Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Irwan Reinhard Hutagalung

Kelahiran Bengkulu, 6 Agustus 1993. Domisili Medan. Anak kuliahan. Seorang Kristen yang patuh. Penggemar dan selengkapnya

Demo Kenaikan BBM, Efektifkah?

OPINI | 16 June 2013 | 09:27 Dibaca: 350   Komentar: 2   1

Demo Kenaikan BBM, Efektifkah?

Pemerintah berencana untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tanggal 17 Juni 2013 besok. Rencana kenaikan ini menuai berbagai pro dan kontra di masyarakat. Masyarakat yang pro, menilai memang sudah seharusnya pemerintah menaikkan harga BBM untuk meminimalisir nilai subsidi pada golongan “berduit”. Namun kalangan yang kontra menilai, rencana kenaikan BBM ini hanya akan semakin menambah beban masyarakat golongan “susah”. Ya, memang dengan naiknya harga BBM, harga seluruh kebutuhan sehari-hari masyarakat tentu akan meningkat, misalnya saja sembako. Bahkan di beberapa daerah di Indonesia, harga sembako sudah mulai meningkat sebelum harga BBM resmi dinaikkan oleh pemerintah.

Berbagai cara ditempuh oleh para massa yang menolak rencana kenaikan harga BBM ini, salah satunya dengan menggelar aksi demonstrasi. Hampir di seluruh wilayah Indonesia, sering digelar aksi demo menyoal masalah ini. Mulai dari golongan anak-anak, remaja sampai golongan tua rela turun ke jalan untuk menentang rencana pemerintah ini. Mulai dari mendatangi kantor DPRD kabupaten/kota dan DPRD provinsi dengan semangat mereka lakukan demi membatalkan rencana menaikkan harga BBM ini. Namun ada satu hal yang perlu para demonstran pahami, apakah tindakan demonstrasi mereka akan didengarkan atau seminimal-nimalnya akan dipertimbangkan oleh para wakil rakyat?

Ya, kebanyakan para demonstran tidak pernah memikirkan sampai sejauh itu. Satu hal yang selalu demonstran pikirkan adalah bagaimana mereka bisa mewujudkan aspirasi mereka di depan para wakil rakyat. Dan apa tanggapan para wakil rakyat saat massa menggelar demo di depan kantor “kebanggaan” mereka? Adakah para wakil rakyat tersebut keluar kantor mereka untuk menemui para demonstran yang tengah berapi-api menyuarakan aspirasi mereka? Sangat jarang!! Hanya satu dua wakil rakyat yang menaruh respon kepada para demonstran. Lho, wakil rakyat yang lain mana? Entahlah.

Dari tindakan wakil rakyat tersebut, sebenarnya dapat kita simpulkan kalau demonstrasi untuk menentang kenaikan harga BBM ini hanya akan bersifat nihil, karena memang para pemimpin, para wakil rakyat tidak mampu (atau mau) memenuhi aspirasi massa. Dan akhirnya berujung pada kecewanya para demonstran yang telah menggelar demo.

Jadi, para massa seharusnya lebih berpikir realistis akan apa yang mereka lakukan. Demosntrasi tidak akan pernah efektif untuk menyuarakan aspirasi. Demo hanya akan membuat jalanan macet dan membuang waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk menghasilkan uang yang nantinya dipersiapkan untuk membeli bahan-bahan kebutuhan yang melonjak setelah naiknya harga BBM. Dan ada satu hal yang perlu dipikirkan oleh seluruh masyarakat Indonesia bahwa pemerintah tidak akan pernah menjerumuskan rakyatnya atau membuat rakyatnya sengasara. Itu berarti segala keputusan yang diambil pemerintah (termasuk keputusan untuk menaikkan harga BBM) memang untuk kebaikan bagi seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah selalu menimbang dengan cerdas dan hati-hati untuk mengambil sebuah keputusan buat rakyatnya.

So, demo it’s not important. Let’s see what your leader do for your all best.
Terimakasih.

akun penulis: @irwan_youngguns

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Jangan Kacaukan Indonesiaku! …

Eki P. Sidik | 8 jam lalu

Jersey Baru, Semoga Ada Juga Prestasi Baru …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Perpuskota Jogja Menjadi Wahana Wisata …

Iis Ernawati | 8 jam lalu

Intip SDM Kesehatan era JKN : Antara …

Deasy Febriyanty | 8 jam lalu

Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Saya …

Andri Yunarko | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: