Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Ilhammajehuri

Aku Ingin menulis lebih baik.

Durian

REP | 03 February 2012 | 04:41    Dibaca: 264   Komentar: 0   0

1334892393159084187613348925051427087236BUAH DURIAN BULUNGAN

TANJUNG PALAS - Untuk pelestarian dan pengembangan tanaman buah durian lokal khas Bulungan yang telah berusia 1oo Tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menetapkan kawasan tanaman buah durian di sepanjang Hulu Sungai Kayan. Hal ini dikatakan Bupati Bulungan H Budiman Arifin kepada Radar Tarakan usai pelaksanaan kontes durian di lapangan Agatis Tanjung Selor belum lama ini.

“Tanggal 26 (Januari) lalu saya sudah teken (tanda tangan, red) penetapan tentang kawasan buah unggulan,” kata Budiman. Buah unggulan yang dimaksud itu, lanjut dia, yakni buah durian lokal khas Kabupaten Bulungan. Menurut bupati, penetapan kawasan buah unggulan itu diperlukan, sebab hal itu merupakan salah satu upaya Pemkab Bulungan agar kawasan itu tidak terkena aktifitas lain, selain budidaya buah-buahan. “Kenapa harus diterbitkan SK? Agar kawasan itu tidak diganggu dengan usaha lain,” ucapnya.

Selain itu, penetapan kawasan buah unggulan itu juga dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat lokal. Utamanya petani buah-buah untuk terus mengembangkan budidaya buah di kabupaten ini. Dijelaskan Bupati dua periode itu, dalam Surat Keputusan itu menerangkan jika 50 sampai 100 meter dari bibir sungai Kayan merupakan kawasan khusus untuk pengembangan budidaya buah durian lokal. Namun lanjut dia, penerbitan SK itu bukan untuk mengambil hak-hak masyarakat utamanya petani yang memiliki perkebunan di daerah itu. “Siapapun yang memiliki kebun itu, pemkab tidak akan mengganggu,” terangnya.

Sementara itu terhadap penerbitan izin itu Budiman berharap agar kedepannya kawasan itu bisa dijadikan sebagai kawasan agro wisata sesuai dengan visi misi Kabupaten Bulungan periode kepemimpinan Budiman Arifin-Liet Ingai yang kedua kali ini. “Kedepan bagaimana ini (kawasan di sepanjang aliran sungai Kayan) bisa menjadi wisata buah unggulan lokal,”il

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Asyiknya Wisata Gowes ke Bandung Timur …

Masrierie | | 28 May 2015 | 18:08

Pemimpin Era Digital, Relevankah? …

Hilman Fajrian | | 28 May 2015 | 10:41

Hayalan Pecinta Jalan-Jalan berada di Kota …

Andri | | 28 May 2015 | 12:18

JNE Gandeng Pakar Digital Tularkan Semangat …

Damayanti Sinaga | | 28 May 2015 | 18:10

Saya Bangga Menjadi Bapak Asi …

Yohanes Yanris | | 28 May 2015 | 15:26


TRENDING ARTICLES

Sugiharto, Petral Bermanfaat bagi Indonesia, …

Hendi Setiawan | 9 jam lalu

Mengenal Loretta Lynch, Perempuan Kulit …

Sang Pujangga | 10 jam lalu

Presiden Jokowi: Hari Ini Saya Ingatkan …

Opa Jappy | 12 jam lalu

KPK Ngamuk, Didukung Penuh Polri, MA, MK, …

Asaaro Lahagu | 13 jam lalu

5 Samurai Membidik Rachmat Gobel …

Djono Bedjo | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: