Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Maryono St

WiraUsaha | Instruktor Glasswalking | Sedang Kuliah di Pasca Sarjana Life University | http://masterpieceofmaryono.org | selengkapnya

Entrepreneur : Bukan karena Bakat dan Keturunan

OPINI | 05 February 2012 | 05:01 Dibaca: 299   Komentar: 4   0

Dulu awalnya saya juga bekerja di perusahaan, bahkan juga jadi office boy di bank dan sempat kuli pasar juga di Cibitung. Modal uang juga cekak, cukup buat makan doank. Tapi selama ada niat yang lebih baik ‘Pasti Bisa’ !!!

Dulu saya seperti teman-teman, penginnya kerja, kerja dan kerja. Nah, dilain sisi saya sering sakit-sakitan, uang habis terus. Usut punya usut pulanglah ke kampung menemui simbok. Dengan pelan-pelan bertanya, “Mbok, nopo sing jenengan jaluk ben sampeyan seneng terus ?” Simbokku cuma sedikit berbicara dan meminta untuk dibangunkan rumah yang besar. Tanpa basa-basi, saya akan turuti semuanya. Begitu balik ke perantauan, saya berfikir seribu kali bahwa tidak mungkin hanya mengandalkan kerja saja. Buat hidup saja pas-pasan, gimana mau membantu membangunkan rumah yang besar. Harus ada sampingan dengan jualan. Nah, dari sini mindset Entrepreneur saya terbentuk. Jadi, menjadi entrepreneur-pun tidak karena bakat atau karena keturunan.

Kenapa waktu itu harus jualan ? Background saya orang yang serba CUKUP sebenarnya, serba cukup kekurangan. Dari kecil ayah sudah meninggal, rumah tidak punya, sawah tidak punya dan akhirnya lama tinggal di Panti Asuhan. Jadi sekitar 60% kehidupan sampai sekarang habis di Asrama yatim. Enak ya … ?
Itulah mengapa saya menempelkan photo adik-adik panti asuhan di cover facebook. Karena saya ingin menyemangati mereka juga, bahwa kita punya HAK sama dengan yang lain. Maap, bukan pamer ya ….
Bolehlah teman-temans bilang saya belagu, songong, sombong atau apalah, yang pasti niat saya agar teman-teman sedikitnya termotivasi, maaf saya bukan motivator lho . Mungkin temans, lebih beruntung dari saya. Dan seharusnya juga lebih hebat donk …

Jujur, saya tidak pernah niat untuk merendahkan pekerja. Saya merasa iba saja, kalau kurang banyak gajinya, mending buka usaha sendiri. Saran saya, jangan keluar dari kerja dulu. Manfaatkan sertifikat ‘Karyawan Tetap”nya buat cari modal usaha !

Banyak sih, teman-teman lain yang lebih sukses dan kaya raya. Tapi jarang sekali mau berbagi, mungkin karena bingung cara menyampaikannya. Saya lebih senang berbagi di facebook dan twiiter.
Alhamdulillah, sejak awal tahun 2011 saya mempunyai beberapa bisnis yang sudah berjalan. Pandawa Production adalah bisnis pertama tanpa modal saya yang bergerak dalam event organizer. Kedua, Activa Computama yang bergerak di bidang IT ( jual beli dan service computer ) dan terakhir yang sedang naik daun dengan kemitraannya adalah Martabak Alit 7 Jaman. Semua tanpa modal sendiri.

Temans, hidup cuma sekali. Jika tidak ada KEBERHASILAN yang bisa diraih, terus apa yang akan kita BANGGAKAN dan kita PERSEMBAHKAN untuk keluarga, umat dan masa depan kita. Maka DOA, OPTIMIS, IKHTIAR tekun dan TAWAKAL adalah modal utama untuk sukses. Selamat berjuang temans ! Let’s DO IT …

Maryono, ST
Fb: Maryono Ohnohyram
Twitter: @kakmaryono
blog: masterpieceofmaryono.org

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ahmad Dhani: Saya Dijanjikan Kursi Menteri …

Anjo Hadi | | 24 April 2014 | 23:45

Lost in Translation …

Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

PLN Gagap Online …

Andiko Setyo | | 24 April 2014 | 23:40

Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Partai Manakah Dengan Harga Suara Termahal? …

Chairul Fajar | 12 jam lalu

Siapa yang Akan Bayar Utang Kampanye PDIP, …

Fitri Siregar | 12 jam lalu

Riska Korban UGB jadi “Korban” di Hitam …

Arnold Adoe | 13 jam lalu

Tangis Dahlan yang Tak Terlupakan …

Dedy Armayadi | 16 jam lalu

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: