Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Andhika Arya

Belajar....bereksperimen..dan pantang menyerah! http://www.Andhika-Arya.com http://www.Kepalanggila.com

Hmmm, Buka Usaha Apa Ya?

OPINI | 08 July 2011 | 13:11 Dibaca: 3443   Komentar: 4   0

Entah sudah berapa lama pertanyaan ini terus berputar-putar di kepala Anto…

saat ini, Anto juga sebetulnya bukan seorang pengangguran…dia adalah salah seorang manager di salah satu perusahaan ternama di Indonesia…

tapi yaaa, yang namanya manusia…selalu tidak pernah bisa puas :p

karena umurnya yang masih muda, Anto seringkali berusaha memperluas pengetahuannya sambil berharapĀ  bisa mencetak penghasilan tambahan bagi kehidupannya. Kalau ditanya buat apa…Anto cuma menjawab…

“Jadi karyawan memang enak, setiap bulan ga usah pusing dengan jumlah penghasilan yang bisa didapat. Tapi di balik itu, saya seringkali merasa kehilangan waktu yang berharga baik bagi keluarga saya maupun untuk diri saya sendiri. Mau sampai kapan saya seperti itu?”

==========================================
Dear Kompasianer, pernah mendengar atau melihat atau bahkan merasakan hal seperti itu? :)

Sekedar sharing ya…..

saya pun juga demikian….sama seperti Anto, saya juga sering kali bertanya kapan saya bisa memiliki usaha sendiri….bukan karena tidak bisa bersyukur atas segala nikmat yang Tuhan telah berikan kepada saya, tapi, Anto memang benar…Waktu tidak pernah bisa diulang…dan rasanya, saya ingin sekali bisa meluangkan lebih banyak waktu baik bagi diri saya maupun bagi orang-orang di sekeliling saya yang saya cintai…

Berbagai cara sudah saya jalani…mulai dari jualan sabun…berkebun…MLM-an….jadi agen asuransi…wah pokoknya banyak deh..tapi ya itu, selama ini saya tidak bisa menemukan bisnis yang pas untuk dijalankan bagi diri saya.

Entah kenapa, saya merasa ga dapet feel-nya ketika menjalankan seluruh bisnis tersebut….sampai di suatu ketika, saya juga pernah berpikir….

“haduh, saya udah bener-bener bosan jadi karyawan..mau buka usaha apa ya?”

Untungnya perkembangan dunia informasi saat ini sudah semakin dahsyat…sambil menikmati waktu senggang di sore hari dan ditemani dengan segelas kopi hangat ditambah alunan musik jazz yang merdu, entah kenapa tiba-tiba mata saya tertarik pada sebuah banner yang mempromosikan bisnis tentang produk untuk kebutuhan pasutri melalui internet…

Dan sambil iseng, saya coba jelajahi website tersebut…terdiam sejenak sambil mempelajari segala potensi dan kemungkinan yang bisa terjadi….dan pada akhirnya saya malah juga memutuskan untuk ikut menjadi distributor produk tersebut :p

Mungkin bagi beberapa orang, memiliki bisnis di bidang produk kebutuhan pasutri merupakan sebuah bisnis yang dinilai tabu…memalukan untuk dijalankan…..tapi tidak bagi saya saat itu…

entah kenapa, saya mencium aroma uang yang sangat kuat di sana…

Pikiran saya sederhana…produk ini sudah direkomendasikan oleh salah satu pakar ternama di bidang nya (mereka menampilkan live video rekomendasi nya)…dan segmentasi produk ini adalah segmen yang PASTI DIBUTUHKAN oleh setiap pria-wanita di muka bumi ini. Wah, potensinya besar banget kalo kaya gini caranya….

Sementara untuk masalah modal dan pengetahuan tentang bagaimana saya bisa mengembangkan bisnis ini juga sejenak saya tinggalkan, saya hanya berfokus terlebih dahulu mengenai potensi pasar dari produk yang akan saya kembangkan nantinya. Ini juga sudah menjadi kebiasaan saya ketika pertama kali menganalisa sebuah bisnis (ga tau deh ini sebetulnya cara yang benar atau cara yang salah :p ). Taaapiiii…….ada alasannya loooh…..

Bagi saya, modal ini adalah sesuatu yang sangat NETRAL sifatnya..

Besar kecilnya modal tergantung dari persepsi kita dan potensi dari bisnis yang akan kita terjuni. Sebagai contoh, menurut anda, apa reaksi anda jika anda ditawari sebuah mobil ferrari baru seharga 20juta rupiah? Murah atau mahal? lalu bagaimana jika saya menawarkan sebuah piring makan dengan harga yang sama, yakni 20juta rupiah? Murah / mahal? :d

“Jika saat ini anda ditawari sebuah mobil ferrari baru dengan harga 500rb, apakah anda akan berpikir murah atau mahal? Bagiamana jika saya menawarkan sebuah piring makan dari plastik dengan harga yang sama yaki 500ribu rupiah? murah atau mahal?”

lalu mengenai pengetahuan, bagi saya….selama kita masih MAU BELAJAR, maka kita PASTI BISA mengembangkan bisnis tersebut. simple kan? :)

berdasar 3 pertimbangan itulah, saya menjadi seorang yang (cukup) berani dalam memulai suatu usaha. Ya, daripada kita cuma bisa bingung mikir buka usaha apaan, tapi akhirnya ga buka-buka…mending coba dijalanin aja kan? :)

Semoga artikel ini bisa membantu kita semua yang saat ini juga masih berusaha menentukan pilihan dalam melahirkan jenis usaha yang akan kita GUNAKAN sebagai KENDARAAN untuk mencapai impian kita.

Menentukan sebuah langkah untuk memulai suatu usaha memang tidak mudah…tapi saya yakin, pasti selalu akan ada jalan bagi orang yang memang merindukan kehidupan yang lebih baik dalam kehidupannya.

Hidup cuma satu kali..jangan sia-siakan hidup hanya dengan penyesalan akan hal-hal yang BELUM anda lakukan! Stop Thinking….Move Your Body..and Start your Action NOW!

Warmest Regards,

Andhika Arya - http://klikdisini.com/pastiadajalan

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Cari Info Wisata Bukan Paket Liburan …

Pandu Aji Wirawan | 8 jam lalu

KIS Diberlakukan, SDM Kesehatan Siap-Siap …

Dian Arestria | 8 jam lalu

#R …

Katedrarajawen | 8 jam lalu

Australia Berubah Total, Indonesia Perlu …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Bebaskan MA! …

Harja Saputra | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: