Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Eddy Suwantoro

Jual Antena Tv Bagus Wajanbolic,yg unik,awet,cocok & jernih untuk TV LCD,TV LED,TV Plasma,TV Digital & selengkapnya

ADA APA DENGAN PEDAGANG TRADISIONAL DI PASAR INDUK CEPU, BLORA JAWA TENGAH

REP | 25 September 2011 | 11:10 Dibaca: 549   Komentar: 0   0

Tahun 1991, pedagang tradisional Pasar Cepu lama di relokasi di pasar baru yang bernama Pasar Induk Cepu, yang lokasinya di pinggiran Kota Cepu, tepatnya di Kelurahan Balun. Tepat berada persis di samping Terminal Bis Kota Cepu. Bisa dibayangkan bagaimana perjuangan para pedagang tradisional eks Pasar Cepu Lama untuk memulai usahanya dari nol kembali di lokasi baru yang jauh dari keramaian. Sedangkan tempat bekas Pasar Cepu Lama, ternyata kemudian di bangun pasar baru yang bernama Plasa Mustika Kota Cepu. Dan di tahun 2011 ini, 20 tahun sudah Pasar Induk Cepu ini berdiri. Sebagian besar pedagang tradisional masih mengeluhkan dan membandingkan dengan kondisi Plasa Mustika kota Cepu. Kondisi Pasar Induk Cepu sekarang, masih banyak kios yang kosong dan sepi. Dan 200 meter dari lokasi Pasar Induk Cepu telah berdiri sebuah Pasar Swalayan modern. Sedangkan Plasa Mustika Kota Cepu yang dibangun 2 lantai, sebagian besar kios terisi pedagang dan ramai.

Akibat dampak relokasi Pasar Lama Cepu, timbul pasar tiban hingga sekarang di Ketapang Cepu. Ramai pedagang kaki lima dan pembeli, dan menjadi sebuah lokasi belanja alternative bagi warga Kota Cepu.

Dan pada tahun 2011 ini, 20 sudah perjanjian sewa antara pedagang toko/kios tradisional deretan depan (dekat jalan bypass) Pasar Induk Cepu dengan Pemerintah Kabupaten Blora berakhir. Pemerintah Kabupaten Blora selaku pemilik tanah Pasar Induk Cepu membuat harga sewa tanah yang baru sebesar Rp. 200.000,-/m untuk pedagang toko/kios tradisional deretan depan dengan luas bangunan 20 m2 (dekat jalan bypass) yang telah berakhir kontraknya. Tentu hal ini bagi para pedagang toko/kios tradisional deretan depan (dekat jalan bypass) Pasar Induk Cepu sangat berat dan memberatkan karena harus membayar sewa tanah seluas 20 M2 sebesar Rp. 4.000.000,-/tahun dan harus sewa selama 5 tahun sebesar Rp 20.000.000,-. Dan anehnya harga sewa baru hanya diperuntukkan bagi para pedagang toko/kios tradisional deretan depan (dekat jalan bypass), sedangkan untuk para pedagang toko/kios tradisional deretan dalam Pasar Induk Cepu tidak di kenai perjanjian harga sewa baru.

Semoga saja perjuangan pedagang toko/kios tradisional deretan depan (dekat jalan bypass) Pasar Induk Cepu bernegosiasi dengan Pemerintah Kabupaten Blora berhasil, paling tidak bisa menawar harga sewa yang serendah-rendahnya di tengah himpitan dan gempuran pasar modern yang bermodal besar.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kamar Operasi (OK) : Mengamati Sepenuh Hati …

Rinta Wulandari | | 17 April 2014 | 21:30

Baru Capres, JKW Sudah Banyak yang Demo …

Abah Pitung | | 17 April 2014 | 22:13

Curhat Dinda dan Jihad Perempuan …

Faatima Seven | | 17 April 2014 | 23:11

Sandal Kelom, Sandal Buatan Indonesia …

Acik Mdy | | 18 April 2014 | 00:40

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Manuver Amien Rais Menjegal Jokowi? …

Pecel Tempe | 12 jam lalu

Demo Jokowi di ITB Salah Sasaran dan …

Rahmat Sahid | 17 jam lalu

Jokowi di Demo di ITB, Wajarkah? …

Gunawan | 21 jam lalu

Pernyataan Pedas Jokowi Selama Nyapres …

Mustafa Kamal | 22 jam lalu

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: