Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Januar

Seorang manusia yang sedang berproses menjadi lebih baik

Entrepreneurship Solusi Cerdas Mengatasi Pengangguran dan Kemiskinan di Indonesia

OPINI | 07 November 2012 | 00:27 Dibaca: 3760   Komentar: 0   1

Pengangguran dan Kemiskinan di Indonesia setiap tahun semakin menjamur. Permasalahan ini setiap tahun selalu saja menjadi tolak ukur keberhasilan seorang presiden, dan ramai di bicarakan banyak orang. Dari para pemerhati ekonomi sampai pada masyarakat menengah dan kecil pun juga ikut santer membicarakan hal ini. Ini dikarenakan turun tidaknya pengangguran dan kemiskinan di Negeri kita akan berefek besar terhadap perkembangan perekonomian kita. Dan tentunya juga berefek pada kemakmuran masyarakat Indonesia.  Dari permasalahan itu maka harus dicari solusi untuk menangani itu semua. Dan solusinya adalah dengan memajukan dan mengembangkan jiwa-jiwa Entrepreneur di Indonesia dari berbagai kalangan.

Indonesia sebagai bangsa yang besar tentunya mempunyai pekerjaan-perkerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Berbagai permasalahan yang di hadapai bangsa Indonesia harus membuat bangsa dan masyaraktnya menjadi lebih dewasa. Persoalan yang terjadi di Negara kita adalah persoalan masa lalu yang hingga sampai saat ini belum terselesaikan. Masalah inti dari keterpurukan bangsa Indonesia adalah masih lemahnya ekonomi bangsa yang berimbas pada perekonomian rakyat. Sampai kapan masyarakat terus menderita dikarenakan pemerintah kita gagal meningkatkan tarap kehidupan masyarakatnya? Akankah pengangguran dan kemiskinan akan terus menghiasai bangsa ini? Yang jelas masyarakat masih menunggu langkah-langkah pemerintah untuk memakmurkan masyarakatnya. Satu hal yang menurut saya mengapa pemerintah belum berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakatnya, itu karena pemerintah masih setengah-setengah dalam menyelesaikan permasalahan ini. Sepertinya pemerintah kita kurang berani bermimpi besar untuk bisa mencapai target-target besar. Dan yang kedua pemerintah berpikirnya praktis saja, tidak berpikir strategis. Pemerintahan yang cerdas harus bisa berpikir strategis. Apa yang dimaksud dengan berpikir strategis di sini? Yaitu paham di mulai dari titik mana untuk merubah kesemua titik. Jika dalam membangun ekonomi bangsa, pemerintah kita di sulitkan  dengan terbatasnya Anggaran Negara. Menurut saya ini hanya teori pembelaan terhadap ketidakmampuan pemerintah. Sebenarnya ada satu hal yang bisa kita lakukan untuk merubah ekonomi bangsa menjadi lebih baik. Solusinya yaitu kita mengembangkan Entrepreneur yang ada di Indonesia. Bisa dibayangkan jika pembengkakan angka pengangguran dan kemiskinan tidak kita atasi, Indonesia akan mengalami masa-masa sulitnya. Berbagai tindakan criminal akan merajalela di mana-mana, ketidakharmonisan tidak terjaga, dan kondisi politik Indonesia akan mengalami kepanikan yang luar biasa.

Lihat saja data dari BPS(Badan Pusat Statistik) Jumlah angka pengangguran dan Kemiskinan tiap tahunnya mengalami penurunan yang tidak berarti.Pengangguran Terbuka*) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2008

No Pendidikan Tertinggi yang diTamatkan 2008 (Februari) 2008 (Agustus)
1 Tidak/Belum Pernah Sekolah/Belum Tamat SD 528 .195 547 .038
2 Sekolah Dasar 2 .216 .748 2 .099 .968
3 SLTP 2 .166 .619 1 .973 .986
4 SMTA 3 .369 .959 3 .812 .522
5 Diploma I/II/III/Akademi 519 .867 362 .683
6 Universitas 626 .202 598 .318
TOTAL 9 .427 .590 9 .394 .515

*) Mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, , sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.     Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS)2008

Beberapa  hal yang harus di lakukan adalah melakukan beberapa tahap. Hari ini saya coba untuk memberikan  Rumus mudah untuk Menyelesaikan Permasalahan Pengangguran dan Kemiskinan di Indonesia terkait dengan Entrepreneur. Yaitu “A-K-U”(Analisis-Kalkulasi-Uji Coba).

A. A= Analisis (Menjawab Pertanyaan :  Mengapa?, Apa?, dan Bagaimana?)

Kita akan mencoba menganalisis beberapa hal terkait dengan permasalahan ekonomi Indonesia.

  1. Mengapa Jumlah Pengangguran dan Kemiskinan di Indonesia tiap tahun  semakin tinggi?

Jumlah Pengangguran dan Kemiskinan di Indonesia semakin tinggi tiap tahun karena Pemerintah kita belum bisa berpikir srategis dan bersikap tegas terhadap peraturan yang telah ada. Pemerintah harus melihat dari berbagai sisi dan mencari celah solusinya. Dan juga terhadap aturan-aturan yang telah ditetapkan pemerintahan di lapangan harus dipertegas dalam hal ini BUMN.

  1. Apa yang harus di Lakukan oleh Pemerintah?

yang harus dilakukan pemerintah adalah dengan cara mencari titik peluang dari satu sudut untuk merubah semua sudut. Yaitu dengan mengembangkan bidang entrepreneur agar  semua hal yang berkaitan dengan ekonomi bisa teratasi.

  1. Bagaimana Caranya Untuk Menyelesaikan ini semua? Yaitu dengan memperbaiki system yang ada. Penjelasanya bisa dilihat di halaman selanjutnya.

B. K=Kalkulasi (Cermat dalam Penghitungan)

Melaksanakan apapun itu tanpa adanya perhitungan yang baik akan berdampak minim terhadap target dan output yang akan di capai. Maka sangat penting kita melakukan Kalkulasi terhedap penentuan target di Masa Depan. Dan dalam tulisan ini saya coba untuk melihat dari berbagai data yang dikalkulasikan dari berbagai sumber.

Jumlah Penduduk Indonesia 2010* Angka Terendah Populasi Penduduk  2010** Angka Tertinggi Populasi Penduduk 2010** Rata-rata Jumlah Penduduk Indoensia di 30 Propinsi Pengangguran Di Indonesia 2009.***
234.200.000 826.000 (Provinsi Maluku Utara) 42.555.000(Provinsi Jawa Barat) 7.806.667 **** 9.258.964.

Catatan: *(Data BPS(Badan Pusat Statistik) 2010)

**(Data BPS dari 33 Propinsi dengan 3 propinsi data kosong)

***(Data BPS Indonesia 2009)

****(234.200.000:30=7806666.6666666666666666666666667diasumsikan=7.806.667)

Jumlah entrepreneur di Indonesia: Thn 2009 = 0,18% Dari total penduduk Indonesia.

Tahun 2007 jumlah entrepreneur adalah 0,08% dari 200jt penduduk indonesia(Kompas, 29/11/2007)

Artinya hanya ada 0,08/100 x 200jt=160.000 entrepreneur.Artinya jika di lihat tiap tahun naik 0,05%. Ironis tidak sampai 1%. Dari 234.200.000.Tahun 2009 akhir ada sebanyak 0,18% artinya ada sebanyak 0,18/100 x 234.200.000=421.560 entrepreneur. Jika kita mengharapkan pertumbuhan wira usaha sebesar 1 % berarti kita butuh 1/100 x 234.200.000=2.342.000 entrepreneur. Coba kita bandingkan dengan singapura tahun 2005 mereka mempunyai   7% entrepreneur  dari sekitar 40jt Populasinya. Artinya mereka memiliki sebanyak  7/100 x 40.000.000 =2.800.000 entrepreneur. Itu sudah sangat membantu perekonomian mereka. Pertanyaanya bisakah Indonesia memenuhi 7%? Dalam artian beranikah kita mengembangkan entrepreneur di Indonesia sebanyak 16.394.000?,di hitung dari 7/100 x 234.200.000=16.394.000.Berarti di 30 propinsi kita butuhkan tiap propinsi sebanyak 16.394.000/30=546.467 entrepreneur. Artinya setiap Propinsi harus mengembangkan Entrepreneur sebanyak 0.23% dari Total Populasi penduduknya.

Indonesia harus punya target…dan target itu juga harus rasional dan jelas. Tidak kabur.

Baik..sekarang kita butuh waktu berapa tahun untuk menjadikan jumlah entrepreneur di Indonesia menjadi 7%? 1 tahun?atau 5 tahun? Yang jelas jika kita semua bersungguh-sungguh dan pemerintah juga mau bekerja keras saya yakin kurang dari 3 tahun target itu sudah bisa terpenuhi. Mengapa saya menganalisa ini? Kita bayangkan jika 1 orang saja bisa menghasilkan 1 lapangan kerja baru , hasilnya akan sangat luar biasa. Misalkan 1 entrepreneur bisa menampung  5  tenaga kerja, berarti dengan total wira usaha kita 7% maka :

16.394.000 x 1 x 5 =81.970.000 jiwa.

Bisa dibayangkan kita bisa menyediakan lapangan kerja untuk 81jt jiwa rakyat Indonesia..dan otomatis masalah pengangguran bisa teratasi. Data tahun 2009 BPS menyatakan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia dari berbagai   Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan  yaitu: 9.258.964. Dengan hanya 0,8% jumlah entrepreneur di Indonesia saja bsebanyak 1.873.600 menghasilkan Lapangan kerja baru sebanyak 9.368.000.

1873600 x 1 x 5 = 9.368.000

Lalu pertanyaan yang harus di bangun adalah bagaimana caranya agar entrepreneur di Indonesia bisa mencapai 0,8% atau 7%?

Hal yang paling mendasar terlebih dahulu yang harus di Lihat adalah Ruang Peluang Pembelajaran Entrepreneurshipnya. Karena ini sangat penting untuk melihat peluang yang baik agar proses pengontrolan lebih mudah. Dalam hal ini saya bagi ada 4 ruang sebagai peluang pengembangan dunia entrepreneurship di Indonesia. Yaitu Kota, Desa, SMA/SMK/MA, dan PT(Perguruan Tinggi) baik Swasta maupun Negeri.

Gambar 1. Ruang Peluang Entrepreneurship.

Baik kita coba cari solusi dari ini semua. Saya menawarkan beberapa solusi akan hal ini.

a)      Pemerintah perlu membentuk badan khusus untuk memantau pertumbuhan entrepreneur yang ada di Indonesia, selain memantau badan ini nantinya juga melakukan program-program kongkrit untuk menumbuhkembangkan entrepreneur di Indonesia. Sebut saja namanya”Entrepreneur Watch”.

b)      Bekerjasama dengan lembaga-lembaga non-pemerintahan yang bergerak dalam bidang wira usaha/entrepreneur.

c)      Memberikan Bantuan modal kepada  para pembisnis mula

d)     Menguatkan dan mempertegas fungsi control pemerintah terhadap BUMN;  mengapa BUMN? Karena pemerintah telah mewajibkan kepada para BUMN untuk menyisihkan dana beberapa persen dari keuntunganya untuk disalurkan sebagai modal bisnis, baik pemula maupun menengah. Karena selama ini tidak jelas kemana uang itu pergi, kemungkinan besar di korupsi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Beberapa bentuk BUMN yaitu; PERTAMINA, BRI, BANK MANDIRI,  PNM dan lainya.

e)      Melakukan Pelatihan-pelatihan tentang entrepreneur secara kontinu

f)       Melakukan pelatihan-pelatihan tentang berwirausaha di berbagai bidang, sesuai dengan kondisi masyarakatnya.

g)      Pemerintah harus mempertegas kepada perguruan Tinggi yang ada di Indonesia untuk memasukan kurikulum baru berbasis entrepreneur. Karena masih banyak kampus-kampus belum memasukan kurikulum ini. Efeknya sangat besar sekali terhadap pengangguran. Tahun 2009 sarjana yang menganggur mencapai 900.000. akan sangat menyedihkan bila hampir tiap tahun Perguruan tinggi yang ada di Indonesia Menambah beban bangsa ini dengan menambah jumlah pengangguran.

C. Uji Coba

Semuanya harus di coba, kebanyakan kita takut dengan kegagalan. Padahal kehebatan suatu bangsa adalah bangsa yang sukses dengan kegagalanya.

Pemerintah harus berpikir Go Action Agar Semua Elemen Bergerak dan Bergerak. Artinya semua rencana harus dilaksanakan dengan jujur, kerja keras, dan tentunya kerja cerdas dan ikhlas. InsyaAllah semuanya akan bisa berjalan dengan baik.

Indonesia harus mandiri dan berani. Pemerintahpun harus bisa tegas dalam hal ini. Jika entrepreneurship sudah bisa kita majukan di Indonesia maka Perekonomian Indonesia secara otomatis bisa terbantu. Jika ekonomi kita bisa membaik, masyarakatpun akan makamur, aman, sentosa, Adil dan Sejahtera.

Postingan lawasku 2011 di www.januar.edublogs.com

Tags: entrepreneur

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sambut Sunrise Dari Puncak Gunung Mahawu …

Tri Lokon | | 28 July 2014 | 13:14

Pengalaman Adventure Taklukkan Ketakutan …

Tjiptadinata Effend... | | 28 July 2014 | 19:20

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 12 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 13 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 14 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 17 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: