Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Masrizal

http://linkedin.com/in/masrizal http://masrizal-gati.blogspot.com http://masrizal-academy.blogspot.com

Lebih Baik Miskin Daripada Jadi Budak (Slave) - Bagian 12

OPINI | 10 June 2011 | 22:58 Dibaca: 825   Komentar: 6   0

Merantau (lagi) ke Jakarta

Setelah mendapat surat panggilan dan kepastian untuk berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Progam National Graduate Trainee Program (NGTP – IV), saya langsung membathin bahwa mungkin inilah berkah dari kesabaran serta kekuatan doa dari orang tua saya untuk saya agar saya anaknya bisa menjadi “orang yang berguna” bagi keluarga maupun kampung halaman. Saya paham bahwa kalau saya sudah berhasil masuk dalam NGTP program maka jalan bagi saya untuk belajar dan meniti karir saya di jenjang profesional lebih terbuka dengan lebar, ibarat kata kalau ibarat kita berjalan di jalan raya saya sudah masuk “Jalan Tol’ untuk proses belajar dan berkarir. Karena jujur saya akui kalau saya masih tetap berkarir di Padang Plant memang butuh waktu cukup lama untuk bisa naik ke jenjang karir yang lebih tinggi, walaupun saya sudah cukup kemampuan tetapi peluangnya sangat terbatas. Sebaliknya saya juga berfikir ternyata cita-cita untuk tetap tinggal dan berkarir di kampung halaman saya harus saya buang jauh-jauh karena kalau saya memang ingin maju maka saya harus ambil kesempatan untuk ikut program NGTP ini, dan kesempatan itu hanya datang sekali, sehingga harus saya akui walaupun berat untuk meninggalkan Orang Tua yang sudah terbiasa dengan keberadaan saya dirumah tetapi karena memang ini pilihan terbaik bagi saya maka saya dengan tekad dan dibekali restu dari orang tua saya berangkat ke Jakarta (Head Office CCAI) artinya saya harus merantau lagi untuk yang kedua kalinya dimana sebelumnya saya sudah merantau sewaktu menimba dan “gagal” dalam meraih mimpi saya menjadi pengusaha atau entrepreneur bidang “Water Treatment Technology” sehingga mengantar saya lagi ke kampung saya. Tetapi memang Allah SWT mungkin sudah mengatur jalan hidup saya bahwa saya harus kembali meninggalkan orang tua yang saya cintai serta kampung halaman yang senantiasa saya rindukan suasananya.

Apakah National Graduate Trainee Program (NGTP – IV) – CCAI itu?

NGTP yang dibuat oleh Management CCAI dalam hal ini Organization and Development termasuk Learning and Development Team untuk mempersiapkan Para Talent untu siap dikembangkan menjadi “Future Leader” di Coke System. Waktu itu dimotori oleh Bpk Agus Basuki (Alm), Bpk. Bambang Bhakti (Alm) waktu itu beliau sebagai OD Director, serta Bpk Daniel Hamdani. NGTP ini adalah nama lain untuk Management Trainee (MT) program yang bisa kita lihat diberapa Iklan Lowongan kerja baik melalui Koran/Majalah atau media online atau website lainnya. Jadi program ini dirancang sedemikian untuk membekali para trainee dengan Competencies yang dibutuhkan organisasi baik yang sifatnya Soft Skills maupun Hard Skills.

Kalau kata seorang rekan saya yaitu Eko Jatmiko Utomo (HR Practitioner, Consultant, Facilitator & Coach) dalam artikelnya dalam tentang Management Trainee yang ditulis dalam Blog-nya : Eko on Leadership (http://ekoutomo.blogspot.com/) bahwa Management Trainee tersebut seperti waktu dulu masuk AKABRI (sekarang AKMIL-AAU-AAL dan AKPOL) dengan masuk CABA (Calon Bintara), untuk membandingkan antara Management Training dengan Training Probation atau Induction Training Biasa. Walaupun sama-sama lulusan SMU, seorang lulusan pendidikan Akabari yang memang seleksinya terkenal sangat ketat (bahkan tidak jarang butuh dekingan dan bahkan kadang “uang pelicin”) demikian juga proses pendidikannya selama 3 tahun yang terkenal sangat ketat dan system gugur, dan jika sudah lulus akan langsung mendapatkan pangkat Letnan Dua (Letda), sedangkan lulusan pendidikan Bintara mendapatkan pangkat Sersan Dua (Serda). Untuk menjadi Letda, seorang Serda butuh waktu bertahun-tahun bahkan mungkin lebih dari 10 tahun!. Sama dengan kasus yang ada di dunia pendidikan militer maka syarat program MTP biasanya juga jauh lebih ketat dibandingkan dengan program GTP. MTP pada perusahaan-perusahaan yang besar biasanya mensyaratkan pelamar merupakan lulusan dari perguruan tinggi ternama di Indonesaia (ITB, UI, IPB, Unpad, UGM, ITS, Trisakti, Unpar dll) dengan IPK>3.25. Bahkan beberapa perwakilan konsultan asing yang beroperasi di Indonesia, mereka mensyaratkan IPK > 3.5!. Sementara GTP syaratnya lebih ringan dari pada MTP. Dibeberapa perusahaan syarat untuk menjadi peserta program GTP cukup dengan IPK >2.75. Secara garis besar, semua program yang ada diatas bisa kita kelompokkan menjadi hanya dua jenis program:

· Management Trainee Program (MTP)

· Graduate Trainee Program (GTP)


MTP: Suatu program pengembangan karyawan bagi para lulusan baru untuk dipersiapkan menduduki posisi managerial


GTP: Suatu program pengembangan karyawan bagi para lulusan baru agar segera memiliki kompetensi kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Sementara nama program yang sering kita lihat di pengumuman lowongan kerja adalah antara lain:

· MDP: Management Development Program

· GDP: Graduate Development Program

· ODP: Officer Development Proram

· GTP: Graduate Trainee Program

· AODP: Account Officer Development Program

· MOP: Marketing Officer Development Program

· GET: Graduate Engineer Trainee

· MAP: Management Associate Program

· MT Marketing: Managemetn Trainee for Marketing

· MT Finance: Management Trainee Finance

· MT Operation: Management Trainee for Operation

· MT HR: Management Trainee for Human Resource

· Cakar : Calon Karyawan (PT. Semen Padang)

Memang dibanyak perusahaan sekarang bahkan di CCAI sekalipun umumnya peserta untuk MT atau NGTP adalah para Fresh Graduate baik dari tingkat Srata 1 (S2) maupun Srata 2 (Master). Tetapi saya beruntung sewaktu program NGTP di CCAI sampai angkatan ke V, masih ada peserta diambil dari Internal yang memenuhi persyaratan untuk bisa ikut program tersebut dalam hal ini untuk Batch IV saya termasuk dari peserta internal yang waktu itu jumlahnya ada 8 orang sementara dari e,ternal ada 18 orang sehingga total perserta menjadi 24 orang.

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya program Management Trainee adalah salah satu key strategy banyak perusahaan untuk mendapat “The Best Talent” yang biasanya memang berasal dari lulusan terbaik dari perguruan tinggi terbaik di dalam maupun luar negeri. Karena memang secara operational perusahaan bisa saja merekrut talent yang sudah jadi tetapi biasanya biaya atau harganya lebih mahal dan yang dikwatirkan juga adalah para talent yang di-”beli” ini biasanya membawa values atau culture dari perusahaan sebelumnya yang kadang tidak sesuai dengan culture perusahaan atau bahkan banyak juga yang di-hire ini juga hanya sekedar batu loncatan alias untuk menaikkan nilai jualnya sehingga dalam waktu 2 s/d 3 tahun dia sudah keluar lagi karena sudah di-beli atau di-hijack sama peruhaan lain yang mampu membayar lebih atau secara umum perusahaan yang barunya memang jauh lebih baik.

Banyak contoh perusahaan di Indonesia yang cukup berhasil dengan program Management Trainee-nya seperti Unilever, Pertamina, Astra Group, Bank Mandiri, dll. Sehingga diharapkan memang talent yang di-develop dari awal dapat di-”bentuk” menjadi future leader sehingga bisa menjadi keunggulan perusahaan tersebut dalam memenangkan persaingan bisnis yang makin hari makin ketat. Contoh perusahaan yang sudah berhasil dengan baik adalah Unilever (www.unilever.co.id ) karena setahu saya hampir lebih dari 75% para BOD Member dan Senior Manager mereka sekarang adalah berasal dari Management Trainee Program yang mereka rancang sedemikian sehingga tidak hanya programnya tapi memang diikuti juga dengan Career Path dan Talent Retention Progam yang baik sehingga para karyawan betah sampai ke puncak karir yang paling tinggi diperusahaan tersebut. Saya ada beberapa contoh teman atau kolega di Unilever yang saya kenal diantaranya Dwi Haryo Susilo TK ITB 89 (Supply Chain Director Asia Tenggara di Singapore) dan Ira Noviarti – FE UI 90 (VP Walls / Ice Cream). Artinya dalam waktu lebih kurang 10 tahun bahkan ada yang dalam waktu 6 tahun sudah masuk level Senior Manager, dan memang Unilever termasuk salah satu pilihan favorit para lulusan PT terbaik di negeri ini, dan Team Unilver secara rutin memang melakukan recruitment langsung ke kampus-kampus sebelum waktu wisuda dilakukan bahkan yang baru akan sidang sarjana saja ada yang boleh ikut. Sehingga memang secara system Unilever selalu mendapat Talent Terbaik (The Best Talent).

Kembali kepada perjalanan karir saya di CCAI, bahwa saya sangat beruntung bisa ikut program Management Trainee CCAI (NGTP-IV) sehingga kalau istilah Pak Agus Basuki (Alm) kami masuk dalam HiPo (High Potential) dan “Future Leader”...Semoga! .(Bersambung..)

Salam

@Macademy2407 : @Rizal2407

www.kompasiana.com/rizal2407

www.masrizal-gati.blogspot.com

www.masrizal-academy.blogspot.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keputusan KPU Tetapkan Jokowi-JK sebagai …

Yusril Ihza Mahendr... | | 23 July 2014 | 14:21

Kado Hari Anak; Berburu Mainan Tradisional …

Arif L Hakim | | 23 July 2014 | 08:50

Stop! Jadi Orangtua Egois (Mari Selamatkan …

Siska Destiana | | 23 July 2014 | 12:36

Penting Gak Penting Ikut Asuransi Kebakaran …

Find Leilla | | 23 July 2014 | 11:53

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 2 jam lalu

Siapkah Kita di “Revolusi …

Gulardi Nurbintoro | 3 jam lalu

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 7 jam lalu

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat Anda? …

Robert O. Aruan | 7 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: