Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Maryono St

WiraUsaha | Instruktor Glasswalking | Sedang Kuliah di Pasca Sarjana Life University | http://masterpieceofmaryono.org | selengkapnya

Entrepreneur : Bukan karena Bakat dan Keturunan

OPINI | 05 February 2012 | 05:01 Dibaca: 301   Komentar: 4   0

Dulu awalnya saya juga bekerja di perusahaan, bahkan juga jadi office boy di bank dan sempat kuli pasar juga di Cibitung. Modal uang juga cekak, cukup buat makan doank. Tapi selama ada niat yang lebih baik ‘Pasti Bisa’ !!!

Dulu saya seperti teman-teman, penginnya kerja, kerja dan kerja. Nah, dilain sisi saya sering sakit-sakitan, uang habis terus. Usut punya usut pulanglah ke kampung menemui simbok. Dengan pelan-pelan bertanya, “Mbok, nopo sing jenengan jaluk ben sampeyan seneng terus ?” Simbokku cuma sedikit berbicara dan meminta untuk dibangunkan rumah yang besar. Tanpa basa-basi, saya akan turuti semuanya. Begitu balik ke perantauan, saya berfikir seribu kali bahwa tidak mungkin hanya mengandalkan kerja saja. Buat hidup saja pas-pasan, gimana mau membantu membangunkan rumah yang besar. Harus ada sampingan dengan jualan. Nah, dari sini mindset Entrepreneur saya terbentuk. Jadi, menjadi entrepreneur-pun tidak karena bakat atau karena keturunan.

Kenapa waktu itu harus jualan ? Background saya orang yang serba CUKUP sebenarnya, serba cukup kekurangan. Dari kecil ayah sudah meninggal, rumah tidak punya, sawah tidak punya dan akhirnya lama tinggal di Panti Asuhan. Jadi sekitar 60% kehidupan sampai sekarang habis di Asrama yatim. Enak ya … ?
Itulah mengapa saya menempelkan photo adik-adik panti asuhan di cover facebook. Karena saya ingin menyemangati mereka juga, bahwa kita punya HAK sama dengan yang lain. Maap, bukan pamer ya ….
Bolehlah teman-temans bilang saya belagu, songong, sombong atau apalah, yang pasti niat saya agar teman-teman sedikitnya termotivasi, maaf saya bukan motivator lho . Mungkin temans, lebih beruntung dari saya. Dan seharusnya juga lebih hebat donk …

Jujur, saya tidak pernah niat untuk merendahkan pekerja. Saya merasa iba saja, kalau kurang banyak gajinya, mending buka usaha sendiri. Saran saya, jangan keluar dari kerja dulu. Manfaatkan sertifikat ‘Karyawan Tetap”nya buat cari modal usaha !

Banyak sih, teman-teman lain yang lebih sukses dan kaya raya. Tapi jarang sekali mau berbagi, mungkin karena bingung cara menyampaikannya. Saya lebih senang berbagi di facebook dan twiiter.
Alhamdulillah, sejak awal tahun 2011 saya mempunyai beberapa bisnis yang sudah berjalan. Pandawa Production adalah bisnis pertama tanpa modal saya yang bergerak dalam event organizer. Kedua, Activa Computama yang bergerak di bidang IT ( jual beli dan service computer ) dan terakhir yang sedang naik daun dengan kemitraannya adalah Martabak Alit 7 Jaman. Semua tanpa modal sendiri.

Temans, hidup cuma sekali. Jika tidak ada KEBERHASILAN yang bisa diraih, terus apa yang akan kita BANGGAKAN dan kita PERSEMBAHKAN untuk keluarga, umat dan masa depan kita. Maka DOA, OPTIMIS, IKHTIAR tekun dan TAWAKAL adalah modal utama untuk sukses. Selamat berjuang temans ! Let’s DO IT …

Maryono, ST
Fb: Maryono Ohnohyram
Twitter: @kakmaryono
blog: masterpieceofmaryono.org

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Jebakan Betmen di Musium Antonio Blanco …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 06:17

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

Waspada Komplotan Penipu Mengaku Dari …

Fey Down | | 21 December 2014 | 23:23


TRENDING ARTICLES

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Fenomena Prostitusi Online sebagai Efek …

Gholal Pustika Widi... | 13 jam lalu

Sensasi Singkong Rebus Menteri Yuddy …

Andi Harianto | 13 jam lalu

Ketika Tulisanmu Dihargai Jutaan Rupiah …

Wijaya Kusumah | 14 jam lalu

Sekilas Wajah Pak Menteri Anies Mirip …

Agus Oloan | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: