Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Welhelmus Poek

Pekerja sosial, tidak pernah menyerah dan selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anak dan masyarakat Indonesia.

Sederhana dalam Sikap, Kaya dalam Karya

OPINI | 15 August 2012 | 19:44 Dibaca: 352   Komentar: 2   1

Sederhana. Ini kata yang tepat bagi seorang Pria payubaya asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Propvinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Agustinus Lake, begitu nama lengkapnya. Merupakan pengrajin batu akik secara tradisional dari Desa Nian Kabupaten TTU dan sudah dikenal banyak orang. Kesehariannya sebagai petani. Namun, Bapak yang biasa dipanggil Agus ini memiliki keahlian khusus sebagai pengrajin batu akik. Bapak Agus sudah mengguluti profesi ini sejak tahun 1990 atau kurang lebih 22 tahun. Hasil karyanya sangat diminati banyak orang. Tak heran, para pencari batu hiasan ini akan mencari sosok pria ini, tatkala ada event yang diselenggarakan baik di level Kabupaten maupun Provinsi yang menghadirkan hasil produksi masyarakat lokal. Saat ini sedang ada Pameran Pembangunan dalam rangka HUT RI ke-67 yang diselenggarakan di Arena Pameran Fatululi Kupang - NTT. Pameran ini juga turut memperkenalkan berbagai macam produksi lokal/budaya dari semua Kabupaten di NTT. Kabupaten TTU juga turut mengambil bagian dalam pameran yang dimaksud. Salah satu hasil produksi yang dipamerkan oleh Kabupaten  TTU adalah batu akik, milik bapak Agus. Saya berkesempatan mengunjungi stan Kab. TTU dan menyempatkan diri berdiskusi dengan bapak Agus. dalam diskusi tersebut, beliau menceritakan proses bagaimana beliau bisa mengguluti profesi tersebut secara serius. Sekedar informasi bagi kita, bahwa Kab. TTU memiliki jenis bebatuan alam yang memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan kualitas bebatuan tersebut masuk jajaran kualitas dunia. Sebut saja batu Marmer di Desa T’eba mengalahkan kualitas Marmer di Italia; Kualitas batu Mangan juga demikian; dan khusus batu akik, memiliki kualitas setingkat intan.Berdasarkan pengalaman bapak Agus, sejak dilibatkan dalam proses magang di Jawa Tengah dan dilibatkan dalam pameran batu akik dibeberapa daerah di Indonesia; semua hasil karyanya pasti habis terjual. Beliau menceritakan, bahwa pembeli batu akiknya bukan saja konsumen, tetapi sesama pengrajin batu akik pun mereka membeli batu akiki miliknya. Menurut bapak Agus, para pengrajin tersebut saya tertarik dengan keaslian batu, motif dan kualitas batu dari NTT khususnya TTU, sehingga tak tanggung-tanggung mereka membeli dari bapak Agus.Namun, ada satu kerinduan yang beliau harapkan selama ini adalah memiki alat kerja yang lebih modern agar dapat meingkatkan kualitas hasil karyanya. Menurut beliau, selama ini masih menggunakan alat tradisional. “sudah banyak minta bantuan, tapi sampai sekarang tidak dapat bantuan. Proposal sudah kasih masuk ke pemerintah ju, tapi tidak pernah dukung kami rakyat kecil” begitulah keresahan hatinya.Saya tidak berkesempatan untuk melukiskan lebih jauh tentang usaha bapak Agus, namun dari diskusi tersebut, tergeraklah hati saya untuk menuliskannya di Kompasiana, dengan harapan mungkin ada yang tertarik mendukung usaha bapak Agustinus Lake. Satu hal yang saya dapatkan dari beliau adalah dalam kesederhanaannya, dia terus berkarya demi masa depan anak-anak dan keluarganya. Luar biasa. NB : Saya sudah mencoba meng-upload beberapa foto batu akik milik bapak Agus, namun sayangnya layanan internet tidak mendukung, sehingga kesulitan upload

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Ga Pengen Gundul? Rawat Rambutmu??? …

Kang Isrodin | | 29 November 2014 | 12:00

Sentilan-sentilun SBY dan Jokowi …

Gunawan | | 29 November 2014 | 09:00

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39

Festival Payung Indonesia Pertama, …

Indria Salim | | 29 November 2014 | 13:31

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jangan Tekan Ahok Lagi …

Mike Reyssent | 7 jam lalu

Ibu Vicky Prasetyo Ancam Telanjang di …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Pak Jokowi, Dimanakah Kini “Politik …

Rahmad Agus Koto | 9 jam lalu

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 11 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kekhawatiran Masyarakat Terhadap Bahaya Susu …

Hikmawati . | 8 jam lalu

Seperti Apa Mas Kawin di Zaman Rasulullah …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Kontraversi Aborsi …

Jahrianti Nur Tahir | 8 jam lalu

Remang-remang Kunang-kunang …

Harry Ramdhani | 9 jam lalu

Panggung Rising Star Indonesia Gagal …

Pietro Netti | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: