Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Pengambilan Resiko dalam Perspektif Wirausaha

OPINI | 15 May 2012 | 03:33 Dibaca: 2911   Komentar: 0   0

Wirausaha sering dikenal sebagai orang yang mampu membuka usahanya sendiri dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Menurut KBBI, wirausahawan merupakan orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menyusun cara baru dalam berproduksi, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya, serta memasarkanya. Seorang wirausaha harus mampu menciptkan sesuatu yang berbeda dan mampu menangkap peluang yang ada.

Salah satu karakteristik seorang wirausaha yaitu berani mengambil resiko. Apakah yang dimaksud dengan resiko? Bagaimana pandangan wirausaha mengenai resiko? dan apakah pengambilan resiko itu sama pengertiannya bagi setiap orang? Resiko dapat diartikan sebagai suatu ketidakpastian dimasa yang akan datang  dan dapat diartikan juga sebagai suatu konsekuensi yang memunculkan dampak yang merugikan.

Resiko bagi para wirausaha bukanlah sebagai suatu hambatan untuk meraih kesuksesan tetapi dijadikan sebagai suatu tantangan. Wirausaha adalah orang yang lebih menyuka ihal-hal yang menantang untuk lebih mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Pengambilan resiko menurut perspektif wirausaha yaitu dengan mengambil resiko yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Karena seorang wirausaha selalu ingin berhasil mereka menjauhi resiko yang tinggi, dan menghindari resiko yang lebih rendah karena bagi mereka tidak ada tantangan.

Dalam pengambilan resiko para wirausaha selalu memperhitungkan matang-matang keputusan yang akan diambil. Pengambilan resiko berkaitan erat dengan kepercayaan diri. Semakin besar keyakinan pada kemampuan diri sendiri, semakin besar pula keyakinan dalam mempengaruhi hasil dan keputusan, serta semakin siap pula mencoba apa yang menurut orang lain penuh dengan resiko.

Yang membedakan seorang wirausaha dengan yang lainnya adalh kesiapan dalam pengambilan resiko. Kebanyakan orang lebih suka berada dalam titik yang aman dan nyaman dengan tidak mengambil hal yang beresiko atau lebih memilih resiko yang lebih rendah. Berbeda dengan wirausaha resiko dijadikan sebagai tantangan untuk mencapai kesuksesan, bukan suatu hambatan yang menjadikan kita gagal.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Anak-anak Penyandang Tiga Huruf …

Rinta Wulandari | | 28 February 2015 | 18:09

Reformasi Sepak Bola Tiongkok Menuju Pentas …

Aris Heru Utomo | | 28 February 2015 | 12:05

Kenapa Harus Makan Nasi? …

Mira Marsellia | | 28 February 2015 | 14:41

Bermain Senapan, Tertembak; American Sniper …

Gaganawati | | 28 February 2015 | 17:25

Kompasiana - SKK Migas-Kontraktor KKS Blog …

Kompasiana | | 14 February 2015 | 13:45


TRENDING ARTICLES

Pemrop DKI Jakarta Membeli UPS Sebelum …

Eusebius Purwadi | 10 jam lalu

Ahok dan Anggota DPRD Bersalah …

Hendra Budiman | 10 jam lalu

#SaveAhok “You Never Walk Alone” …

Dheandra Kusumah | 10 jam lalu

Strategi Ahok Masih Ampuh …

Blind Side | 12 jam lalu

Kisah Sukses Shahrini, Sheikh Siti Jenar, …

Ninoy N Karundeng | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: