
Teacher, Motivator, Trainer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Dosen STMIK Muhammdiyah Jakarta, dan Guru TIK SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan ...
Dibaca: 396
Komentar: 8
3 dari 4 Kompasianer menilai menarik

Selasa, 14 Juni 2011 sekitar pukul 19.00 WIB saya mengajak para mahasiswa STMIK Muhammadiyah Jakarta untuk mengunjungi toko buku Gramedia Matraman di Jakarta Timur. Kebetulan letak kampus kami berseberangan dengan toko buku terbesar di Asia itu. Malam itu saya meminta mereka melihat-lihat peluang bisnis di toko buku Gramedia Matraman, dan menuliskan laporan mereka di kompasiana.
Saya ingin mengajak mereka untuk tidak hanya belajar di dalam kampus, tetapi juga di luar kampus. Saya pun tak ingin mahasiswa hanya mendengarkan kuliah hukum bisnis dari saya sebagai dosennya. Saya ingin mereka melihat langsung apa yang terjadi di sekitar mereka. Toko Buku Gramedia Matraman menjadi tempat favorit yang saya usulkan kepada mereka. Rupanya mereka pun setuju. Sebab banyak di antara mereka yang jarang ke toko buku, padahal toko buku Gramedia Matraman hampir setiap waktu mereka lalui.
Di dalam toko buku Gramedia yang sejuk, saya menitipkan tas bawaan saya. Dengan begitu saya lebih leluasa melihat-lihat buku dan lain-lainnya di toko buku Gramedia yang selalu ramai dikunjung orang ini. Di lantai 1 saya sempat berdiskusi dengan para mahasiswa. Kenapa toko buku Gramedia menjual laptop dan assesoris lainnya? Harganya pun lebih mahal dari harga toko di Mangga dua. Tentu ada alasan tersendri kenapa Gramedia menjual peralatan computer dan assesorisnya. Meskipun mereka tahu, pangsa pasarnya tak sebesar dari pangsa pasar buku-buku mereka yang dijual di toko buku ini.
Ketika naik ke lantai 2, mata saya tertuju kepada 10 top ten books atau 10 buku terlaris di toko buku Gramedia. Rupanya para mahasiswa sayapun ikut memperhatikannya. Buku Berani mentertawakan diri sendiri masih mendapatkan urutan pertama dari buku yang paling banyak dibeli oleh para pembaca buku setianya. Setelah itu, 7 Keajaiban Rezeki berada pada posisi kedua. Menyusul kemudian buku yang berjudul Percepatan Rezeki berada pada urutan ketiga. Sedangkan urutan keempat dan kelima masih diisi Negara Paripurna dan Ranah 3 Warna.
Apa yang membuat buku-buku ini menjadi best seller dan disukai para pembaca? Tentu selain buku-buku itu bagus, isi dari buku itu tentu menarik. Saya membaca sebentar sinopsis dan daftar isi dari buku-buku best seller ini. Lalu saya dapatkan hal-hal menarik yang membuat buku-buku ini menjadi laris dibeli oleh masyarakat. Saya yakin hal ini juga diimbangi dari strategi marketing yang matang. Tanpa strategi yang marketing yang matang, mustahil buku-buku ini dapat menjadi best seller.
Saya foto satu persatu buku-buku yang berada dalam urutan teratas itu. saya gunakan handphone jadul saya untuk memfotonya. Saya akan menampilkannya, dalam tulisan saya berikutnya. Sampai nanti ya!!!
(bersambung)
Catatan:
Salam Blogger Persahabatan
Omjay