Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Taufan Rahmatullah

Tinggi, white, quite handsome, already married, saat ini saya bekerja sebagai nutritionist sekaligus supervisor gudang selengkapnya

Tips Sapi: Memilih Sapi Bakalan (1)

OPINI | 26 October 2010 | 16:11 Dibaca: 1152   Komentar: 5   1

sapi pedet bakalan unggul

sapi pedet bakalan unggul

Memilih sapi bakalan merupakan satu langkah awal agar peternakan fattening anda sukses. Kenapa? Karena dengan memilih sapi bakalan yang unggul dan tepat, potensi untuk mendapatkan PBB yang tinggi sangat besar. Kalau sejak awal sapi bakalan anda jelek, mau diberi pakan se-super apapun, hasilnya pasti juga ndak akan maksimal, iya kan? PBB yang bagus harus di topang dari dua aspek yaitu potensi progeny dari sapid an kualitas pakan yang memadai. Ibarat kita pengen menampung air, maka kalau pengen bisa mendapatkan air lebih banyak, ya harus milih wadah yang besar dan kuat. Logis banget kan?.. 
Nah jika anda belum tahu bagaimana cara memilih sapi bakalan yang unggul atau anda pernah baca teorinya, tapi masih bingung apa tips praktisnya?, Nah beberapa tips berikut mungkin bisa membantu anda mengatasi masalah tersebut :
1. Usia sapi harus dibawah 2 tahun (masih gigi susu). Karena berdasarkan pengalaman saya, fattening yang dilakukan dari sapi muda, hasilnya lebih bagus ketimbang dimulai dari sapi yang lebih tua, atau usia sekitar 2 tahunan (gigi susu tanggal, digantikan gigi seri).
2. Mata tampak cerah dan bersih. Tidak terlihat ada kotoran mata, atau mata terlihat layu/kosong seperti sakit.
3. Tidak ada tanda-tanda sapi batuk, pernapasan berat/terganggu, serta lender yang keluar dari hidung.
4. Kuku tidak terasa panas dan bengkak jika diraba
5. Bentuk kuku normal, tidak bengkong, atau terlihat cacat
6. Tidak ada tanda parasit pada bagian kulit dan kuku, misalkan kutu atau belatung (bagian luka)
7. Tidak ada tanda bekas mencret pada bagian anus
8. Bulu dan kulit terlihat sehat dan mulus
9. Jika yang akan anda beli adalah bakalan pedet, pastikan pusar sudah bersih dan kering.

Tips ini berlaku untuk semua jenis sapi, baik sapi potong maupun sapi perah (jantan). Bagaimana, anda punya pendapat berbeda?.. ^^

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Menilai Pidato Kenegaraan Jokowi …

Ashwin Pulungan | | 21 October 2014 | 08:19

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | | 21 October 2014 | 07:08

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 6 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 8 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 9 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 12 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Dunia Intuisi …

Fawwaz Ibrahim | 7 jam lalu

Presiden Baru, Harapan Baru …

Eka Putra | 7 jam lalu

Jokowi Membuatku Menangis …

Fidiawati | 8 jam lalu

Jokowi Sebuah Harapan Baru? …

Ardi Winangun | 8 jam lalu

Potret Utang Luar Negeri Indonesia …

Roby Rushandie | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: