

Sebagai perbandingan dengan informasi yang ada di situs (http://www.texstaroil.com/about-us/our-team/) ada perbedaan antara informasi siapa yang menjadi presiden (Jeff Jacobson) dan CFO (Dean Jensen) menurut informasi di situs dengan laporan 10K di atas.

Simpulan yang bisa kita dapatkan di bagian ini adalah:

  1. Tidak benar bahwa TexStar terdaftar di Nasdaq, yang benar hanya di OTC BB.
  2. OTC BB sendiri bukanlah bursa yang teregulasi seperti NYSE, Nasdaq, bahkan Bursa Efek Indonesia.
  3. Praktik corporate governance tidak menjadi hal mutlak diterapkan di perusahaan yang terdaftar di OTC BB, makanya TexStar seakan-akan dikelola hanya oleh satu orang saja.
  4. Perusahaan-perusahaan di OTC BB bukanlah perusahaan besar maupun stabil, sangat berisiko, dan kemungkinan besar tidak pernah bisa masuk ke bursa utama. Dalam hal ini berarti GAGAL masuk ke NYSE atau Nasdaq. Sumber dari sini.

Apakah salah berinvestasi di TexStar?

Hingga di sini tidak ada yang salah dengan berinvestasi di TexStar. Tidak ada larangan berinvestasi di perusahaan manapun asalkan anda paham dengan risiko. Nah, maksud dengan paham dengan risiko ini bukan berarti bahwa anda harus rela kalau rugi saja, namun anda harus diberikan dan mendapat semua informasi yang anda butuhkan agar anda bisa membuat pertimbangan yang matang. Kalau semua informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan telah diberikan kepada anda, maka barulah anda bisa dikatakan siap menerima risiko. Kalau tidak demikian, maka anda hanya terjerumus ke dalam sebuah penipuan investasi.

Penipuan investasi?

Saya khawatir memang demikian. Saya memang tidak menemukan informasi tentang dugaan praktik money game/ponzi scheme dari situsnya. Informasinya sangat minim. Namun, informasi tentang indikasi itu beredar. Salah satunya di slideshare.net.

Indikasi itu ditunjukkan oleh gambar-gambar berikut ini.

13693841881077019841

http://www.slideshare.net/nidzamdotcom/tex-star-opportunity-presentation-v031813

13693842511988232739

http://www.slideshare.net/nidzamdotcom/tex-star-opportunity-presentation-v031813

1369384314763400473

http://www.slideshare.net/nidzamdotcom/tex-star-opportunity-presentation-v031813

13693843921603714103

http://www.slideshare.net/nidzamdotcom/tex-star-opportunity-presentation-v031813

Bagi anda, pembaca, yang telah pernah memperhatikan skema ponzi atau money game, misalnya ECMC, VGMC, atau yang lain, maka skema tidaklah asing bagi anda.

Grup yang saya sebut di atas, diduga berisi investor (atau setidaknya orang yang pernah diprospek atau ditarik) VGMC dan sedang beralih ke skema ponzi di atas. Saya tidak mengatakan bahwa semuanya akan masuk ke sana, namun jika itu benar, maka kita akan melihat penipuan berikutnya. VGMC telah mencuri uang triliunan rupiah. Sebagian dari pemain memang meningkat kemakmurannya, namun itu semua mengorbankan banyak orang lain.

Hingga hari ini nasib uang investor CPS Gold di AGMAC tidak ada kejelasan. Informasi akan adanya IPO sebelum akhir tahun ini sangat mungkin sebuah kebohongan mengingat bahwa perusahaan tersebut hingga hari ini tidak memiliki laporan keuangan. Selain itu, kekacauan pembayaran dividen CPS Platinum dan CPS Silver di awal bulan ini di seluruh Asia (jika tidak ingin dikatakan di seluruh dunia), mengindikasikan bahwa besar kemungkinan VGMC telah tamat.  Dana entah-berapa-milyar rupiah hilang di sana.

Kita semua adalah faktor penentu apakah kita akan membiarkan saudara kita kembali tertipu atau tidak. Jika anda peduli, mari kita cegah dan hentikan penipuan ini dan penipuan yang lainnya.

Ada dua file yang bisa jadi bahan bacaan. Bahan ini pernah diedarkan di grup korban VGMC.

Akhir kata, artikel ini bebas untuk disalin-dan-rekat (copy and paste) oleh siapapun.

RtF

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Memotret Kinerja Warga Kubangwungan …

Roselina Tjiptadina... | | 21 December 2014 | 22:08

Kejutan Tingkah Polah Remaja di Lokasi …

Dhanang Dhave | | 22 December 2014 | 11:47

Rimba Beton dalam Labirin Kota …

Ratih Purnamasari | | 22 December 2014 | 11:25

Drama Proyek Jembatan Linggamas …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 12:32

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Evan Dimas, Tengoklah Chanathip ‘Messi …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Ibu Melemparku ke Tiga Benua …

Sunaryoadhiatmoko | 10 jam lalu

Hari Ibu Selow Aja …

Ifani | 11 jam lalu

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 19 jam lalu

Karena Gede Pasek, SBY Akan Terus Berjaya …

Giri Lumakto | 19 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: