Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Primus74

Seorang pemulung ilmu yang tinggal di SWIS (Sekitar Wilayah Sudiang),Makassar. Penggemar Sepakbola, blogger, peneliti, aktivis selengkapnya

Manfaat Sekam Padi

OPINI | 01 March 2011 | 19:51 Dibaca: 4977   Komentar: 8   1

Padi adalah tumbuhan yang sangat penting bagi hidup manusia. Dari tanaman inilah beras dihasilkan. Namun tidak banyak orang tahu, sekam dari padi juga bermanfaat bagi manusia. Adalah Nursyamsu Mahyuddin, seorang pengusaha muslim dan ketua Komuntias Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) yang bisa memanfaatkan sekam padi.

“Kami di Bogor membutuhkan sekam untuk campuran media tanam bibit tanaman di dalam polibag, dalam bentuk sekam mentah atau sekam bakar (arang sekam). Kebutuhan kami sering tidak tercukupi dari penggilingan padi di sekitar kami, jadi kadang-kadang harus hunting ke tempat yang cukup jauh. Silakan Ibu mencari pembibitan tanaman atau yang memperbanyak tanaman hias”, ujarnya.

Selain itu, sekam juga dapat sebagai bahan bakar yang murah. “Kalorinya juga lumayan tinggi,” lanjutnya. Sudah banyak tungku sekam yang ada di pasaran. Diantaranya ada yang disebut Tungku SBY karena dipopulerkan Presiden SBY. Ada juga  member KPMI di Garut yg membuat dan memasarkannya, ikut dipamerkan dalam silaturahim nasional KPMI 2 tahun yg lalu di Bogor.

Jadi sekam padi pun merupakan komoditi yang dapat diperjual-belikan dan bernilai ekonomis. Ayo, siapa yang tertarik berbisnis sekam padi?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

9 Mei 2014, Sri Mulyani Come Back …

Juragan Minyak | | 25 April 2014 | 10:12

Gitar Bagus Itu Asalnya dari Sipoholon, Lho! …

Leonardo Joentanamo | | 25 April 2014 | 11:08

Kesuksesan Kerabat Kepala Daerah di Sulawesi …

Edi Abdullah | | 25 April 2014 | 10:02

Selamat Hari Malaria Sedunia 2014 …

Avis | | 25 April 2014 | 11:08

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: