Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Fatkhul Muin

Sepuluh tahun lalu berkecimpung memburu dan menulis berita namun saat ini berwiraswasta dan mengembangkan ekonomi selengkapnya

Jangan Malu , Cari Rosokpun Pekerjaan Halal

REP | 02 December 2010 | 23:26 Dibaca: 356   Komentar: 2   0

Mencari rosok atau barang yang tidak terpakai saat ini merupakan pekerjaan alternative bagi siapa saja yang belum mempunyai pekerjaan atau habis di PHK dari perusahaan. Dengan bermodal sepeda , sepeda motor , ataupun carter mobil kita bisa melakukan usaha ini dengan membeli rosok atau barang apapun yang tidak terpakai . Kertas bekas , plastic , besi , aluminium , kuningan , tembaga atau barang apa saja yang berbahan baku tersebut laku dijual dan dapat uang. Agar pencarian barang rosok cepat maka mereka mencarinya sampai ke pelosok-pelosok desa , oleh karena itu dari rumah mereka harus berangkat pagi agar barang yang dihasilkan maksimal . Selain itu pula dalam membeli barang rosokan harus teliti dan tahu hitungan sederhana bahan dari rosok tersebut misalnya besi harga jual ke pengepul berapa begitu pula bahan yang lainnya. Dari kepandaian menaksir barang itulah pencari rosok mendapatkan untung yang banyak sehingga setiap hari berkeliling mendapatkan hasil yang lumayan.

“ Saya mencari rosok ini baru setahunan mas , sebelumnya saya kerja di Jakarta hampir 7 tahun ikut orang rasanya bosan dan pulang kampung . Tiga bulan ikut teman mencari rosok cocok sehingga saya putuskan kerja mencari rosok sampai sekarang. Ya kalau ditanya berapa hasil sehari-harinya ya tidak tentu mas kalau Rp 40 ribu – 50 ribu bersih sih dapat itu sudah dikurangi biaya makan dan beli bensin “ ujar Musthofa warga desa Tedunan kecamatan Kedung kabupaten Jepara yang ditemui di pengepulan rosok Nganjun desa Purwogondo Kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara belum lama ini.

12913321851802137982
Pencari rosok mebeli dagangan

Menurut Musthofa usaha mencari rosokan ini jika tidak punya modal untuk membeli rosokan dari warga bisa ngebon dahulu ke bos pengepulan. Pagi hari sebelum berangkat ke lapangan para pencari rosok mampir ke bos pinjam uang besarnya tergantung kebutuhan namun rata-rata Rp 200 ribu – 400 ribu. Setelah itu mereka menyebar ke tempat buruan masing-masing tergantung di mana biasa mangkal atau membeli rosokan. Sore hari mereka kembali ke lapak bos dengan membawa barang rosokan . Sebelum ditimbang barang-barang itu dipilah-pilah menurut jenisnya masing masing hal ini mempermudah pembayaran.

Barang dari besi dikumpulkan dengan besi kemudian ditimbang , barang dari alumunium dikumpulkan dengan alumunium bagitu pula dari plastic dan kertas. Biasanya pembelian dari warga bentuknya borongan , namun sesampainya di lapak barang tersebut dipilah-pilah menurut jenisnya . Selain itu pencari rosok kadang kadang juga mendapat rejeki nomplok karena penjual tidak tahu jika barang rosokan yang dijual mempunyai harga yang cukup tinggi . Di kira barang tersebut tidak ada nilainya justru sampai di lapak barang tersebut dihargai lumayan tinggi. Namun demikian ada kalanya kembali modal karena taksiran rosokan dinilai pas namun di lapak barang tersebut dihargai dibawah harga pembelian.

“ Ya untung dan ruginya jelas banyak untungnya , yang penting kita harus tahu harga jual ke bos masing-masing barang rosokan itu . Setelah itu timbangan harus pas sehingga ketika sampai di lapak beratnya sesuai dengan pembelian jika itu kita terapkan pasti kita untung “, tambah Musthofa.

12913323181505383546
Tumpukan rosok di pengepulan

Memang mencari rosok saat ini bisa dijadikan pekerjaan alternative bagi siapa saja yang sedang menganggur atau mencari penghasilan tambahan , dengan bekal sepeda motor dan keranjang kita dapat berkeliling kampung mencari rosokan. Untuk modal pembelian barang kita tidak usah repot mencari utangan ke sana kemari ngomong baik-baik sama bos pasti di beri toh modalnya tidak begitu besar. Jika masih merasa malu kita bisa jadi kenek atau ikut orang dahulu mempelajari bagaimana cara memilah barang, menaksir harga dan juga menimbangnya setelah mahir bisa jalan sendiri.

Pekerjaan mencari rosok ini bisa dijadikan solusi untuk memperoleh penghasilan tambahan utamanya yang masih mempunyai waktu luang , jika tidak mempunyai kendaraan kita bisa carter mobil dengan gabungan beberapa orang mencari rosok turun ke desa-desa , awalnya ada rasa malu namun jika sudah jalan beberapa waktu hal ini akan biasa . Jika sudah tahu hasilnya pasti akan tambah bersemangat tidak percaya silakan mencobanya. (FM)

Fatkhul Muin

Pengelola Blog : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http: www.For-Mass.Blogspot.com)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Dilema Sekolah Swasta …

Ramdhan Hamdani | | 19 December 2014 | 18:42

Pérouges, Kota Abad Pertengahan nan Cantik …

Angganabila | | 19 December 2014 | 19:54

Bintang dan Tumor …

Iyungkasa | | 19 December 2014 | 21:29

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35


TRENDING ARTICLES

Singapura Menang Tanpa Perang Melawan …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

RUU MD3 & Surat Hamdan Zoelfa …

Cindelaras 29 | 9 jam lalu

Potong Generasi ala Timnas Vietnam Usai …

Achmad Suwefi | 13 jam lalu

Penyebutan “Video Amatir” Adalah …

Arief Firhanusa | 14 jam lalu

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: