Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Taufan Rahmatullah

Tinggi, white, quite handsome, already married, saat ini saya bekerja sebagai nutritionist sekaligus supervisor gudang selengkapnya

Tips Sapi: Memilih Sapi Bakalan (1)

OPINI | 26 October 2010 | 16:11 Dibaca: 1148   Komentar: 5   1

sapi pedet bakalan unggul

sapi pedet bakalan unggul

Memilih sapi bakalan merupakan satu langkah awal agar peternakan fattening anda sukses. Kenapa? Karena dengan memilih sapi bakalan yang unggul dan tepat, potensi untuk mendapatkan PBB yang tinggi sangat besar. Kalau sejak awal sapi bakalan anda jelek, mau diberi pakan se-super apapun, hasilnya pasti juga ndak akan maksimal, iya kan? PBB yang bagus harus di topang dari dua aspek yaitu potensi progeny dari sapid an kualitas pakan yang memadai. Ibarat kita pengen menampung air, maka kalau pengen bisa mendapatkan air lebih banyak, ya harus milih wadah yang besar dan kuat. Logis banget kan?.. 
Nah jika anda belum tahu bagaimana cara memilih sapi bakalan yang unggul atau anda pernah baca teorinya, tapi masih bingung apa tips praktisnya?, Nah beberapa tips berikut mungkin bisa membantu anda mengatasi masalah tersebut :
1. Usia sapi harus dibawah 2 tahun (masih gigi susu). Karena berdasarkan pengalaman saya, fattening yang dilakukan dari sapi muda, hasilnya lebih bagus ketimbang dimulai dari sapi yang lebih tua, atau usia sekitar 2 tahunan (gigi susu tanggal, digantikan gigi seri).
2. Mata tampak cerah dan bersih. Tidak terlihat ada kotoran mata, atau mata terlihat layu/kosong seperti sakit.
3. Tidak ada tanda-tanda sapi batuk, pernapasan berat/terganggu, serta lender yang keluar dari hidung.
4. Kuku tidak terasa panas dan bengkak jika diraba
5. Bentuk kuku normal, tidak bengkong, atau terlihat cacat
6. Tidak ada tanda parasit pada bagian kulit dan kuku, misalkan kutu atau belatung (bagian luka)
7. Tidak ada tanda bekas mencret pada bagian anus
8. Bulu dan kulit terlihat sehat dan mulus
9. Jika yang akan anda beli adalah bakalan pedet, pastikan pusar sudah bersih dan kering.

Tips ini berlaku untuk semua jenis sapi, baik sapi potong maupun sapi perah (jantan). Bagaimana, anda punya pendapat berbeda?.. ^^

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Sebenarnya, Berapa Sih Jumlah Caleg Gagal di …

Politik 14 | | 23 April 2014 | 14:46

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotman Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 20 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 22 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 22 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 23 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 23 April 2014 07:15

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: