Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Siti Puryandani

menikmati indahnya hidup dengan berbagi

Penyusunan Proposal Bisnis

OPINI | 12 June 2012 | 16:38 Dibaca: 15205   Komentar: 0   0

PENYUSUNAN PROPOSAL BISNIS

Disampaikan oleh: Siti Puryandani

Dalam rangka Dies Natalies STIE Bank BPD Jateng XVI

12 Juni 2012

I. PENDAHULUAN

Makalah tentang proposal bisnis ini dibuat secara lebih khusus untuk ditujukan kepada para mahasiswa peserta pelatihan Kewirausahaan. Untuk itu, diawal makalah akan dikemukakan tentang konsep “ “Bagaimana atau kapan para mahasiswa dapat menjadi wirausahawan/Entrepreneur”. Pendekatan yang digunakan untuk menulis makalah lebih pada pendekatan yang bersifat praktis (Practical Approach). Dengan model pendekatan praktis ini diharapkan akan diperoleh gambaran yang lebih riil mengenai “apa yang bisa atau harus dilakukan bagi para mahasiswa untuk bisa merencanakan/merintis menjadi seorang wirausahawan”. Konsep-konsep yang dikemukakan, adalah konsep yang erat kaitannya dengan syarat untuk dapat menyusun proposal bisnis dengan baik. Dapat dikatakan, konsep yang dikemukakan dimaksudkan sebagai suplemen dalam menyusun proposal bisnis.

Pemilihan sistematika penulisan proposal bisnis yang umum dimaksudkan agar para peserta pelatihan nantinya dapat dengan mudah melakukan modifikasi proposal sesuai dengan tujuan pengajuan, entah itu untuk kepentingan program Hibah Dikti seperti PKM-K (Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan), PMW (Program Mahasiswa Wirausaha) atau untuk kepentingan lain (pengajuan pinjaman dana, pengajuan kerjasama bisnis atau pengajuan untuk mendapatkan investor yang akan membiayai bisnis).

Membuat proposal bisnis yang baik dan menarik serta komunikatif harus dikatakan dengan jujur : BIMABISA (alias : Bisa MudAh Bisa SusAh). Bisa mudah jika memiliki kemauan keras, motivasi yang tinggi, maka segala sesuatu akan menjadi mudah. Susah jika tidak ada nawaitu (niat) yang kuat. Seringkali, membuat proposal bisnis adalah pekerjaan yang cukup sulit karena ada (lembaga tertentu ,misal DIKTI/Perbankan) mensyaratkan aturan -aturan penyusunan yang harus diikuti dengan sangat cermat serta membutuhkan data dan perhitungan finansial yang jelas serta disajikan secara informatif. Untuk memudahkan cara membuatnya, dalam materi ini diupayakan dibuat dengan cara bertahap.

Namun percayalah, anda adalah para intelektual muda….harus penuh dengan optimisme…tekad yang kuat…kemauan yang keras dan mampu bertindak cerdas ….

ANDA PASTI BISA !!!

II. KONSEP

Pemikiran awal manakala akan memulai sebuah bisnis dikalangan mahasiswa pada khususnya dan kebanyakan masyarakat jika sudah menemukan peluang bisnis pada umumnya adalah : adanya kendala modal dan kendala pengetahuan akan bisnis. Tanpa mengesampingkan berbagai faktor yang menjadi kendala saat akan memulai sebuah bisnis yang sangat beragam, kedua faktor di atas (kendala modal dan pengetahuan bisnis) merupakan titik awal yang sangat menentukan untuk sampai pada kesimpulan : Ya … saya akan memulai sebuah bisnis!

Dengan kata lain, bagi kalangan mahasiswa batu penjuru (corner stone) untuk memulai sebuah bisnis adalah jawaban atas pertanyaan :

KAPAN MAHASISWA BISA MENJADI WIRAUSAHA?

Dengan adanya kendala Dana dan Pengetahuan, jawaban pertanyaan tersebut dapat divisualisasikan dalam sebuah bagan sbb :

Bagan 1

KETERANGAN :

· Mahasiswa dengan kendala modal , dapat bekerja lebih dulu dengan jangka waktu yang terencanakan (mungkin 5 th) barulah setelah melihat kesempatan dapat berhenti dari pekerjaan dan memulai bisnis (menjadi Wirausahawan)

· Mahasiswa yang tidak terkendala modal namun (merasa) belum memiliki pengetahuan bisnis, dapat bekerja dan setelah dirasa cukup memiliki pengalaman bisnis dapat berhenti dan menjadi wirausaha

· Mahasiswa yang oleh karena pengalaman hidup memiliki pengetahuan bisnis, dan telah memiliki modal yang dirasa cukup dapat langsung memulai sebuah bisnis (menjadi wirausaha).

Dengan demikian, pada saat masih duduk dibangku kuliah mahasiswa dapat memulai mencari pengalaman bisnis dengan memanfaatkan waktu yang tersedia dimana hal ini sekaligus sebagai cara untuk mendapatkan modal awal untuk mewujudkan cita-cita menjadi wirausaha. Ada banyak pekerjaan yang sifatnya “part time”, ada kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar menjalankan bisnis dikampus (perguruan tinggi yang memiliki entrepreneur centre), ada kesempatan untuk menjalankan bisnis dan sekaligus mendapatkan penghasilan (fasilitas PKM-K Dikti : Program Kreativitas Mahasiswa yang didanai oleh Dirjen Pendidikan Tinggi),dsb.

Selanjutnya, ada hal yang sangat urgen untuk diketahui oleh para mahasiswa yaitu :

BAGAIMANA CARA MEMASTIKAN BISNIS YANG AKAN/SEDANG DIJALANKAN DAPAT MEMILIKI PELUANG KEBERHASILAN LEBIH BESAR ?

Jawabnya adalah: harus memikirkan dan memastikan melalui perencanaan bisnis (Business Plan) yang dibuat secara komprehensif. Perencanaan bisnis sangat penting karena dapat menjadi peta (map) manakala calon maupun wirausahawan akan menjalankan/mengembangkan bisnis, sehingga dapat sampai ditempat yang dituju (menjadi wirausahawan atau mengembangkan bisnis).

MENGAPA PERENCANAAN BISNIS PENTING DIBUAT DIBUAT DALAM BENTUK PROPOSAL ?

Ada beberapa keuntungan bagi calon wirausahawan maupun pelaku bisnis jika memiliki perencanaan bisnis yang matang dan komprehensif yang tertuang secara baik dalam proposal bisnis, yaitu :

1. Mendapatkan penuntun langkah yang telah dipikirkan secara matang agar bisnis dapat berjalan dalam tahapan sebagaimana yang diharapkan.

2. Memiliki gambaran kapan mimpi (menjadi wirausahawan atau mengembangkan sayap bisnis) dapat tercapai, sehingga memberikan motivasi yang lebih kuat dalam berusaha.

3. Dengan perencanaan bisnis dapat meminimalisir risiko bisnis yang muncul (misalnya risiko financial, karena telah memiliki patokan anggaran).

4. Dapat dipakai sebagai sarana untuk mendapatkan modal atau tambahan modal (dari perbankan atau dari investor atau pihak yang akan diajak bekerjasama).

5. Dapat menjadi early warning system /peringatan dini jika terjadi hal-hal yang dilakukan yang tidak sejalan dengan rencana.

6. Jika terjadi perubahan berbagai faktor (misalnya kondisi pasar, kondisi ekonomi,dll) yang relevan dan berdampak signifikan, dapat dilakukan perubahan secara lebih akurat (hal inilah yang seringkali diperdebatkan bahwasanya perencanaan hanya akan membatasi ruang gerak bisnis sehingga tidak adapatif dan fleksibel).

7. Perencanaan bisnis dapat menunjang dalam komunikasi ataupun negosiasi bisnis.

III. PERENCANAAN USAHA (BUSINESS PLAN)

Pengertian

Setelah memahami akan arti penting / manfaat dari perecnanaan bisnis, yang bisa saja dan harus dibuat pada awal akan dimulainya bisnis atau pada saat bisnis sudah dijalankan, maka tahap selanjutnya akan dibahas mengenai berbagai hal yang urgen yang berkaitan dengan perencanaan bisnis. Pada dasarnya perencanaan bisnis diperlukan sebagai acuan atau rencana tindak bisnis agar bisnis tersebut dapat berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Rencana tersebut itulah yang kemudian disebuat sebagai perencanaan bisnis.

Perencanaan bisnis atau business plan adalah suatu dokumen yang menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual barang atau jasa dengan menghasilkan keuntungan yang memuaskan dan menarik bagi penyandang dana/pemilik modal.

Jadi business plan adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha yang menggambarkan semua unsur yang relevan baik internal mapupun eksternal mengenai suatu perusahaan untuk memulai usahanya. Business plan dibuat untuk jangka panjang ataupun jangka pendek. Perincian business plan tergantung pada perusahaan yang akan memulai operasinya. Sehingga pihak penyedia dana akan tertarik untuk ikut serta dalam usaha tersebut.

Kerangka Perencanaan Bisnis (Business Plan Frame)

Perencanaan usaha pada umumnya disusun dengan memuat pokok-pokok perencanaan, yaitu :

1. Nama perusahaan

2. Lokasi :

a. Lokasi perusahaan

b. Lokasi pertokoan

c. Lokasi perusahaan

d. Lokasi perkantoran

e. Lokasi pabrik

3. Produk/jasa yang diusahakan

4. Konsumen yang dituju

5. Pasar yang akan dimasuki

6. Partner yang akan diajak kerjasama

7. Personal yang dipercaya untuk menjalankan perusahaan

8. Jumlah modal yang diharapkan tersedia dan alokasinya

9. Peralatan perusahaan yang perlu disediakan

10. Penyebaran informasi/promosi

Bentuk Formal Perencanaan Usaha (Business Plan Form)

1. Halaman depan

2. Daftar isi

3. Rangkuman eksekutif

4. Penjelasan tentang perusahaan

5. Pemasaran

6. Barang dan jasa yang dihasilkan

7. Usaha meningkatkan penjualan

8. Permodalan

9. (Apendix-jika diperlukan)

Pengetahuan kerangka perencanaan bisnis dan bentuk formal cara penulisannya ini nanti akan dipergunakan untuk menuangkan ide usaha /pengembangan usaha yang akan dilakukan. Angan-angan berikutnya adalah mempersiapkan diri untuk memulai langkah untuk berbisnis.

APA ASPEK PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM MEMULAI SEBUAH USAHA ?

Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal klasik yang menghambat, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang urung memulai bisnis. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah satu sumber ketakutan bagi setiap orang. UNTUK MENGHILANGKAN KETAKUTAN DALAM MEMULAI BISNIS, SESEORANG BISA MEMBUAT PERSIAPAN BISNIS YANG MATANG SEHINGGA DAPAT MENJALANINYA DENGAN OPTIMISTIS.

Ada 9 aspek penting sebelum memulai usaha yang perlu mendapat perhatian yaitu :

1. Memahami konsep produk atau jasa secara baik

Sebelum memulai suatu usaha maka hal yang terpenting adalah pemahaman kita akan konsep produk atau jasa yang akan menjadi bisnis inti. Kita perlu memahami bukan hanya secara teknis produksi tetapi juga pasar dan prospeknya. Biasanya, untuk lebih memperjelasnya akan dilakukan analisa atas kelayakan dan prospek produk termasuk produk-produk yang sama sekali baru dengan melihat sisi human behavior, kebutuhan pasar dan lainnya.

Namun secara prinsip dasar : sebuah produk yang layak jual adalah produk yang memiliki syarat :

Konsep Produk :

§ Dibutuhkan pasar (need)

§ Berbeda (Different)

§ Unik (Unique)

§ Sesuai dengan daya beli (willingness to buy)

2. Membuat visi dan misi bisnis (dalam lingkup kecil dapat dibuat tidak terlalu formal)

Setiap orang yang mau memulai bisnis harus mengetahui visi dan misi yang akan menjadi panduan seseorang untuk tetap fokus kepada tujuan bisnis dan organisasi yang awal. Seringkali suatu usaha pada saat mulai berkembang pada tahap berikutnya mengalami kegagalan karena organisasi tersebut tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal tetapi terlalu banyak mencoba mengembangkan bidang usaha lain yang baru. Visi dan Misi yang baik :

VISI – MISI :

  • Future Oriented
  • Measurable
  • Realistic

3. Perlunya winning, positive dan learning attitude untuk menjadi sukses

Sikap mental merupakan kunci sesuatu yang harus dicamkan daripada setiap calon “entrepreneur” karena, karena untuk meraih sukses dibutuhkan waktu, sikap tidak menyerah, proses belajar secara kesinambungan, dan melihat permasalahan secara positif yang tidak membuat anda menjadi patah semangat namun melihat setiap peluang dan belajar atas setiap kegagalan.Anda akan belajar untuk mengembangkan sikap-sikap di atas untuk menjadi “busisness entrepreneur” yang sukses.

THERE IS NO OVER NIGHT SUCCESS

4. Membuat perencanaan dan strategi bisnis yang efektif akan menghindari usaha daripada risiko bisnis dan keuangan.

Secara statistik hampir seluruh kegagalan bisnis kecil dan menengah disebabkan karena tidak adanya atau kurang efektifnya perencanaan bisnis yang anda buat. Asumsi-asumsi seperti kapasitas produksi, tingkat utilisasi produksi, proyeksi kenaikan harga dan biaya dan aspek lainnya dalam perencanaan bisnis haruslah menggambarkan secara akurat realitas pasar atau praktek yang ada dalam suatu industri. Sistematika perhitungan dan proyeksi pendapatan dan biaya harus dibuat secara tepat sehingga membantu setiap calon pengusaha untuk menghitung secara akurat kebutuhan modal investasi dan modal kerja termasuk struktur biaya untuk persiapan awal, tahap percobaan, produksi secara komersial, inventori, distribusi, pemasaran, administrasi, sumber daya manusia dan juga komponen pendapatan usaha yang terdiri dari pendapatan inti dan tambahan. Pemahaman yang baik atas hal ini juga akan membantu calon entrepreneur untuk dapat mengindentifikasi potensi resiko bisnis, manajemen dan keuangan dan membuat langkah-langkah pengendalian untuk dapat menghindari setiap resiko tersebut.

PLAN : CALCULATED AND DO IT

5. Pengetahuan dasar manajemen, organisasi dan sistem akan menghindari usaha daripada risiko manajemen.

Setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distribusi dan penjualan berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tidak efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas, koordinasi dan komunikasi antar pegawai yang tidak efektif sehingga banyak keputusan yang terlambat, perekrutan pegawai yang tidak efektif sehingga banyak pegawai yang keluar masuk dan membuang banyak waktu dan biaya, pelatihan yang tidak baik sehingga produktivitas pegawai yang rendah dan masih banyak lagi permasalahan organisasi.

MANAJEMEN :

  • CONTINUOUS LEARNING AND DOING BUSINESS
  • EMPHATY

6. Optimalisasi sumber daya manusia maka 50% usaha Anda sudah berhasil.

Sumber Daya Manusia atau SDM merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha yang sangat penting. Banyak pakar yang menyadari bahwasanya untuk memulai usaha seringkali apabila kita merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi sangat baik dapat menutup kelemahan manajemen, organisasi dan sistim dalam jangka pendek. Dengan SDM yang tepat maka kita sudah setengah jalan untuk menjadi sukses.

MSDM : TOGETHERNESS

7. Mengapa kreativitas, kepemimpinan dan proses pembuatan keputusan sangat penting?

Dalam memulai usaha umumnya setiap calon entrepreneur akan mengalami banyak permasalahan dan krisis. Banyak kegagalan terjadi karena kurangnya kreativitas, kepemimpinan dan pembuatan keputusan yang tepat untuk mencari solusi yang baik. Kreativitas seperti “thinking outbox” atau kemampuan melakukan analisa permasalahan di luar pemahaman yang sudah ada dan mencari alternatif solusi yang kreatif akan sangat membantu usaha anda untuk berhasil. Kreativitas juga akan sangat membantu anda untuk menyesuaikan produk-produk anda agar dapat diterima oleh pasar dan juga melihat berbagai peluang dalam membangun usaha anda. Kepemimpinan sangat penting dalam krisis untuk membuat setiap pegawai dan semua orang yang terlibat dalam usaha anda percaya bahwasanya anda tidak panik, menjadi tempat last resort solusi atas semua permasalahan dan menjadi panutan. Proses Pembuatan Keputusan akan membantu anda dalam mencari alternatif solusi dan memilih yang terbaik untuk usaha dan organisasi anda. Dalam topik ini anda akan mendapatkan cara-cara mengembangkan kreativitas usaha anda, ciri-ciri kepemimpinan yang cocok dengan latar belakang pribadi anda dan bagaimana proses yang benar dalam membuat keputusan dalam setiap permasalahan.

LEADERSHIP :

§ ANALYZE

§ ACTION – DO IT

§ TAKE A RISK

8. Pengetahuan dasar pengelolaan keuangan dan pembiayaan

Pemahaman atas aspek ini adalah sangat penting dalam perkembangan usaha anda. Seringkali produksi terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baik seperti kekurangan dana untuk pembelian bahan baku, alat-alat produksi dan lainnya.

FINANCE : DO AS A BUSINESS AND RECORD IT

9. Pemasaran, pelayanan dan product brand

Pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan penjualan produk atau jasa. Sebaik apapun produk atau jasa tanpa pemasaran yang baik maka akan sangat sukar untuk meningkat penjualan dan keuntungan usaha. Di lain pihak tanpa pelayanan yang baik kepada pelanggan maka akan sangat sukar suatu usaha untuk memperoleh pelanggan yang loyal yang merupakan kunci perkembangan usaha. Dengan pelanggan yang loyal maka pekerjaan pemasaran akan lebih mudah karena pelayanan yang baik akan menciptakan product brand yang baik kepada calon pelanggan baru. Dalam topik ini akan dibahas secera menyeluruh semua aspek penting dalam membuat strategi pemasaran, identifikasi pelayanan yang dibutuhkan pelanggan dan bagaimana menciptakan product brand dan efeknya kepada keberhasilan usaha.

MARKETING : SOLUTION BY SATISFACTION

Jika sudah dipahami ke 9 aspek di atas mungkin anda bertanya :

BAGAIMANA LANGKAH MEMULAI SEBUAH BISNIS ?

Anda dapat mengikuti 10 langkah berikut ini yang bisa memandu (calon) pebisnis menyusun bisnis dan membuatnya sukses.

1. Kerjakan apa yang Anda sukai. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, karaoke keluarga atau memberikan nasehat keuangan.

2. Mulai bisnis Anda ketika Anda masih kuliah/bekerja. Berapa lama paling banyak orang bisa tanpa uang? Tidak lama. Dan ini akan menjadi waktu yang lama sebelum bisnis baru Anda benar-benar membukukan keuntungan. Menjadi mahasiswa/karyawan ketika memulai bisnis berarti ada uang di saku (modal) ketika Anda memasuki proses memulai bisnis.

3. Jangan kerjakan hal tersebut sendirian. Anda membutuhkan dukungan ketika memulai bisnis (dan setelahnya). Seorang anggota keluarga atau teman yang dapat memberikan ide dan akan mendengat secara simpatik hingga hal penting terakhir memulai bisnis tidak ternilai harganya. Ciptakan networking relationship sejak sekarang !

4. Pertama dapatkan klien atau pelanggan. Jangan menanti sampai Anda telah secara resmi memulai bisnis hingga garis ini, karena bisnis Anda tidak dapat bertahan tanpa mereka. Pelihara dan kembangkan jaringan atau network, buat kontak. Jual atau berikan produk atau jasa Anda. Anda tidak dapat memulai pemasaran terlalu cepat.

5. Tulis perencanaan bisnis. Alasan penting membuat rencana bisnis adalah langkah ini dapat membantu Anda menghindari habisnya waktu, uang dan memulai bisnis yang tidak akan sukses.

6. Lakukan riset. Anda akan mengerjakan banyak penelitian sepanjang rencana bisnis, tetapi itu barulah awalnya. Anda untuk menjadi ahli dalam industri Anda, produk dan jasa. Jika Anda telah selesai. Bergabung pada asosiasi industri atau profesional yang berhubungan dengan bisnis Anda sebelum memulai bisnis merupakan ide yang bagus.

7. Dapatkan bantuan profesional. Di satu sisi, hanya karena Anda menjalankan bisnis kecil, bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bidang apa pun. Jika Anda bukan seorang akuntan, rekrutlah satu atau dua orang misalnya. Jika Anda ingin menulis kontrak, dan Anda bukanlah seorang lawyer, rekrutlah1 orang ahli hukum. Anda akan membuang lebih waktu dan mungkin juga uang untuk mencoba melakukannya sendiri pekerjaan dimana Anda tidak memiliki kualifikasi untuk mengerjakannya.

8. Dapatkan uang. Simpan jika harus, mendekati investor potensial dan pemberi pinjaman. Gambarkan perencanaan keuangan jauh ke belakang. Jangan mengharapkan memulai bisnis dan kemudian berjalan ke dalam bank dan mendapatkan uang. Pemberi pinjaman tradisional tidak seperti ide baru dan tidak seperti bisnis tanpa pembuktian track records.

9. Jadilah profesional semenjak memulai. Segala sesuatu tentang Anda dan cara Anda menjalankan bisnis membuat orang-orang tahu bahwa Anda seorang profesional yang menjalankan sebuah bisnis yang serius. Ini berarti mendapatkan semua perlengkapan seperti kartu bisnis profesional, telepon bisnis, dan alamat email bisnis, dan memperlakukan orang secara profesional, cara yang sopan.

10. Jalankan hukum dan keluarkan pajak dengan benar pada kali pertama. Hal tersebut lebih sulit dan lebih mahal dibandingkan mengerjakannya setelah itu. Apakah bisnis anda butuh teregistrasi? Akankah Anda harus memiliki asuransi untuk karyawan atau deal dengan pajak gaji? Akan bagaimana bentuk bisnis yang Anda pilih mempengaruhi situasi pajak pendapatan Anda? Pelajari kewajiban pajak dan hukum sebelum Anda memulai bisnis dan mengoperasikannya.

Jika semua hal di atas sudah anda pahami, anda dapat melanjutkan dengan berlatih membuat proposal (perencanaan) bisnis dan membandingkan/ membuat patok duga (benchmark) untuk mempermudahmya. Saat sekarang, sebagaimana materi ini, anda dapat memanfaatkan berbagai sumber di internet untuk membuatnya.

IV. PENUTUP

Materi pelatihan dalam membuat proposal (perencanaan) bisnis) ini lebih merupakan panduan untuk memudahkan para peserta membuatnya. Terlebih dahulu sebelumnya ada beberapa konsep yang dikemukakan untuk memberikan bekal pemahaman agar dalam pembuatan proposal bisnis nantinya, akan dapat dilakukan dengan relatif tanpa ada kesulitan. Materi ini lebih menekankan pada cara membuat proposal perencanaan bisnis dan bukan pada pemahaman aspek –aspek yang ada dalam perencanaan bisnis (misalnya: aspek keuangan, pemasaran, produksi dan sumber daya manusia).

Semoga materi ini dapat menjadi motor penggerak setelah anda mendapatkan inspirasi dan tergerak untuk menjadi seorang WIRAUSAHA.

Materi ini dikompilasi dari berbagai sumber di internet (diantaranya dari wordpress/2008/, www.fastpdf.com, dan beberapa buku literature).

sitipuryandani@yahoo.com

sitipuryandani@facebook.com

SALAM SUKSES

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Forest Mind: Menikmati Lukisan di Tengah …

Didik Djunaedi | | 22 October 2014 | 22:20

“Yes, I’m Indonesian” …

Rahmat Hadi | | 22 October 2014 | 10:24

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Presiden Jokowi Melanggar Hukum? …

Hendra Budiman | | 22 October 2014 | 17:46

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 10 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 10 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 10 jam lalu

MH370 Hampir Pasti akan Ditemukan …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Waspada Scammer di Linkedin, Temanku Salah …

Fey Down | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: