Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Ongky Hojanto

Pembicara Seminar | Book Writer | Public Speaker Trainer | NLP Trainer

Mengetahui Tipe-tipe Audiens l

REP | 21 September 2013 | 10:49 Dibaca: 156   Komentar: 0   0

Training Public SpeakingSeminar Public SpeakingPublic Speaker

Anda pelu mengetahui tipe audiens, ini akan mempermudah sekaligus membantu Anda untuk berinteraksi dengan mereka. Dibawah ini adalah beberapa tipe audiens yang akan ada disetiap presentasi Anda :

The sheep

· Tipe ini akan fokus pada apa yang Anda katakan dan menanti jawaban dari Anda

· Mereka mendengar dan berharap untuk mengerti pembahasannya dan seringkali lebih menyukai belajar dengan mendiskusikan materi yang ada. Mereka berbicara hanya jika mereka setuju atau menanyakan pertanyaan sekedar untuk mengklarifikasi

· Mereka tidak suka untuk menunjukan kemandirian dan kreatifitas. Mereka akan lebih sulit untuk menemukan pertanyaan-pertanyaan dan kegiatan yang kratif dibandingkan dengan audients yang lain, jadi memberikan arahan dengan jelas kepada mereka adalah sebuah keharusan.

Jika ruangan Anda di penuhi dengan Sheep :

Anda akan merasa menjadi orang penting, Anda perhatikan suasana yang ada penuh dengan rasa respek dan penghormatan. Mereka menantikan perkataan yang akan keluar dari mulut Anda. Jangan kuatir dengan kontak mata, jika kontak mata Anda terbatas, ini di karenakan kebanyakan dari Sheep sibuk mencatat.

Bagaimana menangani Sheep :

Sheep menyukai untuk menjadi kawan Anda.

Jika Anda mengalami kesulitan dalam menangani audients Anda, ini dikarenakan kurangnya tipe Sheep yang hadir. Anda dapat menjadikan mereka “pembela” Anda, saat Anda di berikan pertanyaan negative dan sulit.

Bawalah para tipe yang lain menjadi Sheep dengan memberikan gambaran mengenai siapa Anda dan apa yang akan mereka peroleh dari Anda. Pastikan mereka tetap mempercayai Anda dengan terus menunjukan pemahaman Anda terhadap topik yang di bahas. The sheep akan menjauhi Anda saat mereka merasa Anda tidak kompoten dengan topik Anda.

The Hotshot

Hotshop adalah audients yang percaya diri dan nyaman dalam mengikuti seminar

· Mereka mendengar dengan saksama apa yang Anda sampaikan diwaktu yang sama juga mereka tetap fokus kepada apa yang mereka cari dalam seminar Anda

· Mereka suka menghadiri seminar dimana belajar melalui diskusi juga sangat membantu mereka dan mereka sangat gampang berpartisipasi dalam setiap diskusi

· Mereka mudah bersahabat dengan pembicara dan bertanggung jawab dengan proses belajar mereka

· Mereka belajar dengan cepat dan akan menanyakan pertanyaan yang menantang untuk menggali materi bahasan Anda lebih dalam atau untuk memperjelas pengertian mereka

· Jika Anda tidak memenuhi harapan dari para peserta seminar dimana mereka mungkin akan memberikan masukan atau complaint kepada Anda, maka hotshot terkadang bertindak sebagai juru bicara para peserta untuk mengutarakan harapan mereka.

Jika ruangan Anda di penuhi dengan Hotshots:

Para peserta seminar akan terlihat sangat berpartisipasi, positif dan menyukai tantangan. Sesi diskusi akan mengalir dengan mudah dan tanggapan –tanggapan positif serta ide –ide akan keluar dengan alami. Dan para peserta ini segera akan tahu apakah Anda menguasai topik Anda atau apakah Anda mempersiapkan seminar dengan baik atau tidak.

Bagaimana menangani Hotshots :

Persiapkan topik Anda dengan baik. Pahami kemandirian mereka dalam proses belajar. Gunakan pertanyaan untuk mengeluarkan ide dan pendapat mereka serta aktifitas seperti diskusi didalam grup akan membuat proses belajar mereka berkembang.

Jika Anda tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan mereka, jangan berpura-pura. Katakana saja “ini adalah pertanyaan yang sangat bagus dan hingga saat ini saya belum memiliki jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini, tapi saya akan mencari jawabannya.”

Anda juga bisa lemparkan pertanyaan ini kepada para peserta yang lain “apakah Anda diantara bapak / ibu yang bisa menjawab pertanyaan ini ?”

(lihat Rahasia X menjawab pertanyaan sulit)

The Clown

· Clowns menyukai untuk berinteraksi secara sosial

· Mereka cerewet dan seringkali mananyakan pertanyaan atau memberikan komentar hanya untuk menghibur dari pada mendukung si pembicara

· Mereka menyukai diskusi dan tugas-tugas yang butuh interaksi dan sering menjadi pemimpin didalam kelompok

· Jika ditangai dengan baik, Clowns akan menjadi fokus apalagi jika mereka melihat para peserta yang lain juga serius.

· Clowns mudah dimotivasi hanya dengan memberikan mereka sedikit perhatian

Jika ruangan Anda di penuhi dengan The Clown:

Rungan Anda akan”hidup” tetapi rasanya akan berbeda dengan jika ruangan dipenuhi oleh Hotshots, disini Anda akan temui banyak humor, bahasan yang keluar dari topik.

Ini bisa menjadi situasi yang akan membuat para peserta fun atau frustrasi, tergantung bagaimana Anda menangani The Clown

Bagaimana menangani The Clown:

Gunakan kemampuan bersosialisasi mereka untuk latihan yang butuh diskusi dan interaksi dalam grup , akan tetapi pastikan bahwa The Clown tetap berada pada “jalur” dengan menanyakan pertanyaan yang jelas serta tidak menanggapi pernyataan yang tidak ada hubungannya dengan topik Anda.

Hindari untuk terlalu serius dengan mereka atau menjadi arogan. Tertawalah jika mereka mengutarakan sebuah guyon, bawa para peserta lain untuk menikmati hal itu dan segera bawa fokus mereka kembali kepada topik Anda.

Salah satu cara untuk membawa fokus mereka kembali ke topik Anda atau meminta mereka untuk serius adalah dengan mengutarakan tujuan dari seminar tersebut.

Hindari untuk membuat permusuhan dengan mereka atau terlalu membatasi partisipasi mereka karena ini akan membuat mereka frustrasi. Dan jika mereka frustrasi, mereka akan berubah menjadi Sniper yang menakutkan.

Juga pastikan bahwa para peserta yang lain tidak merasa terganggu karena umumnya The Clowns sangat ribut.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47

Ibu Renta Itu Terusir …

Muhammad Armand | | 22 December 2014 | 09:55


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 3 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 5 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 7 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 8 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 8 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: