Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Icha_nors

Berhenti melihat jam/waktu dan mulai melihat dengan mata

Belum Mendapat Pekerjaan? Mendirikan PAUD Yuk…

HL | 21 April 2012 | 07:44 Dibaca: 7118   Komentar: 51   9

13350060471124115173

Ilustrasi: pendidikan anak usia dini (PAUD)/Kompasiana (Kompas/Ferganata Indra Riatmoko)

Mencari kerja yang sesuai dengan kompetensi memang susah-susah gampang. Kadang pada awalnya, pada saat memutuskan untuk menekuni disiplin ilmu tertentu yang spesifik yang sudah kita yakini prospeknya bagus, ternyata tidak sesuai dengan kenyataan ketika  sudah lulus dan menapaki dunia kerja. Intinya masih tetap sulit menembus bursa kerja. Ada saja alasan  dan halangan untuk mendapatkan pekerjaan.

Beberapa hari lalu saya memposting tulisan ini yang intinya memotivasi pembaca agar tidak menggantungkan nasib  atau menunggu ada lowongan pekerjaan dari perusahaan maupun instansi pemerintah. Kali ini kembali saya menyarankan pada lulusan PG PAUD dan Psikologi yang belum berhasil mendermakan ilmunya di TK/RA untuk berusaha menciptakan lapangan kerja sendiri dengan cara mendirikan lembaga pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Non Formal. Perijinanya sangat mudah dan prospek ke depan sangat bagus.

Berdasarkan data Depdiknas, hingga akhir 2008, angka partisipasi kasar{APK} Pendidikan Anak Usia Dini {PAUD} baru 50,53 persen dari 29,8 juta anak. Artinya separuh dari jumlah anak usia dini yang ada di negeri ini belum meraih layanan prndidikan.

Data tersebut menunjukkan lebih dari 20 juta balita Indonesia tidak memiliki kesempatan mengenyam paud. Padahal pendidikan pra sekolah adalah pondasi penting yang hsarus dienyam balita Indonesia untuk memastikan kesiapan dalam memasuki gekolah dasar dan tingkat lanjutannya.

Hal ini diperkuat oleh Unicef yang menunjukkan , bahwa hampir 70 persen anak yang putus sekolah dari Sekolah Dasar karena mereka tidak siap untuk berinteraksi dan mengikuti pendidikan di Sekolah Dasar. Nah kan?

Persyaratan dan Mekanisme Pendirian Lembaga Paud

Meskipun ijin mendirikan lembaga pendidikan pra sekolah yang bernama PAUD  sangat mudah, hendaknya para pengelola maupun tutor memikirkan lagi apa motivasi mendirikan PAUD ini. Jangan sampai memandangnya dari sudut nilai ekonominya saja. Selain mekanisme pendirian yang bersifat umum, harus diperhatikan pula persyaratan yang bersifat prinsipil.

Berdasarkan pasal 62 ayat 2, persyaratan penyelenggaraan lembaga pendidikan secara umum mencakup hal-hal sebagai berikut:

1.    Isi pendidikan (kurikulum)

2.    Peserta didik

3.    Jumlah dan kualifikasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

4.    Sarana prasarana.

5.    Pembiayaan pendidikan.

6.    Sistem evaluasi dan sertifikasi.

Mekanisme pendirian PAUD secara umum dan prinsip hampir sama antara satu dinas pendidikan kota /kabupaten satu dengan lainnya. Setelah memnuhi persyaratan pokok, penyelenggara bisa berkonsultasi dengan dinas pendidikan setempat untuk menanyakat persyaratan teknis yang harus dipersiapkan untuk mendapatkan ijin operasional.

Beberapa persyaratan pokok yang dimaksud adalah:

1.    Surat domisili, termasuk lokasi PAUD didirikan.

2.    Program kerja PAUD selama satu tahun pelajaran.

3.    Surat persetujuan masyarakat setempat, melalui pengantar RT dan RW.

4.    Surat rekomendasi lurah.

5.    Rekomendasi dinas pendidikan kecamatan.

6.    Rekomendasi camat dari kecamatan setempat.

7.    Akte yayasan penyelenggara.

Ketujuh berkas tersebut dijadikan sebagai lampiran dari yayasan penyelenggara yang ditujukan kepada kepala dinas pendidikan nasional kota/kabupaten.

Nah, itulah pengalamanku mendirikan PAUD Non Formal beserta prosedur perijinannya. Cukup mudah kan? Dengan demikian, selain mendapatkan pekerjaan kita juga bisa aktif untuk ikut berpartisipasi memberikan kepedulian dan membantu program pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa serta pemenuhan hak-hak anak yang terabaikan.

Dicoba ya, semoga berhasil.

Salam Perjuangan

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

9 Mei 2014, Sri Mulyani Come Back …

Juragan Minyak | | 25 April 2014 | 10:12

Senayan Berduka: Wajah Baru Caleg Misterius …

Saefudin Sae | | 25 April 2014 | 08:37

Kesuksesan Kerabat Kepala Daerah di Sulawesi …

Edi Abdullah | | 25 April 2014 | 10:02

Ahmad Dhani: Saya Dijanjikan Kursi Menteri …

Anjo Hadi | | 24 April 2014 | 23:45

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: