Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Singgih Swasono

saya usaha di bidang Kuliner,Jualan sate jamur, bakso urat jamur, ikan sambal pecak dan Pepes selengkapnya

Inovatif, Kreatif Positif (Bisnis Kuliner)

REP | 13 January 2013 | 17:48 Dibaca: 2149   Komentar: 22   8

Memasak adalah seni meracik rasa berbagai rempah-rempah bumbu dapur menjadi suatu rasa pas di lidah, di hati bagi penikmat kuliner sejati.

Bisnis kuliner tak ada matinya, bak jamur di musim penghujan di setiap  sudut kota hampir ada warung makan berbagai segmen kelas; bawah, sedang dan atas. Bagi pemula ingin terjun di bisnis kuliner jangan dulu pikirkan segmen pasar, bagi saya sifatnya relatif. Cari tempat strategis, setelah itu buat konsep yang sederhana: beda, unik, enak, sehat dan menarik (Inovatif, kreatif positif). Tentu di dukung dengan promosi baik spanduk maupun selebaran, bisa sebar sediri atau titipan pada agen koran.

Konsep Inovatif kreatif positif itulah yang saya jalankan dalam usaha kuliner saya sejak lima tahun yang lalu, Alhamdulillah bertahan sampai sekarang. Bila ke Purwokerto, alamat tepatnya di Jl Jend. Sudirman Timur 172 Berkoh Purwokerto, sebelah Barat Patung Soebroto, Berkoh atau sebelah Selatan RS. Margono.

Awal mula saya terjun di bisnis kuliner, lika likunya cukup panjang. Singkatnya sejak Sekolah Dasar saya suka masak dan suka berbagai jenis masakan, tentu yang halal. Perjalanan waktu, saya suka sinau dengan cara jadi tukang jajan dari warung emperan toko, sampai restoran/hotel berbintang-bintang pernah saya icip-icip olahan chief mereka. Dari belajar dan terus belajar meracik berbagai rempah-rempah bumbu dapur, itulah yang menggiring saya memberanikan diri membuka warung makan dengan menu utama Sate Jamur dan Bakso Jamur dan menu varian: nasi bakar jamur, Bakso keong, kerang, mata sapi, pepes ikan. Konsep beda, unik, enak, sehat dan menarik, penyebab mengundang media massa dan elektronik khususnya edisi kuliner mengekspos usaha saya, gratis.

Sejak di unggah hasil kreasi bisnis kuliner saya di berbagai media massa khususnya tentang kuliner, akhirnya saya dapat pelanggan dari luar kota. Alhamdulillah, sampai sekarang masih berjalan dan setiap Minggu dua kali saya kirim Sate jamur 1000 – 2000 tusuk ke Jakarta via Bus Patas dan Bakso urat jamur ke Semarang via Travel dengan jumlah yang sama. Uniknya sampai sekarang saya tidak pernah bertemu dengan mereka, baik yang di Jakarta maupun di Semarang, semua transaksi melalui Telp, dan email.

Tentu membuka usaha bisnis kuliner tidak semudah membalik tangan, namun dengan doa, kesabaran. Motto saya : Warung sepi di tunggui ada pembeli di layani dengan ramah walau satu tamu yang datang. dan bila memungkinkan ajak mereka bercakap-cakap jangan sungkan minta kritik dan sarannya. Insya Allah mereka kembali, promosi yang paling murah adalah dari mulut ke mulut. Namun peran media massa maupun elektronik dan dunia maya tidak kalah jua efektifnya.

Sedang penjualan di warung tidak begitu ramai sehari hanya kurang lebih 100 porsi. Harga jual Sate jamur @ Rp. 10.000/porsi, dan Bakso urat jamur @ Rp. 7.000/porsi. Saya lebih fokus pada pesanan baik yang ke luar kota maupun katering-katering di Purwokerto. Bila pesanan tiba, saya di bantu 5-10 orang tergantung pesanannya dan mereka para Ibu-ibu tetangga rumah.

Kendala tentu pernah saya alami, seperti kiriman ke Jakarta: Bus kecelakaan, Bus rusak di jalan oleh kru Bus barang titipan lupa di pindah ke Bus pengganti, namun semuanya bisa di atasi saling menanggung rugi, alias mereka mau bayar separo. Pun demikian yang ke Semaran, itulah risiko orang jualan.

Bila ada pertanyaan, apakah usaha bisnis kuliner saya sudah sukses? Mumet juga menjawabnya, ukuran sukses seperti apa? Bob Sadino, jauh panggang dari api. Namun bila ukurannya kepuasan batin dan materi cukup, njih saya akui.

Sisi lain menekuni bisnis kuliner, Alhamdulillah saya bisa berbagi ilmu di pelatihan kewirausahaan yang di selenggarakan Deperindagkop Purwokerto, foto di bawah ini.

dan warung saya jadi tempat manggang kewirausahaan Mahasiswa Unsoed Jurusan Perikanan, selama satu bulan dalam rangka praktek bisnis kuliner

Sekedar saran bila anda ingin terjun dalam bisnis kuliner, punya tempat strategis dan modal pas-pasan, hobi masak. Jangan pikir terlalu njelimet, langsung buka. Seperti mau nulis entah itu berita, cerpen, opini….. langsung tulis!.

Salam kuliner…

Note: Foto Usaha dan kegiatan kuliner di atas  dokumen pribadi, lebih lanjut ada di http://www.facebook.com/singgih.swasono/photos_albums

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Remaja di Moskow Juga Suka Naik ke Atap KRL …

Lidia Putri | | 01 August 2014 | 19:28

Menelusuri Budaya Toleransi di Komplek …

Arif L Hakim | | 01 August 2014 | 18:18

Apakah ‘Emoticon’ Benar-benar Jujur? …

Fandi Sido | | 01 August 2014 | 18:15

“Tak Sempurna Hanya Tanpa …

Jarjis Fadri | | 31 July 2014 | 08:41

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Koalisi Merah Putih Tetaplah Merah Putih, …

Hanny Setiawan | 9 jam lalu

Jokowi Belum Dilantik, PKB Sudah Nagih Jatah …

Ikhlash Hasan | 9 jam lalu

Libur Lebaran, Bertemu Bule dan Supir Isteri …

Hendry Sianturi | 14 jam lalu

Membuat Tanda Salib di Pusara Ir. Soekarno …

Kosmas Lawa Bagho | 14 jam lalu

Info Hoax Umar Abuh Masih Disebarkan …

Gatot Swandito | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: