Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Aneppaoji

Anep Paoji, saya tinggal di kota kecil indah dan bersahabat. Suka bisnis, sesekali menulis opini selengkapnya

Hore…Saya Berhasil Bikin Mesin Sikat Karpet

REP | 07 October 2012 | 21:02 Dibaca: 2772   Komentar: 22   10

1379829630789947757

Sebenarnya mesin sikat karpet ini telah saya gunakan setahun yang lalu untuk cuci karpet usaha laundry yang sudah saya geluti tiga tahun yang lalu. Hingga kini belum pernah rusak dan sudah menghasilkan rupiah setiap harinya..he2

Awal muncul ide membuat mesin sikat karpet ini, saya melihat belum ada mesin cuci karpet yang bisa bekerja dalam air, selain harganya cukup mahal. Dari beberapa sales yang menawari mesin sikat, harganya mulai Rp4-9 juta. Meski bisa nyicil, tentu bagi pengusaha kecil uang segitu cukup besar. Dan yang paling mendorong saya membuat sendiri,  mesin-mesin pabrikan itu sangat anti air. Mencuci karpet hanya dengan menaburkan obat-obatan. Jika karpet terlalu kotor, tanpa mengguyur air, rasanya sulit bersih. Apalagi jika karpet kena air kencing, dalam fiqh Islam, meski pake obat hukumnya tetap najis kalau tidak diguyir dengan air hingga tiga kali.

Memang cara kerja mesin yang saya buat ini meniru mesin sikat pabrikan yang harganya Rp5 juta ke atas itu. Hanya saja, dibuat sesederhana mungkin dengan fungsi yang full maksimal. Sparepart mesin ini juga cukup sederhana. Kebetulan ada bekas mesin pompa air yang sudah rusak. Kemudian diperbaiki dan bagian kipas penyedot airnya saya buang. Kebetulan juga, ada bekas onderdil mesin cuci yang nganggur dan fungsinya masih bagus.

Cara membuatnya, saya membuat dudukan dinamo pompa air  itu, yang sejajar dengan dudukan bekas spareart mesin cuci tadi. Fungsi dinamo untuk menggerakan sikat yang ditempal pada onderdil mesin cuci tersebut yang dihubungkan dengan belt (sabuk) bekas mesin cuci ukuran 7-8 kilo. Jika dinamo dihubungkan ke listrik dinamo akan mutar dan menggerakan pula sikat yang ditempelkan pada sparepart mesin cuci itu. Sebenarnya, jika sikat langsung ditempel (dibuat dudukan sikat) pada dinamo, itu sudah bisa berfungsi. Hanya saja, putarannya akan lemah terutama jika beban dari sikat cukup kuat. Sementara jika dihubungkan keapada sparepart mesin cuci terlebih dahulu, putaran sikat jadi kuat. Seperti saat kita mencuci, meski dalam mesin cuci berat tetapi baling-baling masih bisa berputar. Ini karena sparepart mesin cuci itu di dalamnya terdapat komponen, dengan putaran tenaga pelan saja, bisa menggerakan beban berat. Memang sudah diciptakan demikian dari pabrikannya.

Untuk dudukan mesin, masih kebetulan ada potongan besi yang masih bagus. Besi tersebut saya bawa ke tukang las agar dibentuk sesuai dengan yang saya inginkan. Satu hari,  tukang las menyelesaikan dudukan mesin cuci sikat ini. Dengen harap-harap cemas saya merakitnya satu persatu. Singkat kata tanpa kendala yang berarti.. mesin sikat itu berfungsi dengan baik.

Mencuci karpetpun jadi cepat dan lebih gampang serta lebih bersih. Operator tinggal mendorong-dorong, maju mundur mesin ini, dan sikat dengan sendirinya berputar membilas karpet. Perbandingannya bisa dua kali lipat dengan tenaga manusia. Mencuci karpet ukuran 1,80 M X 2,13 M atau karpet ukuran medium, hanya dalam 15-20 menit. Dengan sikat tangan bisa memakan waktu 30-40 menit. Belum lagi menguras tenaga hingga mengurangi kualitas kebersihan hasil cucian. Para pelangganpun, setelah menggunakan mesin sikat itu jarang sekali yang komplain. Kini sudah satu tahun lebih mesin itu saya gunakan. Mungkin kalau nyicil mesin pabrikan, kayaknya belum lunas.

Kalau yang mau bikin boleh inbok saya he2, di sini Email : anep.paoji@gmail.com.  Cuma saya tidak menyetok mesin ini. Tetapi kalau ada yang mau bukin, saya akan membuatkannya dengan model dan fungsi yang saya terangkan di atas. Membuat mesin ini antara 4-7 hari kerja.  MAU LIHAT HASILNYA DI SINI YA.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalahkan Norwich, Liverpool Kian Dekat …

Achmad Suwefi | | 20 April 2014 | 19:54

Ketagihan “Pecel Senggol” …

Hendra Wardhana | | 20 April 2014 | 16:01

Kebijakan Mobil LCGC Yang Akhirnya Membebani …

Baskoro Endrawan | | 20 April 2014 | 13:30

My Mother Is…? …

Salmah Naelofaria | | 20 April 2014 | 15:03

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Awas Pacaran Sama Bule Player! Tips dari …

Cdt888 | 16 jam lalu

Mari Jadikan Sekolah Benar-Benar Sebagai …

Blasius Mengkaka | 17 jam lalu

Hargai Pilihan Politik Warga Kompasiana …

Erwin Alwazir | 18 jam lalu

Mandi Air Soda di Kampung, Ajaib! …

Leonardo Joentanamo | 19 jam lalu

Prediksi Indonesian Idol 2014: Virzha …

Arief Firhanusa | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: